he eh mas hendra,

setuju banget,,,

Sengata sech yang keliatan makmur and kaya yah di Tanjung Bara ajah,,, soale
kan isinya para petinggi. nah kalo yang di pusat kota and Sengata sebrang,,
wuiihhh kumuh banget... pokoknya emang betul2 kontradiktif banget. ampe aku
sendiri heran waktu pertama dateng ke Sengatta, kupikir emang makmur kaya
getuw.. ternyata ada sisi miskinnya juga.

Apalagi jalan darat Bontang Sengatta. wuaaahhh bakalan sakit perut ma
pinggang dech. Soale kemaren pas Rusdi ke Balikpapan lewat darat (pas malem
lage) duuhhh menderita banget dech... 3jaman ke Bontang terus 5 jaman ke
Balikpapan dari Bontang. Jadi total perjalanan lewat darat yach 8jaman dech
dari Sengatta ke Balikpapan. Lumayan lama banget dibanding yang naik casa
cuman satu jam.

Memang sech daerah snorkling yang bagus di daerah Banjarmasin. and Rusdi
kayaknya mau mnegunjungi daerah tersebut dalam waktu dekat ini....


salam,

rusdi

2009/3/11 Hendra Saputra <[email protected]>

>   Sengata memang mencerminkan dua sisi yang berbeda, di satu sisi dengan
> kekayaan, kemakmuran, dan tata kota yang rapi di sebagian tempat terutama di
> komplek perumahan KPC, tapi di sisi lainya juga memperlihatkan kemiskinan,
> jalanan yang rusak parah, perambahan hutan ilegal, dan lainnya. Sengatta
> sebagai kota Kabupaten dari Kutai Timur, kurang mewakili keadaan Kabupaten
> tersebut, bila kita mulai telusuri dari perbatasan Bontang - Sengatta terus
> ke Bengalon, Sangkulirang, Teluk Lombok dan lain2nya maka mulai tampak
> ketimpangan-ketimpangan yang ada terlepas dari persoalan birokrasi antara
> urusan pemkab, pemprov maupun pemerintah pusat. Tapi menurut saya pribadi
> keadaan seperti ini juga bukan hanya ada di Sengatta, tetapi begitu pula di
> kota2 lain2nya.
>
> Klo berniat diving atau snorkeling mungkin lebih bagusnya meneruskan
> perjalanan ke kabupaten Berau, yaitu pulau Derawan, pulau Sangalaki, pulau
> Maratua dan pulau Kakaban, disini kepuasan akan keindahan alam akan
> terpenuhi.
>
> Salam,
>
> Hendra Saputra
>
> ________________ Reply Header ________________
>
> Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang
> Author: deedee <[email protected] <deedee_caniago%40yahoo.com>>
> Date: 11th March 2009 1:06 am
>
>
> CMIIW,
>
> tapi waktu saya berkunjung ke kota Sangatta, justru sebailknya, kotanya
> bagus sekali dan penduduk nya kelihatan nya makmur. Kami tinggal seminggu di
> batu Putih-Tanjung Bara dan sempet keliling ke Aquatic, Bukit Pelangi,
> menjelajah tambang batubara Pit J, dll dsb.
>
> Sangatta adalah salah satu kota penghasil batu bara terbesar di Indonesia.
> Penduduk nya sekitar 10,000 orang, yang mayoritas adalah karyawan tambang
> batu bara atau karyawan perusahaan kontraktor supplier alat2 penunjang
> operasinya Ada Thiess contractor, ada KPC (Kaltim Prima Coal) ada Petrosea,
> ada Pama, dll dsb. Disepanjang jalan banyak sekali karyawan yang memakai
> baju2 seragam pertanda mereka bekerja dipertambangan.
>
> Bukit batu baranya amat sangat luas, so pasti ini merupakan devisa negara
> yang besar karena konon, perputaran uang di salah satu perusahaan disini
> dalam satu bulannya aja mencapai 10 milyar..berarti sebenernya Indonesia itu
> kaya banget yah, so kemana aja itu duit sebanyak itu diputerin ? oh wellÂ…
>
> Review lengkap mengenai kota Sangatta - Kalimantan bisa dilihat di :
>
>
> http://deedeecaniago.multiply.com/journal/item/83/Kalimantan_Trip_Sangatta_-_the_mining_city
>
> salam,
> deedee
>
> ________________________________
> From: joko santoso <[email protected]<devratodeswa%40yahoo.com.sg>
> >
