Aksi yg kita sering sebut 'nekat', dapat dijelaskan dalam buku daniel goleman 
1996 " Emotional Intelligence " (lupa judul persisnya, mudah2an bnener), coba 
browse mang google kata 'amigdala' atau dikenal dgn amygdala hijack,  proses yg 
mem-bypass jalur resmi (pengecekan fakta) langsung ke neokorteks ("thinking 
brain). 

Konon katanya, pembajakan amigdala itu yg menentukan hidup atau mati manusia 
dalam keadaan terdesak. Contoh kecil kalau kita mendengar atap rumah seperti 
hampir runtuh dalam keadaan tidur lelappun kt bs terbangun, lalu manusia bs 
loncat dr tempat tdrnya tanpa mengecek fakta lebih dahulu apakah hanya kucing 
berantem atau lainnya. Baru setelah tenang amigdala akan mengembalikan jalur 
proses ke normal, otak kita akan mengecek semua fakta dan mengambil kesimpulan 
plg baik. Kalo gak salah, bahkan pada saat pembajakan berlangsung, pemompaan 
aliran darah lebih cepat ke jantungpun diatur oleh Mr. 'A' tsb.

Dalam buku jg disebutkan contoh anak kecil mendengar temannya tercebur di suatu 
sungai / danau anak tsb yakin bs berenang karena amigdala memberikan jalur 
khusus ke thinking brain dan feedbacknya "bisa berenang", anak tsb berlari dan 
lgs melompat utk membantu menyelamatkan tanpa mengecek kedalaman sungai, suhu 
dingin / tidak dll. Tidak hapal cerita persisnya tapi krg lebih spt itulah. 
Begitu Hebatnya ciptaan yg Mh Kuasa kalau boleh saya sisipkan dlm email ini.

Bahkan dalam film mas nunu yg sbg alien, pihak manusia mengclaim  "manusia 
dapat bergerak atau berubah dalam keadaan terdesak (precipice)".

Data dan Bung ER sepertinya lebih bergerak memperhitungkan semua angle dan 
fakta dan memutuskan right course of action dan juga mempercayai keputusan tsb 
sbg yg paling tepat shg berani mempertaruhkan kondisi lainnya. Bedanya kalu 
Data konstan, Mas Eri lebih lega pada akhirnya.

Hanya Pendapat saja, cmiiw yaaa...

Br,
<Hilmy>
Subspace channel by USS Enterprise Ship'sBerry®

-----Original Message-----
From: Bowo Trahutomo <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 17 May 2010 21:08:44 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Leadership

Yeup..that's rite..kadang dalam keadaan terdesak / kepepet otak kita dapat 
bekerja 3  - 4 kali lebih cepat mencari berbagai alternatif solusi - keadaan 
stressful tidak selamanya buruk, dlm kadar yg tepat, dapat memacu kita lebih 
berprestasi dan lebih sehat :) 

~ LIVE LONG and PROSPER ~
Bowo T. Suharso
http://trekphilosophy.blogspot.com/
http://facebook.com/trahutomo
SKYPE: bowo.trahutomo
LinkedIn: http://id.linkedin.com/in/bowotrahutomo

--- Pada Sel, 18/5/10, ER [Energy Revolution] <[email protected]> 
menulis:


Dari: ER [Energy Revolution] <[email protected]>
Judul: RE: [Indo-StarTrek] Leadership
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 18 Mei, 2010, 10:59 AM


  



Kalo yang semacam ini gw pernah alami.

Gw terancam dipecat atau minimal dihukum berat atas tindakan gw. Tapi gw
lakukan juga dengan mengetahui konsekuensi yang gw hadapi.

Tapi proyek gw selamat karenanya.

Jadi mau gimana kalo gitu? 

Ya utnungnya gw ga dapet hukuman, customer happy, dan at the end all are
happy.

Sepertinya memang ada processor di kepala kita yang namanya otak itu yang
mengatur prioritas.

Dengan waktu beberapa menit bisa membantu kita memproses / analisa impact
dan outcome dari keputusan yang akan diambil.

Ehm.. sebenarnya ini hampir sama dengan 'nekat'

Walaupun setelah itu sepertinya otak langsung beku.

Salam,

ER

----------------------------------------------------------

Support Energy [R]evolution Now!

www.human-earth.blogspot.com

_____ 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Dwi Santoso
Sent: Tuesday, 18 May 2010 10:47 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Leadership

Jadi teringat dengan si android yang bisa tegas dan kreatif ketika
ditugaskan oleh Jean-luc Picard sebagai kapten di salah satu starship ketika
Starfleet memutuskan membuat strategi sensor net guna mendeteksi starship
dari Romulan yang hendak menyuplai pemberontak Klingon.

Ketika armada disuruh mundur, Data tetap keukeuh menembakkan sesuatu (aku
lupa namanya) sehingga starship Romulan terdeteksi. Padahal Data berpola
pikir vertikal...Ketika dia melapor kepada Jean-luc Picard, Data siap
diadili di Mahkamah Militer (Court Martial) namun sebaliknya, Jean-luc
Picard memuji tindakan Data yang telah menyelamatkan aliansi Federasi dengan
Klingon.

Cheers,

Dwi Santoso
----------------------------------------------
YM = anto_ti96
FB = [email protected] <mailto:dwisantoso%40gmail.com> 
----------------------------------------------

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]










[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke