hallo... saya setuju banget dengan cerita Ismail , saya baru berkunjung ke hatyai dibulan oktober awal, kesan saya terhadap orang thailand , mereka sangat ramah dan juga tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan terhadap wisatawan.... minum air kelapa muda di pantai songklha harganya 20 bath sama dengan minum air kelapa di perjalanan menuju pattaya...
Imigrasi di Sadao juga lebih raman dari pada imigrasi di perbatasan malaysia.. ketika itu mereka bertanya kepada saya.. dari INDON? .... dengan nada ketus saya menjawab ... yang benar adalah INDONESIA... mereka akhirnya terdiam ... Penduduk malaysia secara garis besar kasar ... kecuali yang berada di kota Penang .. mereka lebih ramah , ketika saya makan di petalling street di kuala lumpur , yaitu stand makanan yang menjual Fish Grill , mereka sungguk tidak punya sopan santun sama sekali ... makanan yang sudah disajikan diambil kembali secara kasar tanpa permisi dimana akhirnya makanan tersebut dihidangkan kembali ke meja kami tanpa perkataan maaf sekalipun.... Minta ampuuuuunnnn Seharusnya kita bangga dengan negara kita yang memiliki sopan santun yang jauh lebih baik .. walaupun hanya sekedar makan bakso gerobakan doank... Salam, Erna ----- Pesan Asli ---- Dari: Ismail S. Wekke <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Senin, 20 Oktober, 2008 21:35:31 Topik: [indobackpacker] Catper Hatyai Assalamu alaikum dan Salam sejahtera Akhir minggu saya ada kesempatan ke Thailand.. Untuk itu, saya tuliskan kesan-kesan selama di Thailand untuk berbagai cerita dengan jamaah milis Backpacker. Selamat membaca... Sama dengan Bangkok, Hatyai juga memberikan kesan bersih.. Walaupun susah menemukan tempat sampah di sepanjang jalan. Sehingga ketika menyelesaikan makan nasi lemang dengan bambu kecil, maka saya kesulitan untuk membuang sampahnya. Akhirnya sampah terset dimasukkan kedalam tas. Saat menemukan tong sampah di bangunan supermaket Tesco, baru kemudian sampah-sampah tersebut dikeluarkan dari tas. Pertanyaan yang selalu membayangi saya jika bepergian ke bagian manapun di Thailand yaitu apa keistimewaan Thailand sehingga mereka menjadi tujuan utama wisata di Asia Tenggara?. Walaupun pertanyaan tersebut kerap saya bawa ke Thailand ketika pulang ada saja jawaban yang berbeda yang saya dapatkan ketika kembali. Ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Bangkok jawabannya adalah respon petugas imigrasi yang senantiasa ramah dan helpful. Ketika petugas imigrasi melihat ada antrian yang melebihi 20 orang di setiap loket, maka dengan cepat mereka akan mengirimkan petugas imigrasi yang lain untuk memeriksa kelengkapan data kartu kedatangan pengunjung sehingga ketika paspor dan kartu kedatangan disampaikan petugas imigrasi di loket, penyelesaian administratif akan lebih cepat terselesaikan. Ini terjadi lagi, ketika saya akan meninggalkan Sadao di perbatasan Thailand dengan Kedah, Malaysia. Ketika antrian melebihi 20 orang di setiap loket, seorang petugas imigrasi akan mengarahkan para pengunjung untuk menuju loket yang dikhusus untuk mengatasi penumpukan pengunjung. Sehingga antrian yang tadinya mencapai 20-an orang menjadi tidak sampai 10 orang. Ini tidak akan didapatkan di perbatasan Johor – Singapura demikian pula Singapura – Batam. Pemeriksaan paspor di empat tersebut kadang membuat pengunjung mesti menunggu sehingga tiga jam lebih. Terakhir, perjalanan dari Singapura ke Johor, akhir Juli lalu mebuat saya harus menempuh antrian selama hampir empat jam. Saat itu kepadatan antrian terjadi di Woodland, sehingga begitu menyelesaikan tangga naik dari lantai parkir bis, kami harus langsung berdiri di antrian.
