hehehe..koreksi dah..maksudnya kl di teori-nya yg bung Eri sampekan khan

yg namanya waktu itu 'ga ada' ..hayo..bgm bisa yakin 'masa lalu' itu
sebenarnya 'masa lalu'...
 


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erianto Rachman
        Sent: 19. syyskuuta 2007 12:36
        To: [email protected]
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...
        
        

        Seingat gw, gw ka pernah nyebut "belakang"..
        
        Yang gw sebut adalah bahwa kita ga bisa ke masa lalu.
        
        Masih sama, bagi gw ga mungkin lah yaaaaaawwwwww
        
        @ Keanu
        
        Kekekekeke. malaikat capek ya nulis-hapus terus..kekekeke
        
        Salam,
        
        Eri
        
        _____ 
        
        From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        On Behalf Of Alidjaja Ivan
        Sent: Wednesday, September 19, 2007 8:30 AM
        To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...
        
        apa bung Eri yakin kalo 'belakang' itu pasti 'belakang' menurut
teorinya
        bung Eri?
        
        Ivan
        
        ________________________________
        
        From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com] On Behalf Of Keanu R
        Sent: 18. syyskuuta 2007 22:26
        To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com
        Subject: [Indo-StarTrek] Re: Braneworlds...
        
        ok, go to Eri's statement:
        ...kita hanya bisa time travel ke 'depan' bukan ke 'belakang'
        
        kasian malaikatnya nulis-hapus nulis-hapus gitu :)
        
        --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> , "Ario Wirawan"
<[EMAIL PROTECTED]>
        wrote:
        >
        > Ooo, maksudnya mengubah sejarah gitu. Ya bisa aja sih. Tapi
        ada beberapa
        > alternatif skenario yang bisa terjadi terkait dengan ini.
        > 
        > 
        > 
        > Skenario 1.
        > 
        > Timeline tetap satu. Jadi kita mengubah sejarah (tindakan diri
        kita
        sendiri
        > di masa lalu) sehingga mencegah past-kita berbuat dosa. Nah,
        dalam
        skenario
        > ini, karena timeline tetap satu, maka kejadian ini tetap
        terhubung
        dengan
        > hidup present-kita, sehingga dosa present-kita jadi berkurang.
        > 
        > 
        > 
        > Skenario 2.
        > 
        > Sama dengan skenario 1 sebenernya. Seharusnya dosa
        present-kita
        berkurang
        > karena tindakan pemicu dosa tidak jadi dilakukan. Tapi
        sayangnya
        tindakan
        > mengubah sejarah terhitung dosa oleh Tuhan. Besarnya segimana?
        Besarnya
        > sangat bervariasi, yaitu persis equal dengan dosa kita yang
        hilang
        akibat
        > perubahan sejarah yang terjadi. Artinya itungannya impas.
        > 
        > 
        > 
        > Skenario 3.
        > 
        > Timeline terpecah. Saat kita mengubah sejarah dan mencegah
        past-kita
        berbuat
        > dosa, timeline terpecah menjadi dua. Timeline present-kita
        yang sudah
        > dijalani tidak berubah (karena sudah dijalani, tindakan sudah
        dilakukan dan
        > dosa sudah terbentuk) tapi terbentuk alternate timeline di
        mana
        > alternate-kita berada (alternate-kita adalah past-kita yang
        tumbuh
        dewasa
        > setelah sejarah diubah). Di situ dosa alternate-kita
        berkurang, karena
        > tindakan pemicu dosa tidak dilakukan, tapi bagi present-kita
        dosa tidak
        > berkurang.
        > 
        > 
        > 
        > Skenario 4.
        > 
        > Timeline tidak bisa terpecah, tapi on the other hand, sejarah
        (sesuatu yang
        > sudah terjadi) bagi present-kita tidak bisa diubah/di-undone,
        karena
        kondisi
        > present-kita bisa "ada" dan "seperti itu" adalah karena
        sejarah/masa
        lalu
        > tertentu. Nah, dalam skenario ini memaksakan mengubah sejarah
        membuat
        > keberadaan present-kita menjadi kontradiktif dengan sejarah.
        Akibatnya,
        > begitu mengubah sejarah, maka keberadaan present-kita tidak
        lagi
        diakui oleh
        > timeline dan present-kita pun hancur/lenyap tanpa bekas.
        Alih-alih
        ngurangin
        > dosa malah mati. Keciannnn deh luuuuu...
        > 
        > 
        > 
        > Lho, yang tadinya kelihatannya sederhana kok jadi panjang gini
        ya? He he
        > he... namanya juga mengkhayal. :-)
        > 
        > 
        > 
        > Ario
        > 
        > 
        > 
        > _____ 
        > 
        > From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        > On Behalf Of Keanu R
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > ---dengan asumsi time-travel ok---
        > 
        > lha kita khan bisa mencegah kita-old u/ berbuat salah :)
        > Amal ma'ruf nahi mungkar tuh ... :)
        > 
        > Hehe...
        > MN
        > 
        > --- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        > yahoogroups.com, Ario Pro TV <progexprotv@> wrote:
        > >
        > > Kayaknya nggak ada hubungannya deh, Mas, antara kembali ke
        masa lalu
        > ama itungan dosa. Sama aja pindah ke masa lalu atau masa
        depan, nggak
        > ada pengaruh dengan itungan dosa kita.
        > > 
        > > Menurut gue sih kalo kita pindah waktu, maka kita akan
        menjadi
        > person/entity yang berbeda dengan diri kita di masa itu (lalu
        atau
        > depan). Jadi dosa yang kita tanggung dengan tindakan-tindakan
        yang
        > kita lakukan ya terhitung pada diri kita yang melakukannya, di
        mana
        > pun dan di waktu mana pun kita melakukannya. IMHO. Lha, pindah
        waktu
        > aja belum dimungkinkan, semua pasti masih merupakan opini. :-)
        > > 
        > > Ario
        > > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > 
        > [Non-text portions of this message have been removed]
        >
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke