Waktu pabrik sepatu membuat mal potongan bahan sepatu, mereka menggunakan yang namanya "lash" (CMIIW). Ato sebut saja 'cetakan kaki'.
Yang saya dengar paling tidak ada cetakan kaki eropa dan asia. Sayangnya kita tidak pernah tahu apakah sepatu yang kita akan beli itu dibuat menggunakan cetakan mana. Tetep gak bisa di hantam kromo bahwa orang asia cucok dengan lash asia. JAdi paling bener ya di cicipi langsung. Saya sendiri, waktu membantu jadi reviewer produk sebuah pabrikan sepatu dan diberi kesempatan mencoba beberapa jenis produk, akhirnya sampai pada kesimpulan kaki saya cocoknya dengan sepatu yang dibuat menggunakan lash eropa. KEmbali ke cerita sendal gunung, buat iklim tropis sendal gunung dan kaos kaki adalah paduan terbaik. Michael Fay, yang melakukan Mega Transect melintas hutan hujan tropis di afrika sejauh ribuan km juga menyarankan hal yang sama. Tips2 perjalanannya ditulis disalah satu edisi natgeo...nanti coba saya cari dan buat terjemahan bebasnya. Menurut dia, mending kakinya dikerubuti lintah dan terinfeksi cacing daripada terbungkus sepatu basah yang kadang bercampur pasir; resep ampuh membuat daging burger katanya. Buat saya dengan sendal gunung masalahnya timbul ketika harus jalan menurun dan basah, sehingga tapak kaki dan permukaan sendal menjadi licin. Nyrosot melulu... tabik, puguh --- In [email protected], "muara sianturi" <mu...@...> wrote: > > Kalau berjalan kaki ya pakai aja sepatu khusus buat lari/jalan. > Kaki asia cocoknya ke merek mizuno, harganya 700an. Di gerai > sport station/planet sport ada. > > Mahal ya...ya daripada kaki anda cedera. Saya asumsikan anda > mau berjalan ratusan kilometer dan sampai tua bangka. > Berjalan ratusan km dengan sandal, wah jangan deh, bisa retak > nanti tulang telapak. > > Saya kebetulan suka jalan jauh dan lari lintas alam. > Jadi bagi saya, kesehatan dan keselamatan kaki lebih penting. > > > salam, muara rs > > >
