SEKADAR GAYA = BAHAYA
Kaliper Rem Motor

 
Master rem racing, perlu sebagai part pendukung
 
Buat kaliper belakang pakai model 1 piston aja!
 

Pengaruh pakem tidaknya rem di kuda besi, tergantung dari kualitas dan jenis beberapa komponen. Seperti; master rem, besar piringan cakram dan kaliper. "Tapi di antara tiga part tadi, yang disebut terakhir sangat penting," ujar Kardi.

Maksud pemilik bengkel motor Kardi Mulia Motor di Kp. Utan, Ciputat, Tangerang itu tentu arahannya enggak cuma dari segi bahan, tetapi juga desain (jumlah pistonnya). Apalagi sekarang banyak sekali peranti itu dijajakan. Salah pilih, bisa fatal, lo!

JUMLAH PISTON
Selain produk standar, produk aftermarket emang menawarkan ragam kaliper dengan banyak model. Baik satu atau dua piston. Model mirip bawaan motor atau gaya racing yang membuat motormania punya banyak pilihan untuk menghentikan laju motor kesayangan.

"Tapi sebelum beli, baiknya sesuaikan sama kapasitas pemakaian kendaraan," bilang Dodo, juragan Dodo Motor Sport, toko aksesori motor di Ciledug, Tangerang. Pasalnya dengan banyaknya piston di kaliper, tentu mempengaruhi kepakeman rem itu sendiri.

Jika salah pengertian, efeknya bisa seperti dialami Riki, pemakai Suzuki Thunder 125 yang bermukim di Sudimara, Tangerang. Thundie kesayangannya pernah mengadopsi kaliper racing dua piston di rem depan dan belakang. Maksudnya, hanya sekadar tampil gaya.

Namun hal tersebut justru malah jadi petaka baginya. Terjatuh dari motor kesayangan ketika melakukan pengereman mendadak, sistem rem terlalu pakem. Akhirnya ban depan-belakang mengunci dan membuat Riki terpelanting menghujam aspal.

"Akhirnya saya berpikir. Kalau hanya untuk sekadar aksesori, ternyata malah bisa membahayakan. Namun bagi yang tetap ingin pasang, pahami dulu karakter rem itu agar bisa menguasai teknik mengerem yang benar," saran pria yang mengalami kejadian itu di Jln. Bumi, Pakubuwono, Jaksel, beberapa waktu silam.

Kaliper racing bukannya tak baik untuk motor harian. Tapi harus tahu karakter atau cara melakukan pengereman. Mending mengaplikasi dua piston aja, tapi ukuran piston itu cukup besar. Sehingga daya tekannya ke kampas rem juga kuat dan merata.

Selanjutnya, sebelum beli lihat juga material dan komponen yang digunakan di kaliper itu. "Jangan sampai kecele dan akhirnya menyesal," kata Kardi. Maksud pria berkumis ini, jangan sampai kejadiannya seperti kaliper di motor cina alias motcin.

Terkadang, kaliper rem di motcin bisa sangat cepat panas. Jika sudah seperti itu, motor bisa ngerem terus lantaran piston tak mau balik ke posisi semula. "Itu karena karet atau sil yang digunakan mutunya kurang baik. Selain itu, materialnya juga beda dengan produk bermerek. Kurang bagus, akhirnya cepat memuai."

Namun, "Bicara soal bahan kaliper, hampir semua kaliper yang ada di pasaran pakai bahan dari aluminium," ujar Supriyanto, spesialis pembuat piringan rem di Kembangan, Jakbar. Sehingga, tidak mudah panas atau memuai.

Menurut Supri, mengapa kaliper rem motor built-up begitu mahal, lantaran pistonnya menggunakan bahan karbon. "Selain tidak cepat karat juga tahan panas," tambahnya.

Oh ya, untuk roda belakang, jenis kaliper yang dipakai berbeda dengan roda depan. "Bagi yang ingin mengaplikasi rem disk untuk roda belakang, baiknya pakai yang 1 piston saja," wanti Dodo. Karena rem belakang tidak boleh lebih kuat dari rem depan. Jika terlalu kuat, ban bisa sliding ke kiri atau ke kanan. Akhirnya, membuat keseimbangan hilang.

Nah, bicara soal harga, produk yang kerap disebut 'kepala babi' itu, bisa bervariasi. Misal, merek Brembo satu piston dilepas Rp 800 ribu hingga Rp 1,2 juta. Merek Kitaco dua piston Rp 1,2 juta. Sedang Nissin model kaliper standar dua piston hanya Rp 250 ribu.

Oh ya, jangan lupa sesuaikan dengan power mesin ya! Eka
[EMAIL PROTECTED]


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke