Assalamu'alaikum wr. wb., Bang Teuku, terima kasih atas bujukannya jadi awak tak jadi "merajuk". :-D
Buat Bang Yusri, akunya insya Allah nyantai aja, tapi kebayang kan kalau yang kebetulan nge-check email istri awak. Langsunglah meleleh air matanya itu. "Kok Abangku diginiin ya sama Bang Yusri." Jadi terpaksalah untuk membujuk beliau yang berhati lembut ini kemarin awak menunda keberangkatan ke Jakarta dalam rangka ke Dikti dan ketemuan dengan Abang-Abang IMMAM y.l. seperti Bang Datuk kalau udah pulang dari Papua dan Bang Dody yang minjemin awak buku 3 biji. Wassalamu'alaikum wr. wb., Al Faqir, Andri Yusri wrote: > > > Betul kali kata Bang Ganda ini. > Kalo Bang Andri tak suka gaya bicara awak, anggap aja itu seperti > orang lain yang tak suka gaya bicara Bang Andri. > > Janganlah pulak Bang Andri merajuk, apalagi sakit hati, keluar dari > milis ini, apalagi sampai memutuskan silaturahmi. Itukan cuma > pendapat awak, berbeda pendapat itu wajar sajalah, seperti milis > dewasa yang Bang Andri ikutin. > > Insyaallah awak akan cari waktu untuk bersilaturahmi ke Bang Andri > ini, supaya awak tahu seberapa jauh perbedaan pendapat kita. > Mudah2an itu bisa meningkatkan keimanan dan ikatan silaturahmi kita. > > salam hangat, > Yusri Amsal > TF94 > > --- In [email protected] <mailto:immam%40yahoogroups.com>, "Teuku > Gandawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Ass. Wr. Wb. > > > > Kok aku rasa jadi lucu dan haru melihat Andri dan Yusri... :) > > > > Lucu kurasa karena kenapa pulak jadi sibuk memutuskan berbeda sisi > > (tak suka aku memakai kata memutus silaturahmi, di dunia maya > > pulak...). > > Masih ecek-ecek dan santainya obrolan kita di milis ini. > > Dan harusnya "berantam" kita tentang apapun, buat meningkatkan > iman, > > janganlah buat jalan ke neraka... > > > > Jadi tak perlu Andri "merajuk", jangan pulak Yusri "kejam kali"... > > > > Saya ikut juga di beberapa milis yang Andri ikut (tapi banyak diam > > aja...), kesimpulan saya cuma satu, Andri itu unik. Udah... gitu > > aja... > > Cuma kalau boleh saran, kita hidup di dunia ini beragam, ada orang > > syoor ngobrol, saling berajar, ada orang yang malas... bagus awak > > zikir katanya... ha ha ha... > > Jadi belum tentu cocok semua orang dengan gaya Andri... > > > > Begitu juga jadi tak usah juga Yusri "marah" karena ada orang > > mengatakan aku telah berbuat ini dan itu. > > Biar sajalah... macam-macam model orang... belum tentu juga model > > macam Yusri yang paten dan ok khan... he he he... > > Sangka baik aja, nampaknya syoor kali kawan tu mau berbuat baik... > > jadi agak silap mengekpose diri... tapi percayalah ini cuma cara > saja > > menunjukkan bahwa aku bukan cuma ngomong, tapi kubuat... canna > > Andri... betul tak? > > > > Contoh kecil ada di milis angkatan awak. > > Waktu Aa Gym memutuskan mengambil isteri kedua. > > Ada di milis yang maki-maki dan menggunakan bahasa yang sangat > kotor > > dan keterlaluan. > > Aku marah... tapi bukan karena tak setuju dia menolak poligami. > > Tapi cara dan kata-kata kotornya tidak bisa diterima. Boleh tak > suka > > tapi pakai cara yang santun. Boleh keras jangan kasar... > > Tak setuju poligami tak apa, tak Islam lagipun saja tak papa... > karena > > ALLAH membolehkan siapapun menjadi kafir... > > Tapi tak terpikir juga oleh awak waktu itu meminta dia keluar dari > > milis, karena memang tak perlu juga... > > Lagipula akhirnya dia menyadari, yang digugat ke dia adalah cara, > > bukan substansi. > > > > Jadi macam tuh la... > > Rukun-rukun kita satu iman... > > Capek juga nambah-nambah musuh, apalagi saudara seiman... makin tak > > betul nanti hidup kita... > > > > Wass. Wr. Wb. > > > > Ganda - GM'89
