Pidato ini rencananya akan disampaikan pada apel kebulatan tekad 29 Maret 2007
Pidato Ketua Umum
Partai Persatuan Pembebasan Nasional (Papernas)
Agus Jabo Priyono.
Assalamualaikum wr.wb.
Salam Sejahtera bagi semua.
Hidup rakyat Jakarta, hidup rakyat Indonesia, Hidup Papernas!
Selamat datang kepada saudara-saudara rakyat Jakarta, dalam acara apel akbar
kebulatan tekad nasionalisasi industri pertambangan.
Kenapa kita harus apel akbar?
Bahwa kita rakyat Jakarta, rakyat Indonesia sebagai pemilik syah dari tanah
air ini, tumpah darah kita, bangsa kita harus menunjukkan sikap kita yang jelas
dan tegas bahwa kekayaan yang ada di tanah air ini adalah milik kita,
kedaulatan kita, untuk kemakmuran kita, untuk kesejahteraan anak cucu kita, dan
siapapun tidak berhak untuk memberikan secara gratis kepada modal asing, yang
kembali akan menjajah kita! Lihatlah DPR dengan UU nya telah memberikan
landasan hukum dan politik untuk membuka seluas-luasnya tanah air kita dijarah
dan dirampok oleh modal asing, oleh penjajah asing!
Maka dengan apel akbar ini, kita nyatakan sikap kita, bahwa rakyat Jakarta
serta seluruh rakyat Indonesia menolak penjajahan asing! Menolak setiap produk
UU yang berpihak kepada kepentingan asing!
Saudara-saudara, semestinya negara Indonesia yaitu Pemerintah dan DPR adalah
membela kepentingan rakyat, mensejahterakan rakyat, memberikan pelayanan
kesehatan dan pendidikan gratis kepada rakyat dengan membangun Industri
nasional yang kuat serta mandiri!
Saudara-saudaraku sekalian!
Problem Pokok Rakyat Indonesia saat ini adalah Imperialisme- penjajahan
asing- dan agen dalam negeri yang menyebabkan bangsa Indonesia tidak memiliki
kedaulatan Politik, Ekonomi dan Budaya, karena tidak memiliki kedaulatan, maka
kehidupan kita bukan kita sendiri yang mengatur tapi pihak lain yaitu pihak
asing, maka wajar kalo mereka tidak akan memeikirkan kehidupan kita sebagai
rakyat Indonesia, karena tujuan mereka hanyalah mencari keuntungan
sebanyak-banyak, apapun akan mereka lakukan untuk mempertahankan keuntungan
tersebut. Melihat dan meradakan situasi ini apakah kita akan diam saja,
saudara-saudara?
Saudara-saudaraku!
Sejak Indonesia Merdeka, artinya kita telah memiliki kedaulatan politik untuk
mengatur kehidupan kita sendiri. Akan tetapi kedaulatan politik yang menjadi
jembatan emas menuju kemakmuran bangsa melalui kedaulatan ekonomi sampai tahan
50 an belumlah terwujud, bahkan sejak Orde Baru berdiri, kedaulatan ekonomi dan
politik rakyat Indonesia kembali dirampas!
Bahkan setelah reformasi, kedaulatan politik yang mestinya dibangun untuk
kepentingan rakyat Indonesia, pada kenyataannya tidak sama sekali, demokrasi
yang dibangun adalah demokrasi liberal, demokrasi bebas, yang kata Bung Karno
tidak cocok untuk bangsa kita, karena demokrasi liberal hanyalah akan
menempatkan orang-orang kaya sebagai pemegang kekuasaan ekonomi dan politik!
Rakyat Indonesia hanyalah akan menjadi kuli-kuli di negaranya sendiri, di tanah
tumpah darahnya sendiri!
Untuk itu, saudara-saudaraku, kita harus segera membangun Demokrasi Baru!
Demokrasi yang menjadi anti thesis/kebalikan dari demokrasi neo liberal, akan
tetapi demokrasi baru. atau demokrasi gotong royong, atau demokrasi yang
membela kaum marhaen, demokrasi yang membela rakyat jelata. akan tetapi apapun
namanya demokrasi yang harus dibangun adalah demokrasi yang mengabdi sepenuhnya
kepada kepentingan rakyat. Jadi benar kata bung Karno (presiden I) kita, yang
sering mengatakan bahwa Revolusi belum selesai.
Saudara-saudaraku rakyat Indonesia, rakyat miskin Jakarta.
Sejak republik ini berdiri, telah terjadi perdebatan yang hangat diantara
para pemimpin kita, para pemimpin bangsa kita tentang bagaimana Indonesia yang
baru, membangun ekonomi bangsanya. Ada sebagian yang mengabdi kepada
kepentingan asing, ada sebagian yang menginginkan pembangunan ekonomi Nasional
yang mandiri. Dengan cara membatasi investasi modal asing disektor pertambangan
serta sarana umum dan memberikan modal serta perlindungan bagi industri dalam
negeri.
Tapi yang menjadi pemenang kemudian adalah kekuatan yang pro terhadap modal
asing, kekuatan yang mendukung penjajahan datang kembali ke Republik yang kita
cintai ini!
Maka wajar kalau kita tidak memiliki kedaulatan ekonomi sendiri, yang
berakibat orang miskin di Indonesia hampir separuh jumlah penduduk Indonesia!
Maka jikalau kita ingin sejahtera, ingin makmur, gemah ripah loh jinawi,
tidak ada pilihan lain bagi rakyat Indonesia selain kita harus merebut kembali
kedaulatan ekonomi ini! Dengan sekuat tenaga dan bersatu dengan siapapun yang
mencintai bangsa ini!
Penjajahan selalu mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang kerdil,
peminta-minta, tidak mandiri, agar apa saudara-saudara, agar kita selalu
tergantung kepada modal asing, tergantung kepada kepentingan asing!
Untuk itu, kita harus segera membangun budaya sendiri, yaitu bukan budayanya
kaum kuli, bukan budayanya kaum inlander, akan tetapi budaya yang membangun
karakter kepada bangsa kita untuk menjadi bangsa yang mandiri dan bermartabat!
Budaya apa itu, yaitu Budaya bagi rakyat untuk sadar sebagai anak bangsa yang
merdeka, bermartabat, dan bangkit serta bersatu dalam melawan setiap
penindasan, bukan bangsa pengemis, peminta-minta, bukan bangsa yang nrimo!
Itulah budaya kita!
Apa yang harus dikerjakan, kalau begitu?
Saya simpulkan, dengan banyaknya UU yang disahkan oleh DPR dan mayoritas UU
tersebut adalah bertendensi Liberal, artinya UU tersebut telah mengabdi kepada
kepentingan Modal besar, jadi jika melihat gelagat politik kedepan Indonesia
akan dibawa sepenuh-penuhnya kepada negara bebas, yang hanya menguntungkan para
pemilik modal besar dan asing. sedangkan Industri dalam negeri yang mestinya
dibangun dan dilindungi tidak akan bisa berdiri.
Artinya kalau situasi ini tidak bisa dibendung oleh semua komponen demokratik
Nasional yang mencintai bangsa ini, maka siap-siap saja kita kembali terjerumus
menjadi bangsa kuli, bangsa Inlander yang tidak memiliki kedaulatan apapun
terhadap bumi pertiwinya, terhadap tumpah darahnya.
Bahwa perubahan menuju demokrasi baru adalah pekerjaan yang berat, dan
siapakah yang sanggup melakukan perubahan tersebut, apakah Partai besar yang
sekarang ada di Parlement dan berkuasa bisa membuat perubahan tersebut? saya
duga, niat saja mungkin tidak ada untuk melakukan perubahan itu.
Apakah Papernas sendiri sanggup?
Yang bisa merubah adalah rakyat sendiri, rakyat yang sadar, rakyat yang
berserikat, rakyat yang berpartai. rakyat yang bersatu, jutaan rakyat yang
bergabung dengan Papernas. Tugas Papernas hanyalah mewadahi, memimpin,
mengarahkan apa yang menjadi kehendak rakyat indonesia. kehendak rakyat yang
sadar dan menginginkan perubahan.
Ingat saudara-saudara, situasi yang kita rasakan sekarang ini, dimana jutaan
rakyat Indonesia masih miskin, menganggur, kurang kesehatan, dan kurang
pendidikan. Nrimo adalah hasil dari kebijakan pemerintan dan Partai-Partai
besar di parlemen yang tidak mengabdi kepada kepentingan rakyat, kepentingan
Bumiputra, maka jangan sekali-kali dan terulang lagi bahwa kita menitipkan
hidup kita, anak cucu kita kepada Partai-Partai besar yang telah terbukti tidak
pernah sedikitpun membela kepentingan rakyat banyak.
Saudara-saudaraku, marilah kita bersatu padu, bergandeng tangan, kepalkan
tinju, rebut kembali kedaulatan Politik, Ekonomi dan Budaya, sekarang juga,
dengan cara apa? yaitu dengan cara menghapus semua hutang kita dengan luar
negeri, nasionalisasi pertambangan kita sekarang juga dan bangun industri
nasional sekarang juga!
Terima kasih!
Cukup sudah jadi bangsa kuli! Bangkit jadi Bangsa Mandiri!
Hidup Rakyat, Hidup PAPERNAS!
Wassalam...
--------------------------------
Legalize it - don't criticize it, Legalize it and i will advertise it, Some
call it tampee, Some call it the weed, Some call it Marijuana, Some of them
call it Ganja, Legalize it - don't criticize it, Legalize it and i will
advertise it, Singer smoke it, And players of instruments too, Legalize it.
Peter Tosh
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
[Non-text portions of this message have been removed]
Bersatu Rebut Kekuasaan: Hancurkan Kapitalisme, Imperialisme, Neo-Liberalisme,
Bangun Sosialisme!
Situs Web: http://come.to/indomarxist
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/indo-marxist/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/