Hallo juga pak Boy, Rasanya nggak ada yg perlu dimaafkan, maksud saya berpolemik juga cuman guyon sih. Memang lebih tepat berdiskusi, pada prinsipnya saya setuju bahwa mailist ini memang milik public. Tapi kalau mau japri juga nggak masalah sih, karena kan user saya juga tercantum kok...hehehehe...:). Saya juga mengagumi pak Hari melalui mailist dan tulisan-tulisannya, jadi cara bergurunya juga via e-mail juga...hahahahaha...:D. Ketinggian 20 cm, untuk jenis Mutiara memang cocok, tetapi untuk jenis lain seperti: Tosa, Rancu, Lionhead, Black Moor dsb., kurang cocok karena jenis lain mempunyai gaya berenang yang lebih cepat dibandingkan jenis Mutiara. Kenapa saya mengatakan ketinggian air untuk jenis Mutiara maksimal 20 cm, karena rata-rata para breeder ingin mempertahankan bentuk badan ikannya tetap bulat seperti bola tenis. Sedangkan untuk jenis lain kan nggak perlu sampai sebulat bola tenis kan...hehehehehe...:). Saran dari para pakar, untuk jenis Maskoki memang ketinggian air paling baik maksimal 40 cm. Karena semakin dewasa maskoki semakin membutuhkan oksigen dalam jumlah yang banyak. Karena rata-rata maskoki berenang dengan lambat, maka dapat dibayangkan kalau ketinggian airnya terlampau tinggi semisalnya diberi 75 cm, betapa susahnya mencapai permukaan air. Kalau hal itu dibiarkan berlarut-larut, maka yang terjadi adalah sbb.: 1. Banyak ikan mati karena kekurang oksigen. 2. Kasus swim bladder. 3. Bentuk badan jadi rusak, cenderung memanjang karena siikan akan sering berenang ke permukaan. 4. Kalau daya tahan tubuhnya tidak kuat, gelembung renang bisa rusak karena tekanan air akan lebih besar pada ketinggian air sekitar 75 cm dibandingkan 40 cm. Itulah yang membedakan maskoki dengan ikan lain. Semoga bisa diterima dengan baik.
--- In [EMAIL PROTECTED], "Boy Lesmana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > halo pak bambang, > > pertama tama saya mohon maaf mail ini ngak dibuat japri karena mungkin berguna buat teman teman yang lain yang memiliki masalah yang sama dengan saya. > > bukan berpolemik pak..mungkin lebih tepat berdiskusi...saya seh belom jadi muridnya pak harry..cuma pernah tanya tanya lewat email doang..bukan seperti pak bambang yang sudah pernah ke farmnya pak hari. > > saya setuju..yang membunuh ikan saya itu karena berebutan oksigen bukan karena ketinggian air. > nah yang saya kurang setuju adalah pernyataan kalo 20 cm terlalu dangkal buat koki karena saya belom dapat penjelasan yang dapat diterima oleh nalar saya. > > padahal kolam saya itu selalu di ganti airnya 3 hari sekali..tiap kali pergantian 60% air (air disedot sampai setinggi ranchunya) baru kemudian di isi air baru. di hari nahas itu sebenarnya besoknya jatah ganti air..tapi keburu mati malamnya. > > nah kalo untuk yang mata ikan bagaimana?? ngak ada yang pernah kena penyakit seperti itu ya??? kira kira bagaimana pengobatannya?? kayaknya seh ikannya kena penyakit yang seperti ini http://www.gone- fishing.info/viewnews.php?nid=99 > > best regards > > boy indra > > nb: pak bambang masih pengen jual burayak guppynya ngak?? kalau masih saya mau beli yang betinanya donk sepuluh ekor aja..tapi jangan mahal mahal ya..harga mentas aja..kalo ok..hari jumat nanti saya ambil di sumenep deh. > > > > ________________________________ > > From: bambang_kristanto [mailto:[EMAIL PROTECTED] > Sent: Tue 9/14/2004 10:51 AM > To: [EMAIL PROTECTED] > Subject: [ikan_hias] Re: green water dan sakit mata ikan > > > > Hallo pak Boy, > > Wah nggak enak nih satu perguruan jadi saling > polemik...hahahaha...:D. Pak Boy, kenapa saya menganjurkan pakai > filter, kalau anda menerapkan ajaran pak Hari 100 %, maka anda harus > punya anak buah yg dapat diandalkan, kenapa? > Metode pak Hari itu memang tidak memakai filter, tetapi penggantian > rutin sebanyak 20% s/d 25% dijalankan dengan disiplin. Bahkan kalau > menurut aslinya seharusnya selain pengantian air rutin, suatu saat > ada pengantian air secara total. Tetapi air lama harus disisakan 1 > ember untuk dicampur ke dalam air baru. > Nah, betapa repotnya kalau anda sendiri harus menjalankan itu dengan > penuh dedikasi tinggi seperti Bapak YB Hariantono. > Jadi yang cocok untuk anda dan saya yang hanya hobbiest saja, lebih > baik pakai filter. > Pak Boy, bukan panas yang membunuh ikan anda, tetapi sekali lagi > adalah "Perebutan Oksigen". Kenapa baru 1 bulan kemudian terjadinya, > alasannya begini. > Di awal anda memelihara ikan kondisi kolam anda masih kaya dengan > oksigen, nah lambat laun karena perkembangan algae sangat cepat maka > perebutan oksigen antara ikan dan algae tidak terelakan lagi. Dan > kematian ikan akibar kekurangan oksigen dapat terjadi serentak. > Kecurigaan saya terjadi justru karena ikan-ikan anda mati pada malam > hari, jadi jelas itu akibar kekuranga oksigen bukan panas matahari. > Karena kalau panas, guru kita juga membuat kolam tanpa tedeng aling- > aling alias terbuka tanpa atap sama sekali. Sebenarnya kalau > maintenance air bisa seperti pak Hari, tentu kasus kematian ikan > anda tidak akan terjadi. > Satu hal lagi, setiap kolam di tempatnya pak Hari mempunyai over > flow, yaitu paralon untuk membatasi permukaan air. Nah ini juga > berguna untuk mengatasi kelebihan air hujan pada saat hujan turun, > karena air hujan kalau bersifat asam maka dapat membunuh ikan dalam > jumlah yang banyak juga. > Sorry ya, jadi ngajarin. Padahal kan kita satu > perguruan...hehehehehe...:). > > --- > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/_kiolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
