Low budget ke Raja Ampat Ris..?  bisa aja tapi.. 

Perlu diketahui sebelumnya Taman Nasional Raja ampat itu luasnya 1.7 juta 
hektar dengan ratusan pulau besar dan kecil. 

Ibu kota kabupaten Raja Ampat namanya Waisai di Pulau Waigeo dan berada di 
dalam kawasan Taman Nasional Raja Ampat. Untuk kesana murah, naik express boat 
dengan perjalanan 1 jam cuma 100rb (awal 2008) dari sorong atau naik ferry. Nah 
untuk mengekplore pulau-pulau lainnya..? contoh Wayag, Ayau, etc.. ini yang 
mahal karna tidak ada public transport dan kita harus charter boat.

Berbicara ke Raja Ampat pastinya kita harus tau dulu mau kemana tujuan kita 
disana dan apa yang mau diliat..?  Pulau-pulau apa saja yang mau dikunjungin? 
karna ada ratusan pulau besar dan kecil.. 

Ada foto Raja Ampat di sini yang aku ambil waktu tahun baru 2008.
http://ebbie.multiply.com/photos/album/91/Secret_Beaches
http://ebbie.multiply.com/photos/album/122/33_PROVINCES_of_INDONESIA

Salam
ebbie
Http://ebbie.multiply.com



________________________________
From: Aris <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Saturday, November 22, 2008 10:35:25 AM
Subject: RE: [indobackpacker] Alam Liar papua


Hehe,    kalau sampean suka Adventure di Indonesia, dan mau nya semua urusan di 
borongkan ke Operator..

Apalagi suka DIVING?    Saya kasih huruf Gede…  setiap kali ada Client saya 
yang Tanya Dive Spot!  Saya langsung bilang

Are you Richman?  Great… We have a lot of best spot for Diving in Indonesia..

Nggak heran, sampai hari ini saya menyebut pehobi Diving itu Orang Kaya!, 
walaupun tak semuanya Kaya, misalnya

Diving nya bukan ke destinasi Diving Adventure!

Tapi… Nanti dulu?  Biaya trip dengan Group..  kisaran EURO1000 – 4000,

Coba aja tengok di world Diving Operator satu ini http://www.cityseah orse.com/ 
rajaampat. html

Nggak usah banding kan dengan Local Operator sebut saja PapuaDiving…hehehe

Tahun lalu, saya pernah kirim tamu ke R4  biaya tripnya kalau di rupiahkan Rp. 
28.000.000   not included Airfare sekitar Rp. 5.000.000

Return JKT-SORONG …   ini aja masih di gabungkan ke group lain… tentu, jumlah 
orang menentukan Biaya…

Dengan uang segitu, Backpackeran bisa jelajah Asia-Eropa lewat Darat…  atau 
bisa jelajah ASteng + Nepal, sampe ke Everest BaseCamp!  My dream kalau sudah 
pengen bikin Passport..  karena beberapa teman saya sering banget nawarin “ 
Aris, come to my country, I will service you..hehehe”

Maksudnya kalau datang ke german, tidur dirumah, nanti saya antar keliling2x 
dan trekking…

Dengan Uang segini, kita bisa jelajah China, sampe Ikut ke Trans Siberian… 
sampe deh ke Eropa…

Darimana saya tau ini?  Ya dari backpacker juga…

Saya pernah tawarkan ke kawan2x, kalau mau… saya bisa bantu trip… ke R4, low 
Budget… tapi, tapi…… “HARUS MAU PAYAH, TIDUR di tenda, Nggak MANDI2x,  kecuali 
mandi air laut…. Mau???

Belum lama ada Kawan di Jakarta, minta ke sini…  pengusaha kaya!  Tapi tetap 
Menjerit Lihat Biaya?  Kenapa Bandingkan nya dengan Biaya Naik Haji, Plesiran 
ke eropa, China….

Ayoo Kenali Negeri Mu, Cintai Negeri MU

Salam

ARIS

From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto:[EMAIL PROTECTED] com] 
Sent: 21 Nopember 2008 17:04
To: [EMAIL PROTECTED] com.sg; indobackpacker@ yahoogroups. com
Subject: Re: [indobackpacker] Alam Liar papua

Wah...mas aris,

Saya deg2 an loh baca posting sampean. 

Bener tuh bisa travel n diving di raja ampat dengan biaya segitu?!

Gimana?dimana? sama siapa? 

Saya tuh terobsesi berat sama raja ampat. Tp berhub selama ini browsing n 
ngeliat biayanya yg ampe puluhan juta per orang, ya cuma bisa gigit coklat (kl 
jari kurang nikmat) dan menghayal.

Jadi demi melihat tawaran mas td hati jadi gembira luar biasa (hmmm...aga 
lebay, tp ga papalah, demi efek dramatis)

Fila

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

_____ 

From: "Aris" <[EMAIL PROTECTED] com.sg>
Date: Fri, 21 Nov 2008 15:12:38 +0700
To: <indobackpacker@ yahoogroups. com>
Subject: RE: [indobackpacker] Alam Liar papua

Kok saya jadi ingat Mantan Atasan saya dulu ya.. hehe, 

Pak Erick, salah satu pemilik yg disebutkan, pernah datang ke Tempat saya
bekerja dulu, dia malah pernah undang saya datang ke tempatnya di Papua.
Hmmm..

Ada yg minat ke Raja Ampat? Bisa kok di bawah 5-6 juta... mau?

Sekedar Share! Hamper 90% tempat2x Menarik, exotic di Indonesia, sudah di
jelajahi orang Asing, termasuk
Beberapa adventure Travel di miliki orang Bule, why? Jawabannya orang
Indonesia nggak punya kepedulian kesini, kedua.. orang Indonesia Menjerit
Lihat Harga! Padahal fakta nya emang wisata adventure itu Mahal, High
risk, dan penuh tantangan...

Yg saya suka sebel! Kalau lagi jalan, pertanyaan Bule nya gini? Aris, your
agent the owner also from Europe??
Kadang bule juga bingung, karena di Indonesia untuk akomodasi2x exotic,
rata2x di build oleh orang asing,

Coba jalan2x makin ke timur Indonesia, jangan kaget kalau begitu nginep di
Homestay, yg buka pintu orang inggris.. hehe... tapi, ya itu,.... bawa uang
yg banyak!

Apalagi kalau suka sama eco-lodge... .. hmmm... istilah kerennya Jungle Camp,
harga kelas bintang 5, fasilitas kelas homestay..

Salam
ARIS

-----Original Message-----
From: indobackpacker@ yahoogroups. com <mailto:indobackpac ker%40yahoogroup 
s.com>  [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. com <mailto:indobackpac 
ker%40yahoogroup s.com> ]
On Behalf Of Adolf I T
Sent: 20 Nopember 2008 15:05
To: 'indobackpacker' ; Harry Gunawan; Kang Giman
Subject: Re: [indobackpacker] Alam Liar papua

Alam Papua pernah diulas salah satu majalah wisata....Very
menarik..... .demikian yang disebut rekan Giman perihal Raja Ampat....Sebagai
divers merupakan kerinduan bisa turun di salah satu "best site coral in the
wordl", Raja Ampat. Cuma kalau ngelihat harga, terpaksa gigit jari.....15
juta untuk 7 hari.....hhhmmm. .....

Memang menarik bahwa akhirnya ada orang bule yang menjadi pengelola wisata
di Raja Ampat. Dia bisa begitu pertama punya modal.... Kedua, punya dan
menerapakn manajemen rapi....Ketiga, yang juga penting, bisa membidik market
tertentu. Artinya, dia sudah tahu kalau market lokal akan sulit karena nilai
rupiah...Sebaliknya mereka bidik target market bule atau orang asing, yang
paham betul perilaku dan kebiasaan bule-bule berlibur. Misalnya rata-rata
menghabiskan waktu bisa seminggu lebih....Berarti bisa dikalkulasi balik
modal...Keempat, paham birokrasi perijin-an atau perilaku birokrat
disana....paham lingkungan, masyarakat, dll.... 

Pertanyaannya, apakah pengusaha lokal tidak mampu atau tidak punya
modal....? kalau dibilang ngga punya modal saya kira kog tidak....Saya yakin
banyak pengusaha yang punya banyak modal...Pertanyaan- nya mau atau tidak
garap bisnis ini....? senang ngga dengan laut...?suka diving ngga.....?
Punya duit tapi ngga suka diving, ngga suka laut...ya percuma..... ... 

Ya semoga aja Papua bisa semakin di akses....Saya masih punya cita-cita
terpendam selain diving ke Raja Ampat juga ingin ke Merauke. Mau pegang 'n
berfoto ria di tugu yang hanya ada 2 yaitu di Sabang dan Merauke. Kalau di
Sabang sudah pernah, tinggal Merauke-nya. ...Cuma kesana-nya itu
lho......hhhhmmmm. ........gigit jari lagi dech......

cheers

----- Original Message ----- 
From: Kang Giman 
To: 'indobackpacker' ; Harry Gunawan 
Sent: Thursday, November 20, 2008 12:40 PM
Subject: Re: [indobackpacker] Alam Liar papua

Thanks for sharing, Mendengar Papua dan Raja Ampat, mengingatkan aku pada
email di milis sebelah, dimana atas sebuag usaha dari 1 orang berkebangsaan
belanda, dan 1 orang berkebangsaan jerman untuk memperkenalkan raja 4 ke
dunia luar, sehingga raja 4 mejadi cukup terkenal dan sempat mendapat award
juga bantuan dari bank dunia, dan kalau tidak salah juga pernah di ulas di
elshinta TV 

mungkin kin juga bisa menjadi motivasi buat IBP untuk membuat catatan
perjalanan di daerah nya agr supaya lokasi wisata di daerah nya terkenal
bisa dengan e-mail ke milis ini atau menuangkanya pada sebuah website,
karena kebanyakan backpaker mencari infoemasi juga dari internet

misal bandung, ada apa dengan bandung kemudian bagaimana menempuhnya dan
kisaran tarifnya 
mungkin ini akan sangat membantu, bukan hanya para backapker tapi juga
wisatawan lain yang suka dengan kegiatan traveling 

bagaimana, ada yang mau cuba ? 

----- Original Message ----- 
From: Harry Gunawan 
To: 'indobackpacker' 
Sent: Thursday, November 20, 2008 10:37 AM
Subject: [indobackpacker] Alam Liar papua

Numpang cerita juga ah, kurang lebih satu tahun yang lalu saya bepergian
ke
salah satu suku di papua, yaitu suku knasiamos di kepala burung, tepatnya
di
Kabupaetn sorong Selatan, ini merupakan kabupaten pemekaran dari kabupaten
induk yang sebelumnya adalah Kabupaten Sorong. Di sorong sendiri ada
beberapa kabupaten pemekaran lain, yaitu Kabupaten Raja Ampat. Tapi
pengalama ini saya bepergian ke salah satu wilayah adapt suku Knasiamos
yaitu wilayah adat Seremuk. 

Memang yang menajdi kendala kalo mo traveling ke daerah papua adalah cost
yang tinggi, kebetulan saya ada pekerjaan kantor dan juga memang ada teman
orang local yang bisa membantu kalo mau mencari informasi tentang tempat2
eksotik di Papua. Yang paling terkenal sih adalah Raja Ampat, karena
memiliki trubu karang yang paling indah sedunia katanya. Kembali ke
Knasiamos, suku ini berada di tengah hutan belantara, danuntuk mencapainya
kita mesti melakukan perjalan selama 2-3 hari. Bisa jalan darat dan bisa
juga jalan sungai, kalo jalan darat kita harus naik travel yang menuju
Teminabuan dan selanjutnya kita akan naik ojek sampai di batas hutan dan
melanjtkan perjalanan kurang lebih 1 hari. Kalo naik perahu kita akan
menyusuri sungai Klamono yang berkelak kelok seperti ular, dan jalan yang
kedua ini yang saya ikuti. 

Wuih.sepanjang perjalanan menggunkan perahu temple orang local
menyebutnya,
yaitu perahu dari kayu dan menggunkan emsin speedboat, perjalan ini
memakan
waktu hamper 1 hari. Sepanjang perjalan kita akan melihat hal-hal yang
sangat eksotik, kaya masyarakat adat papua yang naik perahu dan mendayung
sambil ambil sagu sepanjang sungai kalmono, dan juga hutan nipah sejauh
mata
memandang. Mata kita dimanjakan oelh banyaknya satwa liar, seperti buaya,
urung kakatua, cendrawasih yang masih terlihat di sepanjang sungai klamono
ini. Pokoknya klo kita melihat filem nasional geografi, hampir kaya gitu
deh
suasananya. Dan bagi photografer pasti tidak mungkin meninggalkan moment2
seperti ini. 

Sekita jam 4 sore aku baru nyampe di muara sungai yang menuju kampung yang
merupakan salah satu kampung pertaman sebelum ke kampung Mangroholo (nama
kamung suku knasimos ini). Karena hari sudah hampir malam, dan ternyata
air
juga tidak mendukung untuk menyelusuri sungai sampai ujung, karena kena
air
surut, sehingga pilihanya adalah menginap dahulu satu malam di muara
sungai
sampai menunggu air naik lagi. Ternyata tidur diatas perahu juga menajdi
pengalama yang sangat tidak mudah terlupakan, bergoyang-goyang karena ada
gelombang, dan juga langsung mata dimanjakan oelh ribuan atau jutaan
mungkin
milyaran kunang-kunang di pohon, aku tadinya berpikir apakah ada kampung
atau rumah yang penuh lampu, setelah aku liat lebih dekat ternyata satu
pohon penuh dengan kunang-kunang, dan baru pertama kali ini aku melihat
begitu banyaknya kunang-kunang yang memenuhi satu pohon, mungkin milyaran
ekor. Gila bener...sangat menajubkan seperti pohon natal hidup, dalam hati
aku berdoa, maha besar tuhan.

Paginya aku baru menelusuri sungai, hampir 2 jam menggunkan perahu dan
selanjutnya jalan kaki kurang lebih1 jam untuk sampai kampung yang
pertaman,
dan dari kampung ini menuju kampung mangraholo kurang lebih 6 jam perjalan
yang penuh dengan darah-darah, karena banyak sekali pacetnya, jadi sore
sampai dikampung seluruh kaki dari jempol sampai kelingking penuh darah
dan
lintah yang ngejendol sebesar jempol. Selama 3 hari aku berada di kampung
mangroholo ini di salah satu suku Knasiamos, Papua.

Perjalanan yang tidak pernah terlupakan, tapi yang mesti dipikirkan adalah
cost yang snagat tinggi, untungnya aku dibiayai oleh kantor. Kalo ada
teman
n teman yang butuh bantuan info tentang papua, mungkin aku bisa bantu
sedikit2 , dan itulah pengalaman solo travel pertama diriku, senang
bercampur dak dik duk...dan sangat menegangangkan berpetualang di alam
liar
papua.

Regards

Harry 

_____ 

From: indobackpacker@ yahoogroups. com <mailto:indobackpac ker%40yahoogroup 
s.com> 
[mailto:indobackpacker@ yahoogroups. com <mailto:indobackpac ker%40yahoogroup 
s.com> ]
On Behalf Of harly ramayani
Sent: 19 Nopember 2008 16:01
To: indobackpacker
Subject: [indobackpacker] Re: Solo Traveller : trend baru?

Pengalaman pribadi saya 1 tahun terakhir ini nyoba backpacking
sendirian karena temen2 ga ada yang berani jalan2 berdasarkan info2
yang dikumpulin hanya dari internet, sedikit keberanian, rajin
bertanya ke penduduk lokal, mengumpulkan banyak brosur & petunjuk
jalan dan semuanya diurus sendiri tanpa agent dan tanpa teman2 di
tempat yang dikunjungi tsb.

Penjelajahan pertama kali ke luar negeri (Singapore, Malaysia, Thailand),
sebenernya sekarang lagi planning mencoba yang dalam negeri, tetapi
ternyata susah sekali mendapatkan info2 transportasi (angkot, bus,
kereta) dan hostel atau terpaksa memilih budget hotel. Rasa2nya kalau
dilihat dari sisi biaya keliling dalam negeri sama bahkan bisa lebih
mahal daripada ke luar negeri.
Sebagai contoh : hostel yang tidak terlalu banyak tersedia di
Indonesia, padahal akomodasi ini yang paling cocok buat solo traveler
dari pada budget hotel yang lebih cocok buat traveler yang
berkelompok.
Pertimbangan lainnya dalam hal keamanan untuk perempuan yang
backpacking seorang diri juga yang selalu menjadi ganjalan utama.

Saya sering mendapat tugas kantor untuk ke kantor2 cabang yang
tersebar di kota2 besar di Indonesia. Dikesempatan itu saya sering
bertanya kepada supir kantor atau teman2 dikantor2 cabang tentang
transport untuk berkeliling di kota tersebut, kebanyakan dari mereka
tidak terlalu tau rute2 angkot/bus.
Info2 transportasi itu juga sangat susah didapat jika melihat brosur2
yang didapat dari bandara2 di kota2 Indonesia (taraf internasional /
domestik), sedangkan brosur2 lengkap untuk transportasi ini sangat
mudah didapat di bandara luar negeri atau kantor tourism board.

Pengalaman seru saat imigrasi diperbatasan Sadao (Kedah,MY -
Songkhla,TH) naik taxi Kedah sendirian lalu di stop dan di tanya2
karena sedang ada razia, karena setiap weekend banyak wanita2 yang
pergi ke provinsi Songkhla untuk bekerja part-time di tempat karaoke2.
Tidak terlalu lama ditanya2 dan dapat ucapan selama berlibur dari Pak
Polisi setelah saya menunjukkan tiket pulang ke Indonesia.

Keuntungan cewe backpacking sendirian yang saya dapat pada saat di Hat
Yai mau pergi ke Patung Budha di puncak bukit, saya jadi di anterin
pake motor ama bapak2 yang awalnya cuma saya tanya2 gimana cara untuk
mendaki bukit itu. Turun dari bukit itu juga di anterin ama bapak2
penjaga kuil disana, sedangkan turis2 lain yang saya temui disana
semua menyewa taxi atau ikut tour harian :)

Dari backpacking ke luar negeri ini membuat saya menyadari kalau
tempat2 pariwisata Indonesia ga kalah dengan negara2 itu jika
informasi2 berupa brosur2 tempat2 wisata di berikan detil2
transportasi dan tarif tetap atau perkiraan tarif dari kendaraan2
tersebut. Supaya turis lokal dan LN yang solo traveler menjadi lebih
mudah menyalurkan hobi nya.

Dari beberapa kali perjalanan sendirian itu pengetahuan tentang suatu
daerah, budaya dan penduduknya jadi bertambah banyak dan pengalaman
itu terasa lebih seru jika dibandingkan travelling berkelompok.

Regards,
Harly (Mei)

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

------------ --------- --------- ------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indoback packer.com atau bisa juga di
http://www.backpack er-indonesia. info/

Silakan membuka arsip milis http://groups. yahoo.com/ group/indobackpa cker/
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip
bagian yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] ps.com 
<mailto:indobackpac ker-digest% 40yahoogroups. com> 
- No-email/web only: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] ps.com 
<mailto:indobackpac ker-nomail% 40yahoogroups. com> 
- menerima email: indobackpacker- [EMAIL PROTECTED] ps.com <mailto:indobackpac 
ker-normal% 40yahoogroups. com> 
- berhenti dari milist kirim email kosong :
indobackpacker- unsubscribe@ yahoogroups. com <mailto:indobackpac 
ker-unsubscribe% 40yahoogroups. com> 
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong :
indobackpacker- subscribe@ yahoogroups. comYahoo <mailto:indobackpac 
ker-subscribe% 40yahoogroups. comYahoo> ! Groups Links

Send instant messages to your online friends http://asia. messenger. yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat 
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke