Saya juga pernah mengalami kejadian seperti cerita di bawah. Di saat pesawat 
baru akan landing, sudah ada bunyi HP. Tidak hanya SMS melainkan telepon masuk. 
Pramugari sudah menegur orang tersebut, tetapi kelihatannya org tsb cuek habis.
Duh, saya pikir, kalo semua org indonesia spt dia, enggak heran kenapa sering 
terjadi kecelakaan pesawat.
Saya tidak tahu seberapa penting bagi orang tsb menerima telp, tetapi 
setidaknya kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan kalau ingin 
selamat.
Apakah menerima/mengaktifkan telp tidak bisa ditunda sampai kita benar2 selamat 
mendarat dan diluar pesawat?


  ----- Original Message ----- 
  From: Tia Irma 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Saturday, May 26, 2007 9:37 AM
  Subject: [indobackpacker] Pesawat dan Handphone


  Dari milist sebelah, mohon dibaca untuk pengetahuan bersama.

  Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA
  200 pada tanggal 7 Maret 2007, pukul 07.00 pagi,
  jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto.
  Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

  Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu
  terbang ke Batam dengan menggunakan pesawat Garuda
  juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang
  warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar
  dan terlihat marah, karena tiba-tiba mendengar suara
  handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang,
  dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau
  mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi
  tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

  Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap
  seperti itu, kemudian dia bercerita bahwa dia adalah
  manager salah satu perusahaan industri, dimana dia
  adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia
  melaksanakan tugasnya tiba-tiba mesin turbin mati,
  setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas
  sedang menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.

  Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi
  HP dengan mesin turbin ini kebetulan sama dan sinergi
  ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin
  tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa
  langsung mati.

  Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa
  diatas, kalau saya tidak salah mendengar mesin pesawat
  tiba-tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah-mudahan
  peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga
  tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering
  bepergian dengan pesawat.(KOMPAS)

  Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya
  Mahal, Transportasi pake pesawat. Tapi bodohnya gk
  ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan itu
  dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang
  indonesia harus selalu belajar dengan cara yang keras.

  Buat yang belum tahu, kenapa Gk boleh menyalakan
  Handphone di pesawat, berikut penjelasannya:

  Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan
  semua sudah mendengar berita mengenai kecelakaan
  pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia
  -Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut
  belum diketahui dengan pasti.

  Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang
  memiliki dan menggunakan ponsel/telpon genggam atau
  apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi
  yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting
  System) bahwa ponsel mempunyai kontributor yang besar
  terhadap keselamatan penerbangan. Sudah banyak kasus
  kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh
  ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat
  untuk kita semua, terlebih yang sering menggunakan
  pesawat terbang.

  Contoh kasusnya antara lain:

  Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru
  saja "take-off" dari bandara Zurich, Swiss. Sebentar
  kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh penumpangnya
  tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan
  sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.

  Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju
  Sarajevo melakukan pendaratan darurat karena sistem
  alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung.
  Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa
  dimatikan, dan menyebabkan gangguan terhadap sistem
  navigasi.

  Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan
  mendaki lagi setinggi 700 kaki justru ketika sedang
  "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow,
  London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum
  mematikan komputer, CD player, dan electronic game
  masing-masing (The Australian, 23-9-1998).

  Seperti kita tahu di Indonesia? Begitu roda-roda
  pesawat menjejak landasan, langsung saja terdengar
  bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.

  Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti,
  bahwa perbuatan mereka dapat mencelakai penumpang
  lain, disamping merupakan gangguan (nuisance) terhadap
  kenyamanan orang lain.

  Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum
  memahami tatakrama menggunakan ponsel, disamping juga
  belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan ponsel
  dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi
  dan kemudi pesawat terbang. Untuk itulah ponsel harus
  dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak berdering
  selama berada di dalam pesawat.

  Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi
  di pesawat: Arah terbang melenceng,Indikator HSI
  (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan
  penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak
  terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan
  frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan
  bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan
  diatas diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan
  lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer
  diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI
  (Course Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy
  Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.

  Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa
  melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang
  terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di
  landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat
  penggunaan ponsel.

  Kebisingan pada headset para penerbang dan
  terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak
  dapat menerima instruksi dari menara pengawas dengan
  baik.

  Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan
  menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan
  tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver
  Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang
  berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000
  kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang
  berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada
  sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus
  terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang
  yang sedang bergerak di atas
  Jakarta).(Varis/ pertamina)

  Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa
  pelanggaran hukum adalah juga pelanggaran etika.
  Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak
  peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum,
  dan sekaligus tidak tahu tata krama?

  Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah
  sebentar. Semua orang tahu kita memiliki ponsel. Semua
  orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita
  orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan
  demi sopan santun menghargai sesama, janganlah
  mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.

  Semoga suatu hari rakyat kita bisa sedikit lebih
  pintar.


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke