M'Ambar,

Setahu saya perjalanan melintasi batas negara antar negara Schengen
sudah tidak memerlukan pemeriksaan paspor di perbatasan lagi. Cukup
lewat saja.

Apabila misalkan kita apply visa Schengen dari negara A, tapi kita
masuk lewat negara B, sempat mampir ke negara A, tapi keluar lewat
negara C. Nah, kalau tidak ada pemeriksaan paspor di perbatasan,
bagaimana kita mau membuktikan kalau kita sebetulnya pernah mampir di
negara A?

Mohon petunjuknya. Terima kasih.

Djohan
http://wandergeek.wordpress.com (Articles are immensely appreciated!)
http://wandergeekindonesia.wordpress.com (Artikel akan sangat dihargai!)


--- In [email protected], Ambar Briastuti
<ambar.briast...@...> wrote:
>
> Betul banget. Saya ke Italia dengan visa Schengen dari Belanda dan
> ngga mampir sama sekali. Emang bisa, tetapi ada konsekuensinya
> terutama jika kita apply visa Schengen lagi. Yah asumsinya nih
> Kedutaan kok gampang banget yah jadi kita cobain lagi.
>
> Ada kemungkinan Kedutaan akan ngecek sistem mereka apakah visa tadi
> dipakai atau tidak. Biasanya mereka akan bertanya kenapa kita ngga
> mampir ke negaranya (jarang di kedutaan tergantung kejelian petugas).
> Untuk yang cuman sekali aja ke Eropa mungkin ngga pengaruh. Tapi jika
> dilakukan berulangkali akan menimbulkan kecurigaan. Bagaimanapun
> sistem schengen itu online yang saling terkait antara satu negara
> dengan sistem negara lain. Saran saya cobalah mampir walau hanya
> sebentar (yah buat ngecap paspor aja sih).
>
> Aturan di Schengen jelas menyebutkan harus apply  visa di negara yang
> akan kita tuju pertama dan atau paling lama ditinggali.
>
> Salam,
>
> Ambar Briastuti
> www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.
> Photography.
>

Kirim email ke