Share! Dari pengalaman saya bawa Backpack, apalagi kalau Naik Pesawat, mau tidak mau itu backpack harus masuk bagasi. Apalagi kalau beratnya rata2x saya bawa diatas 15kg.
Kendala, kalau di bullsackin, disamping kurang aman, juga ada resiko tali-tali ransel akan putus, atau pecah. Saya biasanya ya di masukin ke Bullsack, bentuknya lihat di http://odesya.multiply.com/photos/album/76/Mount_Semeru_on_December_2008 kenapa saya mesti masukin kesini? Setiap kali saya pergi, saya nggak hanya bawa baju doang, tapi ada Tenda, Kompor, Pisau (saya selalu bawa ini).. terus pisau yang saya bawa, kalau masuk Kabin, Pasti Ilangkarena pisau jenis yang saya bawa banyak diminati. ini sering di Incar Maling. Karena emang punya Nilai. Dari pengalaman saya Pakai Bullsack, saya cukup ikat dengan Tali Rapiah di kedua sletingnya, dan dari beberapa kali perjalanan, ini termasuk yang aman kok. Tentu untuk Barang2x yang punya nilai, saya biasanya masukkan ke dalam Nesting. Atau tempat yang kalau di Bongkar, pasti Berantakan. Tapi setidaknya di Pakeiin Bullsack, membuat orang Bingung. Didalamnya masih ada Tas Lagi. Nggak enaknya, sering di Tanya orang "JUalan apa Mas?" Kalau naik Bus, ini juga mudah kok.. nggak perlu takut di lempar sama kenek ke Bagasi, karena tali-tali Ranselnya aman di Dalam. Kan nggak lucu kalau nyampe di Bandara, ada webingnya yang Ilang, bisa batal ke Gunung. Salam ARIS -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of puguh_imanto Sent: 15 Februari 2009 8:25 To: [email protected] Subject: Re: Bls: [indobackpacker] Carrier 60L blh masuk cabin baggage ? Temans, Seinget saya garuda menyediakan 'simulator' bagasi yang boleh di bawa ke kabin. Bentuknya kerangkeng yang menunjukkan dimesi maksimum (kalo gak salah 60x30x25cm) yang diletakkan diatas timbangan(5 atao 7-kg ya). Hanya saja saat ini airliners tidak menerapkan dengan keras batasan tersebut. Melihat air asia yang menerapkan pembayaran terpisah untuk setiap bagasi yang dititipkan, kemungkinan penumpang akan makin banyak membawa barang ke dalam kabin. Lain dari itu, dari sisi etika ruang bagasi atas kepala adalah untuk dibagi dengan penumpang lain. Untuk pilihan pengamanan ransel selama dibagasi pesawat, saya pernah lihat semacam jaring/keranjang/selongsong yang dibuat dari tali stainless steel yang dirajut, dan diujungnya diikat dan digembok. Saya pernah lihat barangnya dijual di peninsula plasa - singapore, tapi harganya kurang lebih sama dengan harga ransel saya, jadi saya batalkan belinya. Ato ada yang mau coba produksi di dalam negri? tabik, Puguh --- In [email protected], tanaya dayinta dudenov <lea_saklidude...@...> wrote: > surabaya, saya kecolongan mp3 player. ceroboh saya sih coz taroh mp3 di kantong paling depan carrier bag hehehe... so, tipsnya... jangan taroh barang berharga kayak barang elektronik ke dalam carrier bag. coz kurir bandara biasanya suka jahil ambil kesempatan. menurut saya itu aja kok tipsnya. carrier bag amanlah buat barang sehari2 kayak baju. jadi buat barang elektronik, bawa aja di backpack biasa. coz biasanya saya kalo backpacker-an selalu bawa tas dua, carrier bag dan backpack biasa itu. Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
