Mereka yang meyakini konsep Cyclic Cosmos, yakin bahwa yang menciptakan
pastilah diciptakan pula.

Mati, tercipta lagi, terus begitu tanpa henti. Pemahaman mereka akan Tuhan
pastilah berbeda, atau tidak percaya adanya suatu kekuatan yang terlepas
dari ruang-waktu.

 

 

Selama seseorang percaya adanya Kekuatan Maha Esa yang time-less dan
space-less, maka apapun sebutannya, ia masih percaya Tuhan.

 

IMHO.  :-)

 

 

Salam,

Eri

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Sharif Dayan
Sent: Friday, September 14, 2007 1:43 AM
To: [Indo-StarTrek]
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...

 

Salam Sejahtera...

Pada Rabu, 12 September 2007, Eka Budhiman menulis:

> Jaman sekarang kalo ngak percaya agama ttt, disebutnya
> "Free Thinker".

Seorang teman menyebut saya demikian, tapi saya kurang sependapat. 
Mungkin yang lebih tepat adalah "double-thought", istilah yang berasal 
dari novel "1984" karangan George Orwell.

Agama / kepercayaan adalah buatan manusia untuk mencitrakan kuasa yang 
menguasai segala kuasa yang ada. Umat Hindu memberikan penghormatan pada 
dewa dan dewi, namun di atas semua itu ada Yang Mahaesa, yang disebut 
Sang Hyang Widhi oleh saudari dan saudara kita umat Hindu Bali.

Sharif Dayan
di Palembang

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke