Luvie, Backpacker kalau menurut saya sih nggak selalu identik dgn backpacknya ... karena kalau di china sendiri, kita akan takjub melihat banyak orang yg ber-backpacking ria hanya dgn mendorong tas travel mereka yg pakai roda. Macam2 namanya ada yg bilang bag with wheeler ada yg bilang trolley bag, kalau di kita mungkin suit case dgn trolley ya ....
Kami (saya dan istri) sendiri membawa 1 bag with wheeler dan 2 backpack with wheeler ..... rasanya wahhhh uenak sekali, nggak berat dipunggung, kita hanya pakai di punggung hanya bila permukaan tanah nggak rata atau basah .... Bahkan kalau kita pergi keliling daerah dan akan balik di satu kota yg kita jadikan pusatnya, maka travel bag yg besar itu kita tinggalkan dan kita hanya jalan dgn 2 backpack kecil yg dgn roda itu .... Kita sendiri sepanjang perjalanan suka kasihan lihat para bule2 dgn bawa backpack dgn barang bawaan yg berat dipunggungnya, kalau kita? hanya tinggal di dorong saja ...he5x .... Repotnya lagi kalau bawa backpack adalah sistimnya ambil barang dari atas, kalau travel bag juga dari atas tapi kan melebar, sehingga lebih mudah ... Oh ya, saya sempat lemparkan topik di Thorn Tree Forum (lonelyplanet) mengenai mana yg lebih baik back pack atau travel bag dgn roda, ternyata menjadi topik yg termasuk buanyaaak dibaca dan lumayan banyak yg merespon, hasilnya adalah masih terpecah dua. Oh ya kabarnya sudah ada backpack yang 3 in 1 dan dengan roda, kayaknya di singapore ada, kalau ada yg tahu boleh kami diinformasikan .... Kalau boleh menganjurkan, sebaiknya sih cari backpack yg pakai roda, kalau nggak bisa juga, cari travel bag yg ada rodanya tapi ada tali yg buat angkatnya, sehingga kalau darurat, kita bisa perlakukan travel bag itu sbg backpack dgn cara masukan kedua tali nya tadi ke punggung kita ..... Kalau nggak perlu, bisa di dorong lagi ...he5x ..... Tapi memang gaya backpackernya jadi hilang sih kalau begitu ... tapi kalau saya sih lebih milih praktisnya saja .... Sekian info tambahan mungkin berguna ... ossy'81 On 8/7/07, luvie kartika <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hai semua. > > Aku baru - baru ini aja masuk jadi anggota milis yang itupun secara enggak > sengaja aku temuin saat lagi googling. > Pada dasarnya, aku suka jalan - jalan. Dari sejak kecil, kalo ditanya apa > hobiku, aku pasti jawab, baca buku dan jalan - jalan. Tapi, terus terang, > aku enggak pernah ngeh sama istilah backpacker. Padahal selama ini aku jalan > - jalan yah cuma bawa satu tas ransel, numpang - numpang bis AKAP, kadang di > bela - belain ngebaik - baikin supir dan kondektur, supaya bisa dapet one > trip free.Rasanya dulu semua orang begitu ramah, begitu manis, enggak > kayak sekarang dimana setiap orang harus waspada sama orang tidak dikenal > yang ngajak ngomong diterminal....."jangan - jangan nanti gue dibius, trus > dirampok trus....amit - amit diapa - apain lagi....." > Yah, semua itu karena aku memang suka aja, jalan - jalan, ngeliat daerah > baru, ngerasain pagi di tempat baru, dan ngeliat matahari terbenam di tempat > yang lainnya lagi. Rasanya seperti burung kecil yang selalu terbang kesana > kemari sepanjang hari. > > Baru setelah saya dapat kesempatan menetap di Bali, aku kenalan dengan > beberapa orang yang menyebut dirinya Backpacker. Mereka itu adalah orang - > orang yang sering menjelajah berbagai tempat nyaris tanpa pernah melupakan > backpack mereka di punggung, karena mereka hampir tidak pernah stay berlama > - lama di satu daerah, atau tinggal di hotel mewah yang menyediakan > fasilitas lemari serta laundry. Jadi semua barang ( bersih atau kotor ) > mereka bawa dalam satu tas, yang selalu mereka bawa kemanapun langkah kaki > mereka menuju. > > Disaat itulah saya berpikir, itu juga kan yang sering aku lakukan selama > ini. Cuma aku ini ibaratnya backpacker kelas kampung. Karena perjalananku > cuma meliputi singgah - singgah di beberapa tempat di Jawa, Bali, Lombok, > Sumatera. Itupun pakai modal nekat, alias.... kalo sempet cari hotel > murah... yah stay di hotel, kalo enggak....terpaksa deh... cari - cari > sahabat pena yang mau aku tumpangin.... > > Kalo seperti mas Aris bilang, backpacker seringkali enggak pusing sama > barang....mungkin emang iya..yah. > Aku pernah punya kenalan seorang backpacker asal Australia. Dia membuat > saya takjub. Usianya waktu itu sudah 33 tahun, ngakunya dia sudah pernah > hampir ke seluruh dunia. Katanya sih, dia memang suka banget sama > travelling, saking seringnya, setiap kali punya uang dia langsung backpack > dan pergi menghilang. Karena hobinya itulah, sampai di usia sekian dia masih > tinggal bareng dengan nenek yang mengasuhnya sejak kecil ( alias belum punya > rumah sendiri ). > > Tapi sekarang ?? Terus terang, aku agak mikir buat backpack sendirian. > Keadaan makin tidak bersahabat di jalan. Di Bandung saja, aku kecopetan dan > kata beberapa orang yang menyaksikan aku dicopet, pelakunya adalah orang > yang duduk di sebelah aku saat di bus MGM ( Cileungsi - Bandung). Padahal > tingkah orang itu seperti orang mabuk perjalanan, dia ribut kepalanya > pusing, malah sempat aku kasih air minum segala....tapi teganya dia malah > mencopet dompetku !! Gregetan sekali rasanya !! > Dan oh ya... kapan yah Fiskal di negeri kita tercinta ini dihapuskan ? Kok > bisa sih, birokrat di negara ini begitu noraknya....hingga berpikir cuma > orang kaya yang sanggup ke luar negeri ?? > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
