Temans, Seinget saya garuda menyediakan 'simulator' bagasi yang boleh di bawa ke kabin. Bentuknya kerangkeng yang menunjukkan dimesi maksimum (kalo gak salah 60x30x25cm) yang diletakkan diatas timbangan(5 atao 7-kg ya). Hanya saja saat ini airliners tidak menerapkan dengan keras batasan tersebut. Melihat air asia yang menerapkan pembayaran terpisah untuk setiap bagasi yang dititipkan, kemungkinan penumpang akan makin banyak membawa barang ke dalam kabin.
Lain dari itu, dari sisi etika ruang bagasi atas kepala adalah untuk dibagi dengan penumpang lain. Untuk pilihan pengamanan ransel selama dibagasi pesawat, saya pernah lihat semacam jaring/keranjang/selongsong yang dibuat dari tali stainless steel yang dirajut, dan diujungnya diikat dan digembok. Saya pernah lihat barangnya dijual di peninsula plasa - singapore, tapi harganya kurang lebih sama dengan harga ransel saya, jadi saya batalkan belinya. Ato ada yang mau coba produksi di dalam negri? tabik, Puguh --- In [email protected], tanaya dayinta dudenov <lea_saklidude...@...> wrote: > surabaya, saya kecolongan mp3 player. ceroboh saya sih coz taroh mp3 di kantong paling depan carrier bag hehehe... so, tipsnya... jangan taroh barang berharga kayak barang elektronik ke dalam carrier bag. coz kurir bandara biasanya suka jahil ambil kesempatan. menurut saya itu aja kok tipsnya. carrier bag amanlah buat barang sehari2 kayak baju. jadi buat barang elektronik, bawa aja di backpack biasa. coz biasanya saya kalo backpacker-an selalu bawa tas dua, carrier bag dan backpack biasa itu.
