Salam Sejahtera... Pada Jumat, 7 Desember 2007, Alidjaja Ivan menulis:
> Akhirnya Capt. Sharif turun juga.... Dua minggu saya cas (charge) batere...:-) Kalau model Data mungkin enak, cukup lepas kulit kepala, lalu 'batere' positronnya langsung diisi sekian detik... > Ngomong2 ttg PAB (Pusat Antariksa Biak), saya kok ngerasa bahwa kita itu > tertinggal 50 tahun dengan > Rusia ya? Jgn teknologi yg mereka 'share' dgn kita itu teknologi yg > lama... Secara umum, dasar yang digunakan sama adanya. Yang dipentingkan adalah alatnya ada termasuk ahlinya sekalian. Orang-orang Indonesia banyak yang pandai tatpi kekurangan alat dan dana. Sekian tahun silam, siapa yang memandang Korea dan Taiwan ? Yang dikenal pada mereka adalah sebagai pemnuat tetiron barang-barang AS. Sekarang, mereka menjadi salah satu raja peralatan canggih. Apakah mereka lebih pandai dibandingkan orang-orang Indonesia ? > Saya kok juga punya feeling jika kt akan partisipasi di luar angkasa 20 > tahun lagi.. Siapa yang percaya bahwa kapa selam dan pesawat tempur akhirnya menjadi kenyataan ? Para penentang kerasnya sejak awal justru dari kalangan kemiliteran. Tapi tetap saja ada yang tidak gentar dengan itu. Saya tidak muluk-muluk dengan teknologi sekarang, yang penting adalah menyiapkan para generasi setelah kita. Itu dimulai sekarang. Sayang kan, kalau kita hanya asyik berbicara sendiri di antara kita, padahal itu bisa diwariskan pada penerus kita ? Tahun depan, sekiranya diizinkanNya, saya akan mengajak teman-teman lulusan Taman Siswa Sungai Gerong untuk kembali membelanjaka buku bagi adik-adik kami di pelosok kabupaten Banyuasin itu. Saya berharap bahwa kelak merekalah yang menjadi peewujud harapan Anda itu, harapan kita semua. Siapa mau ikut ? Tut tut tut...! <lagu anak-anak> Sharif Dayan