> To: [email protected] <indobackpacker%40yahoogroups.com>
> Sent: Wednesday, March 11, 2009 12:06:49 AM
> Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang
>
> Om Heru .. benar sekali. Sangatta (dengan 2 huruf t) akronim dari sangat
> menderita. Saya dengar nama itu awal 90-an saat sebagai fresh graduate
> bekerja di Kragilan, Serang, Banten. Setidaknya ada 3 teman seproyek
> pindahan dari Pertamina Sangatta. Lewat cerita teman-teman itulah gambaran
> 'sangat menderita' itu kebayang. Meski sudah siap mental, saat pindah ke
> sini 1996 saya terusik oleh 2 cerita 'horor'. Yang pertama, 'monster'
> Sangatta yang makan manusia. Buaya itu kini diawetkan di museum Tenggarong.
> Foto-foto (masih analog) saat buaya diotopsi dan perutnya disobek hingga
> nampak potongan-potongan tubuh yang ditelannya masih saya simpan. Yang
> kedua, soal isyu manusia yang bersaudara (kembar) dengan biawak.
> Persaudaraan itu dibuktikan dengan manusia dan biawak itu selalu tidur
> sekamar. Ada mitos di salah satu komunitas (saya lupa namanya) yang menyebut
> bahwa setiap manusia lahir ke dunia disertai kembarannya yang berwujud
> binatang. Celakanya lagi, oleh teman sekantor saya pernah diberi fotonya.
>
> Kisah buaya makan manusia itu terulang lagi sekitar 1999. Yang mungkin
> mengagetkan bagi orang luar, sungai tempat buaya ini tinggal lebarnya hanya
> 3 meter. Bayangkan, sungai 3 meter bisa membesarkan buaya hingga sepanjang 4
> meter! Serupa dengan cerita monster Sangatta, buaya ini pun bertekuk lutut
> tak berdaya di depan pawang yang memanggilnya. Kata si pawang, buaya yang
> pernah makan manusia akan diasingkan oleh komunitasnya. Biaya predator itu
> akan diisolir. Oleh si pawang, buaya tadi dipanggil dengan perantaraan
> sebutir telur agar naik ke darat. Begitu naik ke darat, buaya tadi kontan
> dihabisi ramai-ramai.
>
> Masih soal buaya, saya mendengar cerita yang sedikit mengejutkan. Menurut
> teman yang mendalami per-buaya-an, buaya itu binatang monogami. Buaya memang
> tidak seperti burung enggang yang akan tetap sendirian saat ditinggal mati
> pendamping setianya, tapi setia pada pasangannya. Teman tadi bilang, "Kalau
> saya dibilang 'buaya' saya malah bangga karena artinya saya setia!" Jika
> benar begitu, ungkapan-ungkapan seperti 'air mata buaya', 'buaya darat'
> perlu dipertanyakan kebenarannya. Apakah dulu saat dipopulerkan para
> pendahulu kita tidak melakukan investigas i? (he-he-he) Atau jangan-jangan
> buaya di Kalimantan Timur itu sifatnya berbeda dengan buaya di daerah lain?
>
> Sekitar 3 tahun belakangan, atas inisiatif pemda, disosialisasikan nama
> 'Sengata'. Kata ini sebenarnya sudah tertera di peta-peta buatan Belanda.
> Ada yang memelesetkannya dengan 'semakin sangat menderita'. Benar begitu?
> Kalau yang ditanya para anggota DPRD pasti jawabannya gelengan kepala
> (Sangatta buka Bulgaria yang mana gelengan kepala berarti mengiyakan). Jika
> yang ditanya para sopir atau mereka yang sering mondar-mandir Bontang -
> Sangatta, jawabannya pasti iya. Untuk menempuh jarak tak sampai 60km,
> kendaraan roda 4 harus merayap lebih dari 2 jam. Ada badan jalan yang amblas
> sehingga dibelokkan ke salah satu sisinya. Ada bangunan beton yang
> dimaksudkan untuk perkuatan dinding (tanggul) jalan tapi patah karena
> kakinya tidak menginjak tanah keras. Singkat kata, kondisi jalan 'nggak
> level' dengan gembar-gembor Pemda Kutim.
>
> Kondisi jalan Sangatta - Bontang jauh lebih buruk ketimbang 10 tahun lalu
> saat belum diaspal! Dulu di beberapa tempat, karena jalan ini memang
