FYI masalah danau sentarum
--- Pada Sel, 18/11/08, findi k <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: findi k <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [pastibanas] Siaran Pers Greenpeace 17 November 2008: Sinar Mas, ancaman
berat bagi hutan dan lahan gambut Indonesia; Greenpeace menyerukan pembeli
minyak kelapa sawit dan RSPO untuk bertindak
Kepada: "media jakarta" <[EMAIL PROTECTED]>, "mediacare" <[EMAIL PROTECTED]>,
"jurnalisme" <[EMAIL PROTECTED]>, "mailing list umum" <[EMAIL PROTECTED]>,
"mailing list" <[EMAIL PROTECTED]>, "mailing list" <[EMAIL PROTECTED]>, "DKS"
<[EMAIL PROTECTED]>, "jejak petualang" <[EMAIL PROTECTED]>, "mailing list"
<[EMAIL PROTECTED]>, "mailing list" <[EMAIL PROTECTED]>, "mailing list" <[EMAIL
PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Selasa, 18 November, 2008, 9:48 AM
Sinar Mas,ancaman berat bagi hutan dan
lahan gambut Indonesia; Greenpeace menyerukan pembeli minyak kelapa sawit dan
RSPO untuk bertindak
17 November 2008, Singapura/Jakarta - Greenpeace Asia Tenggara hari ini menuduh
Sinar Mas, perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia, membahayakan
integritas dan keanekaragaman hayati Taman Nasional Danau Sentarum, lahan basah
di Kalimantan Barat yang dilindungi oleh Konvensi Ramsar. Sinar Mas mengancam
wilayah lindung ini dengan terus melanjutkan deforestasi
di batas-batas taman nasional ini, sebagai bagian dari perluasan
perkebunan mereka.
Greenpeace Asia Tenggara menyerukan
pembeli minyak kelapa sawit internasional untuk membatalkan kontraknya dengan
Sinar Mas,dan bagi Round Table on Sustainable Palm Oil
(RSPO) (1) badan industri kelapa sawit untuk mencabut
keanggotaan Sinar
Mas.
Menurut laporan media (2), pada bulan Agustus 2008, Departemen Kehutanan
Indonesia memerintahkan Bupati untuk mencabut ijin bagi 12 perusahaan minyak
kelapa sawit – tujuh di antaranya milik Sinar Mas – yang beroperasi di sekitar
Taman Nasional Danau Sentarum, karena melanggar peraturan
perundang-undangan tentang konservasi dan keanekaragaman hayati
Indonesia (3). Namun demikian, Greenpeace Asia Tenggara hari ini mengungkapkan
bahwa Sinar Mas terus membuka hutan, tanpa mengindahkan hukum Indonesia dan
keutuhan taman nasional. Konsesi Sinar Mas di sekitar Danau Sentarum sebagian
besar berhutan, termasuk hutan gambut, dan kerusakannya dapat mengakibatkan
memburuknya perubahan iklim.
“Minggu lalu aktivis Greenpeace
melakukan aksi langsung untuk mencegah pengapalan minyak kelapa sawit Sinar Mas
untuk diekspor ke Eropa. Hal ini kami lakukan karena kami menemukan bukti bahwa
Sinar Mas melakukan pengrusakan hutan di seluruh Indonesia; di Papua, di Riau
dan di Kalimantan,“ kata Bustar Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia
Tenggara. “Pembeli minyak kelapa sawit harus membatalkan kontrak mereka dengan
Sinar Mas kecuali bila mereka menghentikan membuka hutan sebagai
bagian dari perluasan
perkebunan kelapa sawit mereka. Besok, industri kelapa sawit dunia akan bertemu
di Bali dalam pertemuan tahunan Round Table on Sustainable Palm Oil keenam.
Mereka harus menghentikan anggota mereka,seperti
Sinar Mas, yang terus menghancurkan hutan dan lahan gambut,atau mengeluarkan
merekadari keanggotaan RSPO,” kata Bustar.
Danau Sentarum, salah satu lahan basah
Asia Tenggara terbesar, terletak di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Taman
nasional ini memiliki luas wilayah 132,000 hektar, yang meliputi danau dan
lahan basah serta hutan di sekitarnya. Taman nasional ini telah ditunjuk
sebagai situs Ramsar pada tahun 1994. Tempat ini adalah habitat terbesar monyet
belanda (Proboscis monkey) di pulau
Kalimantan, serta orangutan, dua jenis buaya, macan tutul (Clouded
leopard),
serta beberapa jenis tanaman endemik dan khas.
Pada tahun 2008, Sinar Mas mengaku
sebagai 'No. 1' di Indonesia karena memiliki lahan perkebunan kelapa sawit
terbesar dan memiliki rencana perluasan yang agresif. Presentasi internal
perusahaan yang diperoleh Greenpeace Asia Tenggara mengindikasikan bahwa
perusahaan ini berniat untuk mengembangkan sampai 2,8 juta ha kelapa sawit
di Papua saja. Sebagian besarnya melibatkan pembukaanhutan yang sebagian besar
berada di atas lahan gambut dan membuka hutan-hutan
utuh. Sinar Mas memasok minyak kelapa sawit untuk Nestlé, Unilever, Procter
& Gamble, Henkel, Pizza Hut, McDonalds, Burger King, Danone, Aarhus
Karlshamn, Cargill dan banyak lagi.
“Bulan depan pada pertemuan iklim
global di Poznan, Polandia, dimana para kepala
pemerintahan dunia akan bertemu untuk menyetujui batas-batas emisi gas
rumahkaca.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus membuktikan komitmennya untuk
mengurangi emisi gas rumahkaca Indonesia dan mencanangkan moratorium (jeda
tebang) akan konversi hutan sekarang, demi iklim dunia, keaneraragaman hayati
serta masyarakat yang bergantung pada hutan,” kata Shailendra Yashwant,
Direktur Kampanye Greenpeace Asia Tenggara.
Greenpeace menyerukan kepada
Pemerintah untuk segera menerapkan moratorium bagi semua konversi hutan,
termasuk perluasan perkebunan minyak kelapa sawit, industri penebangan dan
pendorong deforestasi lainnya.
Kapal Greenpeace MV Esperanza, memulai
bagian Indonesia dari pelayaran “Hutan untuk Iklim” di Jayapura, Papua pada 6
Oktober, untuk menyoroti masalah maraknya pengrusakan hutan Asia Tenggara yang
tersisa.
Greenpeace
adalah organisasi kampanye global yang independen yang bertindak untuk mengubah
sikap dan perilaku, untuk melindungi dan mengkonservasi lingkungan, dan
mempromosikan
perdamaian.
Kontak:
Bustar
Maitar, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Asia Tenggara+62 (0) 813 44
666 135
Martin Baker, Koordinator Komunikasi, Greenpeace Asia Tenggara, +65
93976749 (di Singapore)
Untuk permintaan foto dan video silakan hubungi Findi Kenandarti +62 (0)
8161681840
Catatan:
(1) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) atau Konferensi untuk Kelapa
Sawit Berkelanjutan adalah asosiasi yang dibentuk oleh berbagai organisasi yang
terlibat dalam rangkaian rantai penyedia minyak kelapa sawit. Tujuan organisasi
ini adalah untuk mempromosikan pengembangan dan penggunaan minyak kelapa sawit
yang berkelanjutan dengan kerjasama di antara mata-mata rantai penyedia
produksi dan dialog terbuka dengan stakeholder lainnya.
(2) “Menhut Desak Izin Kebun Kelapa Sawit Dicabut”,
Sinar Harapan 8 Agustus, 2008 halaman 11 or
http://sinarharapan .co.id/berita/ 0808/08/sh06. html ; accessed Nov 15, 2008.
(3) Surat dari Kepala Taman Nasional
Danau Sentarum kepada Direktur Jenderal Konservasi Wilayah PHKA (Perlindungan
Hutan dan Konservasi Alam) tanggal 27 Mei 2008.
(4) Emisi Gas Rumahkaca Indonesia (GHG) dari lahan gambut yang rusak saja
mencapai 1,8 gigaton CO2 per tahun, atau setara dengan 4% emisi gas rumahkaca
dunia.
(5)
Baca lebih lanjut: Giesen, W. and Aglionby, J. (2000) Introduction to Danau
Sentarum National Park, West Kalimantan, Indonesia, Borneo Research Bulletin,
Annual.
http://findarticles .com/p/articles/ mi_hb036/ is_2000_Annual/ ai_n28816636/
print?tag= artBody;col1
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
There is no need to recycle if you do not print this e-mail.Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ikan_hias/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/