He he he...dulu waktu di Irlandia saya masih dicap Non. Tiga lembar malahan. Walau saat itu udah masuk Schengen plus dikasih ekstra cap "harus meninggalkan negeri ini tanggal sekian". Belum lagi diambil pas foto (digital).
Pengalaman di Swedia juga begitu. Capnya kecil aja, cuma nunjukkin masuk tgl sekian, trus dicap lagi begitu keluar. Eh pas naik ferry ke Denmark malah ngga dicek sama sekali. Bebas lepas. Di negara Eropa Barat daratan yang sistemnya udah tertata online, mereka cuma scan aja visa schengen tadi. Jadi di sistem kliatan kapan dan dimana kita masuk keluar. Cuma untuk kereta dan jalur darat, karena fasilitasnya ngga seheboh bandara jadi cuma dilihat asli enggaknya (petugas kadang bawa senter ultra violet). Juga dilihat asal paspornya dari negara mana. Paspor ijo Indonesia emang bikin 'security alert'. Nah yang menarik mungkin di Eropa Timur yang boro2 ada scan begini. Pastilah lebih mudah bergerak sana sini. Apalagi lewat darat. Dalam prakteknya itinerary itu ngga mengikat kalau kita udah punya visa Schengen. Kecuali kalo kita udah telanjur booking akomodasi. Karena itu salah satu tips agar bebas adalah begitu visa dapat akomodasi dibatalin. Ini juga beresiko karena terkadang nyampe di bandara negara yang kita tuju, petugas nanya bukti akomodasi plus uang. Jadi jika kita keliling Eropa, akomodasi negara pertama aja udah cukup. Lainnya bisa nebeng atau nyari yang murahan. Sekali lagi ini prakteknya loh. Bagaimanapun itinerary itu perlu sebagai gambaran kita mau kemana DAN memberikan perkiraan berapa hari yang dibutuhkan. Soalnya untuk dikasih visa Schengen tergantung gambaran itinerary. Jadi klo itinerary-nya bisa nunjukkin 10-14 hari maka ya dikasih jumlah hari itu. Ngga bisa minta tambah (kecuali buat yang udah sering ke Eropa biasanya dikasih ekstra beberapa hari). Untuk yang baru pertama kali apply, saran saya masuki negara yang ramai untuk turis dan backpacker. Misalnya Italia atau Spanyol. Untuk negara yang 'rese' seperti Perancis, biasanya cuma ditanya aja. Tapi jawaban anda itu yang bisa mempengaruhi apakahi diperiksa lebih lanjut atau engga. Satu hal lagi itu sangat tergantung negara Eropa yang mana yang dimasuki. Secara ekonomis, negara Eropa itu sangat beragam. Ada yang super kaya, ada yang bisa dikatagorikan seperti Indonesia. So berpengaruh juga pada sistem imigrasinya. Salam, Ambar --- In [email protected], noni andriani <iam.no...@...> wrote: > > mungkin kalo cap ngga kali ya, jeng. kan paspor akan dicap saat masuk dan > keluar dari suatu negara. > misalnya masuk dari belanda dan cabut dari spain.itu misalnya.di tiap negara > schengen yang dilalui tidak akan dicap kan?apalagi jalan darat. > mungkin untuk menjawab pertanyaan petugas kedutaan yang jeli, kalo misalnya > selama perjalanan menggunakan eurail dan memang pernah mampir ke negara > dimana kita apply visa. bisa dijadikan bukti bahwa kita memang mampir ke > negara tersebut.