> memotong Taman Nasional Kutai, terpasang rambu 'awas hewan melintas'.
> Setelah diaspal (berkali-kali dan tetap terus rusak), hewan-hewan yang akan
> melintas itu mengungsi karena terusir oleh manusia. Seperti yang ditulis
> Kompas, sisi negatif dari jalan raya di Kalimantan adalah memudahkan akses
> untuk menjarah kekayaan alam. Tentang buruknya kondisi jalan, itu hanya
> salah satu efek buruk dari otonomi daerah (mungkin lebih tepat 'autotomi').
> Status jalan itu adalah jalan nasional. Tanggung jawab pemeliharaannya ada
> di pundak Pemerintah Pusat. Pernah saya tanyakan ke orang Bina Marga,
> "Mengapa jika jalan pantura lecet sedikit saja orang bingung, sementara
> jalan yang nyaris putus di propinsi yang kaya sumber daya alam dibiarkan
> saja?" Jawabnya, "Karena dari jalan itu nyaris tak ada revenuenya!"
>
> Salam dari Sangatta
> 11-Maret-2009
>
> ____________ _________ _________ __
> From: R. Heru Hendarto <heruhendarto@ gmail.com>
> To: kika aninditya <kika_aninditya@ yahoo.com>
> Cc: indobackpacker@ yahoogroups. com
> Sent: Tuesday, 10 March 2009 10:11:14
> Subject: Re: [indobackpacker] Mohon info sangata dan sangkulirang
>
> Dear Kika,
>
> Seperti halnya daerah-daerah lain yang di Kalimantan, hutan hujan
> tropisnya sangat lebat dan sukar ditembus. Apalagi TNK Sangkima, jalan
> lain untuk akses dipastikan hanya jalan peladang dan pencari kayu
> serta pemburu. Saya pernah masuk ke daerah penambangan Indominco di
> Bontang, trus belok kanan masuk lagi ke sitenya Kitadin-Tandung
> Mayang, dari situ ada akses masuk ke TNK namun hanya dilakukan oleh
> para pemburu (jalan setapak-semak belukar). Namun jelas jalur itu
> tidak bisa digunakan oleh orang yang tidak mendapat izin, kecuali mau
> masuk hutan menelusuri pinggiran tambang.
>
> TNK Sangkima memang sangat menarik untuk dijelajahi.. . namun bagi saya
> ada tiga yang benar2 menarik :
> 1. Rumah pohonnya (udah ambruk belum?)
> 2. Jembatan gantung di atas sungai yang udah jebol sling-nya (kalo
> jalan tegak yang badannya tinggi bisa keplintir dan kecebur, seru).
> 3. Batu bara yang tersingkap di situ ups, he he he (mudah2an ga jadi
> ya ide menggeser batas TNK dari PemKab sehingga bagian itu bisa
> ditambang secara legal)
> Gua Lubang Angin pernah dengar, hanya belum tahu akses ke sana.
> Sepertinya mesti persiapan deh karena seharusnya medannya cukup berat.
> Kalo medannya ringan pasti aku pernah dengar ceritanya dari teman yang
> udah pernah ke sana. Kalau gua, yang ngetop sepertinya gua yang di
> daerah Muara Wahau.
>
> Spot snorkeling atau diving sepertinya hanya ada di sekitar Tanjung
> Bara areal port KPC. Kan KPC punya kelompok diving, seingatku pas ke
> sana (Aquatic), speedboatnya mangkal di situ jadi seharusnya lokasinya
> dekat-dekat situ. Lagipula posisi port biasanya diambil di daerah
> dengan kedalaman laut terbaik, kalo di Sengata kan pinggir pantainya
> lebih banyak berlumpur dan berbakau. Nah, kalo pede gak tanya2 orang
> sana dan maen cebur snorkeling dan diving, bisa-bisa ditemenin buaya
> Sengata yang terkenal ganas. Kata teman yang asli Sangkulirang, pantai
> di Sangkulirang (pulau Birah?) bersih dan berpasir, mungkin saja ada
> spot yang indah di situ. Juga menurut temanku itu di sana banyak penyu
> hijau,sayang dulu cuma bisa lewat Sangkulirang kota dalam perjalanan
> ke Pengadan. Kalau tempat lain belum tahu kalau di Teluk
> Lombok-Pertamina bagaimana kondisinya, mungkin di seputaran Bontang
> ada ya.
>
> Pak Joko, sepertinya tinggal di Panorama. Dulu, dulu ni sebenarnya
> saya tetanggaan dengan beliau, mungkin hanya beda 4 rumah tapi karena
