Bang Dodi yks,
Ini kesempatan awak meluruskan sejarah IMMAM. Dulu poster Khomeini 
itu diperoleh Ali dari kedutaan lalu dikasih sebagai kenangan kepada 
La. Waktu awak bikin kaos IMMAM itu, awak contek dikit aja dari 
poster itu gambar tangan Islam dan kata-katanya. Kalau latar 
belakang Amerika dan Sopiet itu awak karang sendiri. Jadi tidak awak 
contek Khomeini-nya, apalagi Syiahnya.
Mengenai Shalman Rushdie itu, kan sudah ada Khomeini yang mau 
menghukumnya, dan beliau punya alat kekuasaan untuk melakukannya. 
Jadi awak pikir Bang Imad itu realistis sajalah. Awak tidak tahu 
juga hidayah Allah itu bagaimana,
Itu dululah bang. Salam.

-datuk


--- In [email protected], "Nasution, Dody Arfiandi" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saudaraku Muslim yg aku sayangi,
> Jangan marahlah... Saya tahu koq kemampuan antum dalam ilmu Agama.
> Dan dulu banyak punya teman2 baik yg di Salman ataupun dari Ahlul 
Bait.
> Dan saya kira antum termasuk yg bijaksana dalam menyikiapi 
perbedaan
> khilafiah 
> mazahab dll.
>  
> Bayangkan aja bukannya pertama kali IMMAM di bentuk di Bandung, 
waktu
> itu gambarnya
> kalau ga salah Imam Khomaini  ? dengan tulisan dibawahnya : Tidak 
ke
> Barat dan Juga Timur.......
> (lupa lagi..... masih ingat ga tulisannya.....)
> tertanda IMMAM......Saat itu Imam Khomaini adalah lambang tokoh 
dari
> dunia Islam yg berani melawan
> Amerika.
>  
> Pertama kali Bang Imad kembali ke Bandung dari USA, kita buat LMD 
khusus
> anak IMMAM di Dago Pakar
> (Pesantren - KH.Muchtar Adam). Sayang saya ga sampai selesai ikut 
LMD
> nya karena kecewa " Bang Imad tidak termasuk
> yg mengecam buku Salman Rusydi - Satanic Versesnya, yg menghina 
Nabi
> Muhammad SAW.
> Karena menganggapnya sebagai karya atau tulisan yg tidak perlu kita
> tersinggung (udah memang begitu kelakuan orang kafir - argumentasi 
Bang
> Imad)
> Padahal seluruh dunia Islam mengecam bukunya tsb karena 
penghinaannya
> thd Rasulullah SAW.
>  
> Saya hanya ingin tahu aja bagaimana tanggapan kita waktu membaca 
hadits2
> tersebut padahal dari sumber kita
> sendiri (Bukhari , Muslim dll). Kalau saya terus terang mengguncang
> pikiran saya, kenapa sahabat2 yg kita agungkan
> bisa seperti itu. Dan sekali lagi itu sumbernya dari Hadits2 saheh 
yg
> kita yakini.
>  
> Untuk para intelektual seperti antum apa hal itu tidak mengguncang
> pikiran.....??
> Bukannya dizaman kita timbul pemikran intelektual yg sangat hebat 
yaitu
> Ali Syariati yg sempat mewarnai zaman
> kuliah kita dulu yg mewakili dunia kampus dan ada intelektual 
Murtadha
> Muthahhari dari dunia Pesantren.
>  
> Coba baca hadits-hadits berikut apakah tidak mengguncang pikiran 
(atau
> kita bisa berpikir biasa-biasa aja) ??
>  
> Sekali lagi : wacana kita disini bukan saling mengkafirkan atau 
merasa
> paling benar. Tapi sekedar menimbulkan
> wacana dialog intelectual.karena kalau saya ditanya : Apakah dengan
> demikian semua Sunni masuk neraka ? (contoh ekstrimnya)
> Saya yakin sekali jutaaan orang Sunni pun akan  masuk surga seperti
> halnya tidak semua orang Syiah akan masuk surga.
> Itu kalau kita ambil ekstrimnya. Tapi sekali lagi ini bukan hak 
kita
> urusan Surga dan Neraka karena  kita tahu Kasih Sayang Tuhan
> itu luar biasa besarnya.
> Jadi sekali perlu diingat bahasan kita dan keyakinan saya bahwa :
> Al-Haqqu Mir Robbikum. (Yang Mutlak Benar hanyalah Allah SWT)
>  
> Kita apa yg saya yakini masih kebenaran relatif seperti halnya yg 
antum
> yakini. Tapi kita bergerak sesuai dengan kebenaran tertinggi
> yg kita yakini saat ini. Saya yakin pemahaman Islam anda ketika 
SMA dan
> sekarang pastilah jauh berbeda.
> Jadi diskusi disini (milis ) bukanlah untuk menghakimi tapi untuk
> membuat kita berpikir
>  
> Oh Adnin Arnas itu adik kau Muslim ??? Saya sempat dipinjami 
bukunya
> oleh Basyrah (TM-85), suaminya Sari (AS-86)
> temanya Baiquni (AS-88) sekarang mereka di MIZAN. Waktu itu Basyrah
> bertetangga dengan Adin Arnas (sudah Doktor kah ?? ).
> Kalau bisa kita undang dialog dng Kang Jalal bagus sekali. Saya mau
> untuk meng-arrrangenya
>  
> Wassalam


Kirim email ke