| SAFETY DULU, BARU GAYA
Desain Kacamata untuk Bikers |
|||||||||
Memilih
kacamata untuk kebutuhan harian, mesti sangat memperhatikan desain. Bukan hanya
demi keindahan, kesesuaian dengan tren, model dan warna baju atau bentuk wajah
saja. Tetapi juga harus memenuhi kebutuhan akan kenyamanan dan keselamatan.
Terutama pengendara motor karena mesti memakai helm. Hukum wajibnya, jangan
sampai mengorbankan safety hanya demi gaya. IKUTI
ANATOMI KEPALA Jadi,
jangan tergoda desain trendi atau fitur canggih saja, tapi keselamatan malah
terabaikan. "Jangan sampai gara-gara kacamata, terus pakai helm cetok,"
bilang Anggono Iriawan, instruktur safety riding Astra Honda Motor. Kacamata
mutakhir yang sekaligus berfungsi sebagai MP3 player misalnya. Memang sangat
menghibur, tapi dari segi keamanan kurang memenuhi syarat. Gagangnya berfungsi
sebagai penyimpan memory card sehingga sangat tebal. "Enggak bisa dipakai
dengan helm standar, gagangnya tebal dan mengganjal. Kalau naik motor pilih
yang dilengkapi bluetooth, gagangnya tipis," saran Dewi. Karena
biker langsung bersentuhan dengan panas dan debu, paling tepat memakai kacamata
dengan bingkai atau lensa berbentuk melengkung. Ukurannya boleh minimalis pas
mata ala Bobo Ho, atau menutupi separo wajah seperti David Naif atau Paris Hilton.
Yang penting, menempel pas. "Pakai yang benar-benar menempel di wajah,
mengikuti anatomi kepala," saran Anggono. Selain
nyaman, model ini juga memaksimalkan fungsi perlindungannya. "Kacamata
yang menempel rapat ke wajah betul-betul melindungi mata dari debu dan kotoran,"
jelas Dewi. Selain itu, memakai helm half atau full face pun jadi lebih mudah.
Karena menempel pas, tidak ada bagian yang menonjol atau mengganjal. Mengikuti
perkembangan dunia fashion, meski sama-sama melengkung atau menempel, variasi
desainnya juga sangat beragam. Dari lebar lensa, ketebalan frame dengan berbagai
tambahan detail seperti ukiran atau hiasan metal, sampai model frameless. "Kacamata
frameless dari segi fashion memang bagus, tapi lebih rentan," ujar Dewi
yang berpraktik di mal Pondok Indah 2, Jaksel ini. Karena tidak dilindungi rangka,
lensa jadi lebih mudah retak. Perlu perlakuan khusus terutama saat melepas,
ditarik dengan dua tangan, arah lurus ke depan. Membuka dengan 1 tangan, cenderung
menarik kacamata ke 1 arah saja. Bila
frame sudah menempel plek, periksa gagang kacamatanya. Jangan sampai terlalu
panjang atau terlalu ketat menempel di kepala. Tekanan di bagian belakang telinga
atau pelipis yang terlalu lama, bisa berujung pada sakit kepala. Apalagi kalau
ditambah tekanan oleh helm. Ada
2 jenis gagang, yang ujungnya melengkung dan lurus. Model yang lurus memang
gampang diselipkan meskipun sudah memakai helm. Tetapi gagang melengkung lebih
fleksibel, karena bisa disetel panjang pendeknya. Bila kelewat panjang dan tertekan
helm, jadi tidak nyaman karena kacamata menekan kepala. NOSE
PAD Nose
pad yang terbuat dari silikon ini, bila terus-terusan terpapar keringat, bisa
berubah warna atau bernoda kuning atau kehijauan. Karena itu, Dewi menyarankan
model yang nose padnya bisa diganti, "Atau yang terbuat dari plastik. Tahan
keringat, tapi lebih keras menekan hidung." NawiTa |
|||||||||
|
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
To post to this group, send email to [email protected]
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

