Kecuali Aliennya kayak di District 9 atau Alien Nation.. Kaum buangan dari planet nya. Kita kudu tampung mereka di rumah kita hahahaha
Anyway... Setuju banget pendapat Eri, kita baik-baik saja koq tanpa mereka. Kalau kita butuh teknologi untuk "pergi keluar sana" yaaa kita bikin sendiri. Suatu saat nanti, pasti bisa. Cuma, nantinya kayaknya manusia kalau sudah bisa mencapai itu... bakal keblinger, sombong, dll dsb. Contoh saja, Indian di amerika.. baik-baik saja... tapi begitu ada bangsa lain masuk dan meng claim sebagai "penemu" karena teknologi lebih canggih... terdesaklah mereka. Apakah kita kalau sudah meng explore dunia lain, akan terjadi hal itu lagi, atau kita bisa belajar dari sejarah. Sebaliknya, apakah kita bisa yakin kalau ada alien yang datang ke bumi, mereka punya dan bakal menghormati "prime directive"? Soal topik rekaman UFO di Kendari... Saya yakin 100% itu bukan UFO. Saya tidak bisa memastikan, apakah si pembuat video, atau pemilik kameranya. sengaja memalsukan, atau membuat berita bohong. Bisa saja itu hanya karena cacat di kamera... atau 'tempelan' atau dibuat dengan komputer. Perlu diteliti lebih lanjut, dan saya bukan pakarnya (and please... nggak perlu pakai R** S**** deeehhh, masih banyak yang lain) Yang jelas, perlu ada interview mendalam dengan pembuat videonya... _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of ER [Energy Revolution] Sent: Friday, June 04, 2010 10:42 PM To: [email protected] Subject: RE: [Indo-StarTrek] foto UFO di Kendari Menurut pendapat gw (IMHO), (Ini adalah sejarah manusia versi gw semata yg gw anggap paling logis) Manusia akan berkembang hingga menguasai space, time, matter dan energy berkat usaha sendiri. Nah, setelah itu, ketika manusia menemukan warp dan replicator, dll, maka manusia akan mampu mencukupi kebutuhan sendiri. Apakah kemudian terjadi Frist contact dengan ETI seperti pada film Star Trek? Menurut saya belum tentu begitu. Para alien yang telah maju juga akan mandiri seperti manusia. Mereka tidak butuh kontak dengan siapa pun. Untuk gampangnya, sama halnya dengan Jin. Apakah manusia "perlu" bertemu dengan mereka? Tanpa mereka pun kita bisa exist. Mereka ga ada relevansi nya sama sekali dengan manusia. Mereka too alien for us. Sama dengan ETI. Mareka akan terlalu asing, terlalu alien buat kita sehingga hampir tidak ada satu benang-merah -pun yang bisa menghubungkan kita dengan mereka. Begitu kira2 pendapat gw. Salam, ER ---------------------------------------------------------- Support Energy [R]evolution Now! www.human-earth.blogspot.com _____ From: [email protected] <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> [mailto:[email protected] <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Dwi Santoso Sent: Friday, 4 June 2010 9:46 PM To: [email protected] <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> Subject: Re: [Indo-StarTrek] foto UFO di Kendari Mengapa ETI tidak relevan terhadap keberadaan manusia? Cheers, Dwi Santoso ---------------------------------------------- YM = anto_ti96 FB = [email protected] <mailto:dwisantoso%40gmail.com> <mailto:dwisantoso%40gmail.com> ---------------------------------------------- 2010/6/4 ER [Energy Revolution] <[email protected] <mailto:erianto.rachman%40gmail.com> <mailto:erianto.rachman%40gmail.com> > > > > Tidak ada yang bisa membuktikan saya benar atau salah. > > Tidak ada juga yang bisa membuktikan bahwa UFO itu bener2 alien atau Extra > Terrestrial Intelligent (ETI). > > So? The doubt continues. > > :-) > > Gw sering nonton History Channel mengenai UFO, USO, dll, dll. > > Entah kenapa semua pembahasan itu tidak menggelitik rasa ingin tau gw. > > Gw suka banget Star Trek dan gw yakin bahwa ETI ada di luar sana. > > Tapi gw ga percaya UFO. > > First Contact dengan Jin pernah dibahas di milis ini. > > Itu juga sebenarnya ga ada manfaatnya sama sekali. > > Sama dengan ETI, they have nothing to do with us. They are not relevant to > our existence. > > Menurut gw, human can be the master of the universe. > > We can and shall master space and time, matter and energy. > > Coba pahami sebentar maksud penjelasan gw ini. > > Jika manusia bisa menguasai space, time, matter, energy, maka tidak ada > lagi > batasan untuk explorasi. Galaxy Bima sakti yang tadinya sangat luas menjadi > sediit lebih kecil. > > Shall we meet ETI by then? > > I am not so sure. > > Kenapa? Karena gw lebih cenderung meyakini bahwa those ETI are too alien > for > us. > > Pertanyaan banyak ilmuwan: "Mengapa alam semesta ini diciptakan begitu > luasnya?" > > Azas Antropik menjawabnya dengan: "Alam ini tercipta sangat luas adalah > untuk mengantisipasi keingin-tahuan manusia yang menanyakan pertanyaan > itu". > > So, kalau kita sudah menguasai space, time, matter, energy, apakah kita > akan > menemukan ujung alam semesta. Jawabannya adalah TIDAK. > > Karena kemampuan itu sudah diantisipasi oleh Sang Pencipta. > > Bahkan apabila pun manusia sampai bisa accent to be a higher being seperti > Q, tetap tidak akan bisa menemukan batas alam ini. > > So apakah kita akan bertemu ETI? > > Jawabannya adalah YA! Akan tetapi they are not relevant to our existence. > > . > > Menarik eh? > > Ada tanggapan? Menarik juga untuk dibahas. > > Perbedaan pendapat itu menarik. > > > Salam, > > ER > [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
