Ya. Gw juga ikutan gemes dengan kelakuan para pejabat kita.

Sama sekali ga ada otaknya, dalam arti yang sebenarnya.. loe coba congkel
deh tuh kepala, pasti yang ada cuma vacuum of space. mending dijadiin
celengan koin aja dah!

Climate Change sama sekali masih berupa dongeng di telinga mereka.

Mereka tidak pernah serius menanggapinya.

 

Memang aksi extreme dibutuhkan di sini. Kalau perlu ada korban (jiwa) nya
biar semua mata bisa melihat dan semua telinga bisa mendengar.

Gw pernah bilang, kita perlu revolusi.

Revolusi budaya dan revolusi energi.

 

300,000 orang meninggal setiap tahun akibat korban dari climate change. Ini
adalah fakta, bukan dongeng.

Tapi sayang mereka buta huruf semua.

 

Maaf bila ada yg tersinggung. Saya cuma menuliskan fakta.

Kalaupun ada yang tersinggung. Baguslah.

 

 

ER

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Ario at Yahoo dot Com
Sent: Thursday, 31 December 2009 9:38 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] GO GREEN.. {was: Precipice... }

 

  

Di Jepang, orang ditawarin duit supaya punya anak. Balik-baliknya ke budaya
(tradisi), wawasan dan tingkat pendidikan kayaknya.

Mengenai pemerintah, kayaknya sulit diharapkan deh. Bukan sulit, mustahil.
Bayangin aja, rakyat hidup susah, anak-anak mati busung lapar, eeh, menteri
dibeliin mobil 1,3 miliar. Katanya biar nggak mogok di jalan. He he he...
pembelaan yang tolol banget nggak sih? Emang mobil yang 300 juta suka mogok
di jalan?

Crown Royal Saloon 3000 cc itu bensinnya 1:10 (1 liter 10 rumah) dan kita
mau mengharapkan pengurangan emisi CO2 dari orang-orang seperti itu? Empati
terhadap sesama manusia masa kini aja, yang jelas-jelas hidupnya menderita
dan kelihatan di depan mata, nggak ada. Apalagi empati terhadap Bumi dan
manusia-manusia masa depan, yang notabene nggak kelihatan di depan mata?

Saat ini gue jadi tidak menutup mata pada eco-terrorism sebagai salah satu
alternatif. Sorry kalau statement ini membuat komunitas kita jadi dipantau
oleh CIA dan kroni-kroninya (seperti BIN.) Tapi ini pandangan pribadi. Di
luar dari sumbangan pribadi yang kecil-kecil itu (yang secara kolektif
menjadi besar dan sangat berpengaruh) sepertinya tetap dibutuhkan tindakan
ekstrim untuk menyelamatkan Bumi. Kalo enggak sih, wallahualam deh.

Ario

________________________________
From: iful <iful.sp...@startrek <mailto:iful.spock%40startrek.or.id> .or.id>

Nah ini nih...salah satu pangkal masalah: laju pertumbuhan manusia yg tidak
terkontrol.
Anehnya. ..hanya negara berkembang saja yg jadi kontribusi utama jumlah
manusia, sedangkan negara maju...bisa dikatakan stagnan populasinya.

tambahan aja
CO2 bukan sebagai enemy tapi kadar yg tinggi lah enemynya

/ivul

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke