Paling menarik di Merauke yaitu mengunjungi Taman Nasional Wasur.. yang unik 
Sarang semut yang tingginya bisa mencapai 3 meter!!  juga melihat Wallabi.. 
Meski badannya ngga sebesar kangguru di Australia.. Pantai Lampu Satu juga 
jangan dilewatkan dan masih di dekat kota. Dan tentunya berkunung ke tugu O 
kilometer.

Salam
ebbie
Http://ebbie.multiply.com






________________________________
From: Harry Gunawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: keioranto <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected]
Sent: Monday, November 24, 2008 3:00:44 PM
Subject: RE: [indobackpacker] Re: Alam Liar papua -Merauke


Perjalanan dari jakarta 2 hari baru nyampe, ini sudah menggunakan pesawat.
Karena penerbangan dari jayapura-merauke yang kadang2 menjadi masalah. Aku
pernah mengalami sampai 2 hari baru bisa berangkat ke Merauke, dan mau tidak
mau harus menginap di Jayapura. Maka waktu dan cost mesti ekstra juga
keluarnya. Perjalanan pertamaku setahun yang lalu untuk mengunjungi Merauke,
sampai di bandara Mopah jam 3 sore, perjalanan dari Jayapura sendiri kurang
alebih 1 jam menggunakan pesawat ke Merauke. Kalo di liat dari udara,
merauke flat dan kontras sekali dengan Jayapura yang geografisnya
bergunung2, dan disana sini terlihat gundukan2 batu. Kalo di Merauke jangan
harap kita bisa menemukan adanya bukit atawa pegunungan dan sejauh mata
memandang adalah kawasan datar dan seperti sabana.

Keluar dari pesawat yang pertama kali terasa adalah sengatan mata hari, suhu
diatas rata2 indonesia bagian lain, malah pada bulan2 tertentu ada saat
panas sampai 40 derajat dan angin dingin dari australia yang bertiup.
Sehingga kadang2 kita mesti pake jaket kalo keluar rumah walaupun siang
hari, kata sopir yang mengatarku ke hotel. Hotel yang cukup bersih dan
sering dipake oleh para pejabat maupun pengusaha adalah Hotel ASMAT, yang
berada di komplek TNT AL dan di depannya tepat adalah rumah dinas wakil
bupati merauke. 

Hari pertama aku harus menemui salah seorang pastur yang berada di SKP
Merauke namanya pak Wawengkang, beliau ini berasal dari Manado, dan hampir 5
tahun sudah berada di Merauke. Ini adalah rekomendasi dari temanku yang ada
di jakarta, katanya untuk bisa masuk ke daerah2 komunitas adat di Merauke
alangkah bagusnya kalu bisa bertemu dengan Pastur, karena mereka memiliki
jaringan sampai ke pelosok dan padalaman Merauke, hal ini terkait dengan
kerjaannya sebagai Minisionaris. Selain itu juga dalam hal "keamanan",
menurut beberapa temanku yang pernah datang ke Mearuke, paling bagus adalah
melakukan kontak dengan ke uskupan, karena lebih memiliki jaringan dan
memiliki kepercayaan oleh masyarakat setempat jika dibandingkan dengan tni
maupun polisi. Hal inilah yang membawa diriku untuk bertemu dengan  pak
Wawengkang di keuskupan Merauke. Tempatnya memang ngga begitu jauh dari
hotel tempatku menginap, jalan kaki cuman 10 menit saja.

Di keuskupan sendiri aju juga dikenalkan dengan salah seorang ketua suku,
tapi di bagian pantai merauke. Bapak ini bernama Yulius dan walaupun beliau
ini ketua suku tapi dia memiliki ke lebihan dari siapun di merauke, dalam
hal bahasa? Beliau ini bisa 5 bahasa, yaitu; prancis, jerman, belanda,
ingris dan Png. Dan beliau ini juga satu2nya orang lokal yang mendapat
sertifikat dari badan dunia PBB untuk maslah konflik di papua. Jadi kalo ada
kontak antara OPM denagn TNI dan orang yang pertama dilibatkan oleh
pemerintah adalah beliau ini sebagai negosiator, aku jadi ingat filem
negosiatort kalo nga salah bintanya Dazel Wasington, kalo ngga salah. Dan
beliau ini mirip2 warna kulit hitam, tinggi besar dengan kekar, namun yang
bedaain adalah rambut beliau sudah ada yang berwarna kelabu. 

Tapi ada yang emnarik di Merauke ini, spanduk maupun bilboard pasti dlam 3
bahasa, indonesia, ingris dan thailand dan isi dari spanduk maupun bilboard
ini tidak jauh dari peringatan tentang AIDS/HIV. Kita keluar dari bandara
aja, sebuah bulboard besar sudah menghadang kita dengan tulisan, "kawasan
menggunakan kondom", dalam otaku olalala....? ????????, begitu juga di setiap
perempatan jalan dan di Pelabuhan. 

Regards

harry

_____ 

From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. com]
On Behalf Of keioranto
Sent: 23 Nopember 2008 22:30
To: indobackpacker@ yahoogroups. com
Subject: [indobackpacker] Re: Alam Liar papua (dive mahal?)

Dive di R4 mahal? Yah begitulah kalau menyandang gelar sebagai yang 
terbaik di dunia. Ada harga yang harus dibayar untuk menikmati si 
nomor satu. benar kata yg lain. masih banyak sisi lain Indonesia yg 
indah namun harganya terjangkau. 

Kalau menurut saya sih biarkan sadja lah R4 mahal. Bukan berarti 
daku orang kaya yah. jalan2 ku juga masih gaya backpack. pokoknya 
cari penginapan yang asal bisa tidur ajah dah puas. Cuma berapa 
tujuan wisata sih di indonesia yang masih menyandang nama sebagus 
R4? Borobudur? Semua penyelam di seluruh dunia hanya punya satu 
impian begitu mereka lulus sertifikat open water, diving di R4! 
Jangan salah, mereka juga nabung2 buat bisa dive disana. Mahal bouw. 
Sisi positifnya sih ya jumlah turis yg kesana bisa dibatasi yg 
berarti tingkat kerusakan alam akibat turisme bisa ditekan. 
Menyebalkan memang. Daku gak pernah kesampaian tuh tabungan nya 
cukup buat kesana. enak yah jadi orang kaya hehehe.

Nah yg kedua apakah diving itu mahal? benar kata bang Adolf. relatif 
tapi memang rata2 bisa dikatakan lumayan menguras duit. Tapi... 
pandangan egaliter gue mengatakan bahwa itu bukan berarti hanya 
orang kaya yg boleh diving. wah itu diskriminasi kelas sekali. Bawah 
laut indonesia diciptakanTuhan untuk semua orang dan bukan hanya utk 
orang kaya saja. Pernah lihat film Into the Blue? hanya dengan 
snorkling saja pun sudah cukup lama berada di bawah utk menikmati 
keindahan nya. dan skill nya pun gak kalah dengan skill diving. 
Seperti di film itu, tahan napas 3 menit underwater bukan sesuatu yg 
gampang. butuh latihan fisik ala atlet utk bisa melakukan itu. Jadi 
gak usah minder kalau snorkling. Daku dengan alat sederhana bisa 
sampai 10 meter kok underwater. Sering ketemu ama sesepuh yg cerita 
bisa 15 meter dan ada yg nyusul penyelam di bawah sambil nyedot 
udara lewat octopusnya.

Dive mahal ya karena ini tetap olahraga ekstrim dengan kondisi 
lingkungan hostile 100%. Manusia tidak didesain bernapas di dalam 
air. Rata2 cuma butuh 2 menit untuk "selesai". butuh 10 menit utk 
mencapai kerusakan otak permanen tanpa oksigen. Jadi urusan safety 
ini yg butuh duit. Aturan hukumnya rumit. peralatannya harus 
didesain agar tidak mudah fail dan walaupun fail, ia tetap bisa 
melindungi si penyelam selama mungkin. Makanya ada bermacam2 
sertifikasi selam yg rumit, jenjang sertifikasi yg panjang, aturan 
pemandu selam yg kudu bersertifikat dst. Semuanya butuh duit namun 
diciptakan untuk membuat olahraga selam seaman mungkin yang bisa 
manusia ciptakan. Tapi bagi mereka yg pengen belajar diving tenang 
saja, banyak jalan menuju Roma. Keindahan bawah laut Indonesia 
terlalu besar untuk ditakuti oleh masalah duit. Banyak pinjaman 
peralatan yg bisa mengurangi biaya kalau mau cari. Banyak orang yang 
berbaik hati dengan memberikan fasilitas ini tanpa mencari 
keuntungan. Sekedar dikau senang dan mau melestarikan alam indonesia 
sudah puas. ya tentunya dikau juga kudu menabung sih dan jangan 
berharap fasilitas gratisan selamanya hahahaha.

Salam Lingkungan,
Joe

--- In indobackpacker@ <mailto:indobackpac ker%40yahoogroup s.com>
yahoogroups. com, erickson jhon <[EMAIL PROTECTED] .> 
wrote:
>
> Wah Bro......saya hanya bertanya berapa ongkos yang ditetapkan 
operator di Indonesia untuk sebuah penjelajahan hutan....karena saya 
sendiri terbiasa pergi bersama dengan kawan yang sama2 sudah punya 
pengalaman dalam penjelajahan hutan di Indonesia... saya tidak pernah 
pakai operator.... Kalau urusan penjelajahan di Papua saya tidak 
punya masalah...tinggal menunggu waktu saja...saya sudah menjelajahi 
2/3 Indonesia ini termasuk hutan2nya pada saat belum ada milis2 
backpacker ataupun acara2 petualangan di TV.. Dan selama melakukan 
perjalanan di Indonesia cuma sekali saya nginap di guesthouse, 
selebihnya tinggal di mana saja yang saya bisa...boro2 pake operator 
dan bayar 350 dollar bro.....Sebagian besar saya lebih memilih 
cara"off beaten track"...yang jauh dari jalur turis yang 
mahal....saya tidak menganjurkan cara saya yang ekstrim karena hanya 
segelintir orang yang berani melakukannya. ..
> 
> Saya bertanya karena banyak orang2 di sini bukanlah orang yang 
terbiasa dengan mengatur perjalanan mereka sendiri apalagi untuk 
sebuah penjelajahan hutan dan gunung yang memeerlukan pengetahuan 
tentang peta kompas, jungle survival, tumbuh2an dan lain2....dan 
mereka mungkin pingin tahu harganya...hm. ..safari afrika termurah 
itu 110 dollar/hari dan itulah yang saya ambil.....
> 
> regards
> je
> 
> 
> 
> 
> ____________ _________ _________ __
> 

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke