Berikut berita dari Kompas 3/5 lalu, Pertanyaannya Apakah 
perdagangan ikan antar pulau/propinsi di Indonesia juga memerlukan 
dukumen2 khusus ??
------------------------------

98 Arwana Gagal Diselundupkan 


Makassar, Kompas - Petugas Balai Besar Karantina Ikan Hasanuddin, 
Makassar, berhasil menggagalkan penyeludupan ikan arwana irian, koi, 
dan louhan asal Jakarta dan Surabaya. Ikan arwana sebanyak 94 ekor 
dibawa dari Jakarta menuju Makassar, sedangkan koi dan louhan dibawa 
dari Surabaya

Kepala Bidang Pengawasan Data dan Informasi Balai Besar Karantina 
Ikan (BBKI) Hasanuddin, Makassar, Sitti Chadidjah, Senin (2/5), 
mengatakan hal ini. Penyelundupan 94 ikan arwana digagalkan petugas 
pada 23 April lalu. Sedangkan koi dan louhan pada tanggal 1 Mei lalu.

"Saya belum mendapat informasi berapa jumlah koi dan louhan yang 
dibawa dari Surabaya ke Makassar itu," katanya.

Menurut Sitti, 94 ekor ikan dibawa dari Jakarta ke Makassar dengan 
menggunakan pesawat udara. Setibanya di Bandara Hasanuddin, 
Makassar, petugas karantina mencurigai dua buah wadah. Setelah 
diperiksa, satu wadah berisi ikan rainbow dan satu wadah lagi berisi 
arwana irian.

Setelah dikonfirmasi kepada pemiliknya, ternyata yang dilengkapi 
dengan dokumen hanyalah ikan rainbow saja, sedangkan ikan arwana 
sama sekali tanpa dokumen.

Kepala Seksi Pengawasan BBKI Hasanuddin, Makassar, Saifullah 
mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2002 
tentang Karantina Ikan, arwana irian adalah satwa yang dilindungi. 
Membawa satwa tersebut dari satu tempat ke tempat lainnya harus 
dlengkapi dengan sejumlah dokumen resmi.

Berdasarkan PP Nomor 15 itu dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 
tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan, apabila pemilik tidak 
dapat menunjukkan dokumen sah, maka akan diancam hukuman tiga tahun 
penjara dan denda Rp 150 juta.

Menyangkut budidaya udang, untuk jenis udang windu yang rentan 
terhadap penyakit kerap menyebabkan petambak udang di Sulsel gagal 
panen. Karena itu, petambak udang mencoba menggalakkan jenis udang 
lain. Salah satu yang dianggap memiliki prospek yang cukup baik 
untuk dikembangkan adalah jenis udang putih yang berasal dari Hawaii.

Seperti yang disampaikan bersama, Gubernur Sulsel Amin Syam, pakar 
udang asal Singapura Dean M Akiyana, dan Manajer Pemasaran PT 
Central Proteina Prima Makassar Abdul Adzim.

Menurut Dean M Akiyana, udang putih (Leptopenaeus vannamei) di 
tempat asalnya, Hawaii, mulai dikembangbiakkan sejak tahun 1980-an. 
Selain lebih tahan terhadap penyakit, udang putih memiliki banyak 
kelebihan lain dibandingkan dengan udang windu. Di antaranya, jumlah 
produksi lebih banyak, masa panen lebih cepat, dan biaya produksi 
lebih rendah.

Berdasarkan penelitian dan uji coba yang dilakukan di sejumlah 
provinsi di Indonesia, jumlah produksi udang putih untuk satu hektar 
lahan tambak antara 10-20 ton dengan masa panen hanya 90-100 hari. 
Sementara, udang windu hanya 3-5 ton dengan masa panen 130 hari.

=======================================================
http://www.VisiMandiri.com
A FAST & PROVEN Strategy To EARN $ 6,000/Month From HOME
FREE Training, STEP-by-STEP Private Coaching To SUCCESS !!






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/EA3HyD/3MnJAA/79vVAA/_kiolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke