Betul om, tapi saat ini saya pribadi kok masih lebih percaya dengan profesionalisme perusahaan asing dibanding perusahaan dalam negeri, dengan nama besar SHELL suggesti saya sich gak akan mempertaruhkan nama besarnya itu dengan melakukan hal2 bodoh yang justru merugikan dia nantinya kalo sampe konsumen tahu, jadi quality controlnya pasti lebih ketat (meski bukan jaminan).
 
yaa walopun begitu sampe sekarang gw masih pake pertamax plus, karena takut pas kehabisan dijalan gak nemu SPBUnya :P, tapi nanti kalo udah banyak gw pasti beralih ke produk luar negeri :D

Yunardi Eko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo soal oplosan mau di SPBU Pertamina atau Shell kan bisa aja terjadi, gak ada jaminan. Bahkan bisa aja kalo konsumen lebih percaya produk Shell, nantinya Shell seenaknya ngoplos karena yakin akan kepercayaan konsumen terhadap produknya.

Ada satu yang rekan milist belum sampaikan, Pertamina adalah produk bangsa kita, sedikit banyak tentu memberikan kontribusi bagi rakyat Indonesia. Sebaliknya Shell adalah produk luar dan tentunya keuntungan lebih banyak mengalir ke luar... coba kalau yang udah pernah ke Singapur atau Malaysia (nggak usah jauh-jauh deh) ada gak produk Pertamina dijual/laku disana :)

Tentunya kita harus mengedepankan/memprioritaskan produk sendiri dibanding produk luar. Toh saya yakin dengan memakai produk pertamina tidak akan terlalu signifikan pengaruhnya dibanding memakai produk luar, kalaupun ada kekurangannya yaa anggap aja pengorbanan kita buat Indonesia.

Thx,

On 3/16/06, raun Ferdinand <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalo langsung dari sumbernya (*red Pertamina) memang masih masuk akal dan mungkin sekali Pertamax Plus lebih unggul, tapi masalahnya adalah seperti yang Bro Wid sebutin dibawah kembali lagi kekualitas kilang masing2 POM bensin dan yang lebih penting adalah tingkat "kejujuran" masing2 owner SPBU, karena setahu saya SPBU itu bisa dimiliki oleh siapa saja dengan model francise.
 
Pengalaman pribadi gw yang punya temen anak pemilik SPBU lihat sendiri tiap malam kilang bensin dicampur dengan minyak tanah dengan prosentase tertentu agar tidak terlalu mencolok.


Widi Nugroho <[EMAIL PROTECTED] > wrote:

Sumber: Halaman 19 Tabloid Otomotif Edisi 46:XV tanggal 20 Maret 2006.
 
Otomotif melakukan tes perbandingan kualitas bensin Shell, Petronas dan Pertamina.
Pengujian dilakukan dengan Zeltex ZX-101C untuk menguji kadar oktan dari masing-masing tipe bensin.
Kemampuan alat tersebut dinilai akurat, karena tingat deviasi kurang lebih hanya 1%.
 
Berikut Hasil Perbandingan Oktannya:
 
Shell Super 92           = 92,9
Shell Super Extra 95   = 96,1
 
Petronas Primax 92    = 92,9
Petronas Primax 95    = 96,1
 
Premium                   = 90,6
Pertamax                  = 93,4
Pertamax Plus          = 97,9
 
Berdasarkan hasil pengujian diatas, terbukti bahwa Pertamax Plus lebih unggul dibandingkan dengan Shell Super Extra 95 dan Petronas Primax 95. Disisi lain, Pertamax lebih unggul dibandingkan Shell Super 92 dan Petronas Primax 92.
 

Analisa pribadi gue adalah:
 
Sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas bensin Pertamina itu sangat beragam. Mulai dari kualitas hulu pada sumber kilang asal sampai dengan kualitas hilir di masing-masing pompa bensin. Dengan demikian hasil pengujian oktan Pertamina diatas merupakan nilai oktan tertinggi yang MUNGKIN diraih oleh pertamax dan pertamax plus. Perlu dicatat, bahwa kualitas oktan tersebut dapat berkurang sebagai dampak dari perbedaan sumber kilang asal maupun pompa bensin yang bersangkutan.
 
Disisi lain, saat ini jumlah pompa bensin milik Shell dan Petronas masih sangat kurang dari segi kuantitas. Apalagi bila dibandingkan dengan jumlah pompa bensin Pertamina yang sudah menjamur dimana-mana. Buat gue hal ini lebih menentukan, dari pada gue harus kehabisan bensin dan mempergunakan merek lain yang mengakibatkan tercampurnya 2 produk bensin yang berbeda di motor gue serta kemungkinan dampak negatif lainnya pada mesin thundie.
 
Kalo emang dari segi kualitas maupun kuantitas, ternyata Pertamina masih lebih unggul dibandingkan dengan produk baru yang kontinuitasnya masih diragukan... Buat apa kita coba-coba dengan mesin kendaraan kita??
 
Akhir kata, hal ini tentunya kembali pada subyektivitas dari masing-masing individu.. tokh setiap orang bebas menentukan pilihannya masing-masing.. ^_^
 
Best Regards,
 
 
¤¢¤Ê¤¿¤¬¤¢¤ë¼«Í³
Widi NugrohoNugieUse Photomail to share photos without annoying attachments.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "InBike Community" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/Inbike
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke