Rekan Yuti, dan rekan-rekan lain ysh,

Terima kasih sudah mengingatkan kami dengan FFT (Fast Fourier 
Transform), prime number, dan akhirnya juga, implicitly,
Fermat Last Theorem, "It is impossible to separate any power higher than 
the second into two like powers."

Apakah ada Mahasiswa/Sarjana/Pascasarjana/Karyawan/Dosen ITB yang sudah 
bisa menjawab tantangan Uda Pierre de Fermat? Atau membuat Super Hyper 
Fast Fourier Transform? Atau yang benar-benar bisa menjamin bahwa ada 
algoritma baru (non-hoax) yang lebih cepat dari quicksort?

Bila sudah, mungkin ITB bisa menjadi World Class University seperti 
eks-kampus kami, University of Liverpool, UK 
(http://www.liv.ac.uk/research/awards/laureates.htm).
Delapan pemenang Nobel.

Atau UC Berkeley, "UC Berkeley's 20 Nobel Prize Winners" 
(http://www.berkeley.edu/news/features/2000/nobel/uc_nobels.html).

Atau lebih dahsyat lagi, "64 MIT-related Nobel Prize winners include 
faculty, researchers, alumni and staff" 
(http://web.mit.edu/newsoffice/special/nobels.html).

Bila belum, sebaiknya kita mandi air dingin di Lembang dulu.
Kemudian ambil kembang tujuh lapis, dan berikan kepada "Kiai Bandot 
Berdupa" setempat. Dan setelah kemenyan mengebul, mintalah kepada jin 
dan jun yang ingin segera berlalu, "Saya ingin jadi Nobel Laureate untuk 
ITB, Kakek."

Dan mudah-mudahan jin yang pintar tadi akan bersabda, "Berpolitiklah 
terus, Cucunda.
Untuk kepentingan elit-elit ITB."

Wassalam,

Mohammad Andri Budiman
SI 93
"Bias-Bias Cak Andri"
http://mandrib.kuyasipil.net/
http://mandrib.multiply.com/

yuti ariani wrote:
> 
> Saya suka bingung dengan label-label, mungkin karena dari jurusan
> matematika(huahaha, disambung-sambungin aja) jadi terbiasa dengan
> karakteristik, pelabelan diberikan untuk pembedaan kaya deret Fourier,
> bilangan prima dkk(OOT).
> 
> Apa yang dimaksud dengan world class university? Apa karakteristiknya?
> Rangking mengikuti webometriks? Berguna bagi masyarakat? Mendapat
> pembiayaan dari masyarakat(baik melalui endowment fund, maupun
> kerjasama dengan industri)? Dosennya mendapat hadiah Nobel?
> 
> Saya suka bingung...
> 
> salam,
> -yuti

Kirim email ke