Di sini juga akting Patrick Stewart diuji. Bagaimana dia membawakan peran Picard yang peragu dan cari aman. Pokoknya nggak mantep bangetlah dibanding Picard yang kita kenal. Hayo, pilih mana? Posisi rendah tapi aman, atau posisi tinggi tapi jantungnya buatan? He he he... tiap orang punya pertimbangan dan prioritas masing-masing sih memang.
Ario ________________________________ From: Ivan Alidjaja <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, May 18, 2010 11:07:23 AM Subject: Re: [Indo-StarTrek] Leadership Ada satu kisah di Tapestry Season 6, Episode 15 di mana si Picard di kirim ke masa lalu oleh Q guna 'merubah' masa sekarangnya. Di masa lalu yg sebenarnya, Picard took a risk dengan berantem demi membela temannya. Nah ketika dikirim kembali oleh Q, si Picard pilih 'safe'2an aja dengan menolak berantem dan membela temannya. Apa hasil dari 'perubahan' ini? Ketika si Picard kembali ke masa kini, dia bukan kapten, tetapi cm science officer (letnan) yg kerja di Astrophysics dan report ke Geordi.. Waktu si letnan Picard ini komplain ke Riker dan Deanna ttg mengapa dia ga maju2 kariernya, si Deanna bilang bahwa si Picard itu adalah org yg ' performance record has always been good, thorough, dedicated, steady, reliable, punctual'. Terus waktu si Picard mencecar, kalo gitu, kenapa dia ga diberi kesempatan untuk memimpin? Riker bilang 'I do not think it is realistic' dan Deanna bilang ' Throughout your career you have lofty goals, but you have not done what is necessary to attain them' lalu Riker melanjutkan 'If you want to get ahead you have to take CHANCES, stand up on the crowd, get noticed' Moral of the story adalah bukan berarti kita harus berantem ,-) , tapi, kata2 Riker dan Deanna itu mencerminkan bahwa apa yg Capt Picard selama ini punya sebagai seorang leader, adalah kualitas: 1. take chances 2. do what is necessary to attain goals 3. stand up on the crowd -> be different! (in positive way) 4. get noticed Tapestry adalah salah satu episode terbaik ST TNG, highly recommended utk ditonton - if you can watch one episode, then this is the ONE. Saya sendiri sangat terinspirasi oleh episode ini, dan kadang2 saya kaget sendiri kalau one of the best lessons sometimes can come from Star Trek. Cheers Ensign Ivan 'Kim' Lee ________________________________ From: Ario at Yahoo dot Com <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, 18 May, 2010 9:48:43 AM Subject: Re: [Indo-StarTrek] Leadership Pemimpin dan pengikut sama-sama vital dalam sebuah tim. Saya punya beberapa staf di kantor saya yang punya skill sangat tinggi, bordering genius dalam bidang masing-masing. Tapi kelihatan sekali mereka tidak bisa mengelola, baik itu serangkaian tugas yang terkait dengan lini lain, maupun serangkaian SDM yang seharusnya berada di bawah perintahnya (tapi memang bukan bawahannya.) Juga tidak berani mengambil keputusan sendiri. Di lain pihak, tanpa orang-orang ini, rangkaian pekerjaan juga tidak akan berjalan selancar dan dengan kualitas sebaik jika ada mereka. Karakter pemimpin ada yang inborn atau dipelajari. Saya baru mem-fingerprint-kan anak saya dan baru memahami pola pikir manusia itu dibagi menjadi tiga. Horizontal, vertikal dan abstrak. Orang yang didominasi pola pikir horizontal dan abstrak sangat berbakat menjadi pemimpin, karena mereka memandang sesuatu dari sudut pandang yang luas dan mempunyai kreativitas yang baik untuk mencari solusi dengan menggunakan input-input yang dia dapatkan dari pandangan yang luas tersebut. Sementara orang yang didominasi pola pikir vertikal sangat detail dalam pemahaman bidangnya, sehingga akan menjadi orang yang sangat ahli dalam bidang yang dia tekuni tersebut. Picard, Kirk, Janeway dan Sisco, to name a few, jelas dibentuk (oleh cerita) sebagai karakter yang sangat pemimpin. Tidak terlalu detail dalam skill tertentu, tapi berpandangan dan berwawasan sangat luas. Ario ________________________________ From: Ivan Alidjaja <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tue, May 18, 2010 9:15:31 AM Subject: [Indo-StarTrek] Leadership Dalam Episode Conundrum, Season 5, Episode 14 Seluruh crew Enterprise di 'hapus' memori identitas mereka, tetapi dengan skill dan knowledge yg sama. Worf menganggap dia adalah kapten dari Enterprise sampai akhirnya ada ship record yg menyatakan bahwa Picard adalah kapten. Ini membuktikan bahwa Worf punya kualitas pemimpin. Yg lucunya, Picard jadi science officer yg ngutak ngutik panel paling belakang bridge (tentunya ini terjadi sebelum komputer mengatakan bahwa dia itu adalah kapten). Dan sementara itu, Riker tetaplah playboy....gw suka sama Ensign Ro..rasanya dia membuat Enterprise menjadi lebih 'hidup' dan tidak terlalu 'steril' - So, jika anda di sebuah grup dan kalian saling tdk mengenal - dan tiba2 ada masalah besar yg membutuhkan grup ini untuk berkoordinasi dan mencari solusi, apakah anda yg menjadi pemimpin atau pengikut? - Ensign Ivan 'Kim' Lee [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
