Setuju mas Budi,
sepertinya memang popularitas ST kurang dikarenakan masyarakat mengalami
hambatan bahasa. Sebagai contoh Harry Potter, semakin melonjak fansnya sejak
diterjemahkan dan tentunya ditambah publikasi yang cukup gencar di media cetak
dan elektronik. Memang disayangkan porsi bacaan dan tontonan kita masih
diramaikan oleh drama, dan chicklit. Lebih disayangkan lagi pengarang anak
negeri juga masih langka, jikapun ada sudah terjebak dengan ide dari film ST
dkk. Saya ingat dulu waktu masih sd or smp ya (akhir 70an) ada novel karya anak
negeri untuk anak anak dan remaja karangan Joko Lelono (lupa judulnya) bisa
cukup memberikan pencerahan bagi anak2 mengenai apa itu kecepatan cahaya, dll.
Saya rasa seandainya bisa di terjemahkan novel2 sekelas ST dan SW bisa memacu
pengarang anak negeri untuk mengeluarkan karya yang mumpuni. Siapa tahu kalo
Stargate mengambil ide dari masa Mesir Kuno dan Knight of Round Table nanti ada
novel sci-fi kita mengambil ide era Aji Saka or
Majapahit...he3x... Mbak Indie mau memulai bikin novel ST versi Indonesia..?
salam,
Hadi
Budiss <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On 12/12/2006 at 13:22 Puruhito Sidikerto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ya lucu juga sih ngebayangin novel ST di-translate...
Mas Pito,
Kalau menurut saya sih endak lucu mas. Banyak buku cerita karya
orang luar yang di terjemahkan atau di alih bahasakan agar lebih po-
puler di Indonesia sini. Dan diterjemahkan atau di alih bahasakan me-
mang salah satu cara menembus kendala bahasa.
Saya malahan sangat berharap buku2 Sci-Fi seperti StarTrek banyak
diterjemahkan supaya semakin populer disini, bukan cuma buku2
doraemon dan yang sejenis.
Salam,
Budiss.
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
[Non-text portions of this message have been removed]