> beda RT dan waktu itu belum tahu beliau (baru kenal setelah pindah
> dari sana, itupun di milis ini) jadinya belum pernah ketemu (Ampun Pak
> Joko! he he). Pas Gathering IBP Jakarta lalu ketemu juga dengan Mas
> Hendra, dulu di Fluidcon Jaya tapi sekarang sepertinya sudah tidak di
> sana.
>
> Info tambahan, berhubung nama SANGATTA yang dahulu digunakan identik
> dengan SANGAT MENDERITA maka diubahlah nama tersebut menjadi SENGATA
> oleh PemKab. Artinya Sengata kalo tidak salah adalah sungai (SENG) dan
> kucing kecebur (ATA). Lah, masih sama2 menunjukkan tema penderitaan
> tho? Kalo yang dulu orang yang menderita, sekarang kucing :D.
>
> Salam
>
> RHH
>
> --
>
> 2009/3/10 kika aninditya <kika_aninditya@ yahoo.com>:
> > Dear temans,
> >
> > Beberapa waktu yang lalu saya melakuakn trekking ringan di taman nasional
> > kutai timur, karena asyik dan menegangkan melewati route TNK di sangkima,
> > semakin saya penasaran dengan Taman Nasional Kutai Timur yang sangat luas
> > ini. Pasti ada route2 lain yang asyik dan menarik, mohon bantuan beberapa
> > pertanyaan dibah ini :
> >
> > 1. adakah route lain TNK selain di sangkima?
> > 2. Bagaimana akses menuju goa lobang angin?
> > 3. ada kah spot2 snorkeling ato diving di sekitar perairan sengata?
> > 4. adakah pulau2 indah di sekitar sengata?
> >
> > Adakah teman2 di sengata?saya sering dengar ada P Joko Santoso senior IBP
> di
> > sengata tapi sampai saat ini belum copy nih dimana posisi pak Joko,
> karena
> > di kantor banyak sekali yang namanya P Jojo Santoso hehehe.
> >
> > Atas bantuan teman2 sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
> >
> > KIKA
> >
>
> Recent Activity
> * 68
> New MembersVisit Your Group
> Yahoo! Groups
> Everyday Wellness Zone
> Check out featured
> healthy living groups.
> Check out the
> Y! Groups blog
> Stay up to speed
> on all things Groups!
> Support Group
> Lose lbs together
> Share your weight-
> loss successes.
> ..
>
> New Email names for you!
> Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and
> @rocketmail.
> Hurry before someone else does!
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ sg/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------------------------------
>
> Indonesian Backpacker Community
> visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di
> http://www.backpacker-indonesia.info/
>
> Silakan membuka arsip milis 
> http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/untuk melihat bahasan dan 
> informasi yang anda butuhkan.
>
> No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
> Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat.
>
> Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip
> bagian yang perlu saja
>
> Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari
> virus dan menghemat bandwidth.
>
> Cara mengatur keanggotaan di milis ini :
>
> - Satu email perhari: 
> [email protected]<indobackpacker-digest%40yahoogroups.com>
> - No-email/web only: 
> [email protected]<indobackpacker-nomail%40yahoogroups.com>
> - menerima email: 
> [email protected]<indobackpacker-normal%40yahoogroups.com>
> - berhenti dari milist kirim email kosong :
> [email protected]<indobackpacker-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> - Begabung kembali ke milist kirim email kosong :
> [email protected]<indobackpacker-subscribe%40yahoogroups.comYahoo>!
> Groups Links
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis Indobackpacker tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus 
dan menghemat bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke