Hanya mau menambahkan saja, perbedaan mengurus Visa Australia dengan Visa
Schengen,
pemesananan tiket : untuk Aussie ngga hrs pesan tiket dulu
Schengen : hrs ada bukti booking visa
lama berlaku : Aussie tidak ditentukan persis kapan mulai berlaku, yg
pasti untuk visa turis berlaku 1 bulan atau 3 bulan sejak kita pergi ke aussie
schengen : visa berlaku dari tgl sejak visa diterbitkan
sampai tgl yg ditentukan
kebetulan sih saya selalu mengurus visa sendiri tanpa bantuan agent, dan krn
ada kakak di kedua tempat itu, jd tidak sulit, tp kalau pun tdk ada relasi di
sana, bisa print bukti booking hostel
salam,
Sari
http://oceanebleue.multiply.com
To: [email protected]; [email protected]
From: [email protected]
Date: Thu, 4 Jun 2009 23:14:30 -0700
Subject: [indobackpacker] Catatan Perjalanan Australia Trip 2009, part-1 :
mengurus VISA Australia
Perjalanan ke Australia merupakan perjalanan latihan backpacking, flashpacking
dan couchsurfing saya menjelang persiapan keberangkatan ke Eropa tahun depan
(yang gagal dilaksanakan sebelumnya). Rencana mau ke Australia sebenarnya udah
lama saya dipikirkan, akan tetapi secara mengurus VISA nya baru dilakukan
menjelang detik-detik keberangkatan, alhasil, perginya TIDAK begitu well
prepared, apalagi untuk traveler kebanyakan gaya seperti saya, haha.
Alhamdulillah perjalanan selama 12 hari ke Australia bisa terlaksana dengan
sukses, aman, nyaman, dan pulang pergi dalam keadaan sehat-sehat saja.
Owkay, di bagian ini saya mau sharing gimana caranya untuk mengurus sendiri
VISA ke Australia.
VISA
Untuk masuk ke negara lain (kecuali negara2 ASEAN), sebagai warga negara
Indonesia kita memerlukan VISA, atau ijin masuk di suatu negara. Persyaratan
masuk di satu negara sedikit berbeda dengan negara lain, jadi kita harus
mengenali dan mengetahui persayaratan permintaan VISA di setiap negara yang
akan kita kunjungi.
Awalnya saya malas sekali untuk urus VISA sendiri. Selain saya emang biasa
spoiled (shut up Don, hehe), selain itu kesibukan saya dikantor membuat saya
malas untuk mengurus VISA sendiri. Aplagi waktu saya tanya ke milis dan
beberapa teman, mereka bilang urus VISA ke Australi itu amat sangat sulit,
harus begini, harus begitu, petugas nya kaku, menyebalkan dan nggak
cooperative, kita mesti bolak balik ngurusnya - nggak bisa cuman sekali datang,
dll dsb, intinya : ribet suribet jaya deh pokoknya.
Akhirnya saya memutuskan untuk memakai travel agent untuk mengurus VISA saya.
Saya pun melengkapi semua persyaratan untuk VISA Australia:
- Passport asli + photocopy passport
- Photocopy kartu keluarga
- Photocopy akte kelahiran
- Photocopy KTP
- Invitation letter (dari teman/saudara yang akan menanggung kita
selama disana)
- Sponsorship letter (dari perusahaan tempat kita bekerja yang
menjamin bahwa kita akan kembali lagi ke tanah air)
- Tabungan 3 bulan terakhir
- Formulir pendaftaran (single atau multiply entry)
- Photocopy bookingan ticket pesawat (return)
- Photocopy passport teman yang memberikan invitation letter atau
konfirmasi bookingan hotel (bila tidak menginap dirumah teman/saudara selama di
Australia)
- Photo 4 x 6 dua buah, berwarna
Okeh, setelah saya melengkapi semuanya, saya serahkan semua berkas kepada
travel agent, lalu dia minta bayaran Rp 1,100,000, dengan catatan, di approve
atau tidak VISA nya, saya tetap harus bayar segitu. Dan saya setuju.
Akan tetapi, dua hari kemudian, saya mendapat kabar, bahwa saldo di rekening
bank saya katanya kurang, dia bilang, MINIMAL saldo di rekening saya HARUS
berjumlah Rp 50,000,000, kalo tidak, kemungkinan besar VISA saya akan ditoalk
karena saya dianggap ngak punya cukup uang untuk biaya selama berlibur dan
berkunjung ke Australia.
Damn ! Pada saat itu uang di rekening saya cuma setengahnya aja, karena menurut
saya, kenapa kita harus punya account sebanyak itu ? kan selama di Australia,
saya nginepnya dirumah temen2 yang artinya, saya tidak perlu punya budget yang
berlebihan untuk berada disana. So saya hanya perlu uang pegangan untuk makan
dan transportasi plus sedikit belanja2 aja bukaaaann ??? jadi, masa’ Rp. 25
juta dianggep nggak cukup untuk 2 minggu ? Please deh.
Akhirnya saya memutuskan untuk menarik semua dokumen2 saya dari travel agent
dan nekat untuk mengurus sendiri VISA Australia ini, dan ternyata saudara2
setanah air, ngurus VISA sendiri itu GAMPANG banget !!!
Pertama2, kita membawa seluruh dokumen2 yang diminta ke Australia VISA
Application Centre (AVAC). AVAC berkerjasama dengan Kedutaan Besar Australia
Bagian Imigrasi, menerima permohonan visa atas nama Kedutaan Besar Australia.
Kantor-kantor AVAC terdapat di Jakarta dan Bali. Untuk yang cabang Jakarta,
AVAC terletak di Plaza Asia - Sudirman (seberangnya FX Plaza). Jam Kerja : 8:30
sampai 16:00 – Senin sampai Jumat
Ketika masuk gedungnya, di lobby kita akan diminta untuk ninggalin KTP, tapi
bilang sama receptionistnya bahwa kita akan mengurus VISA dan KTP akan
diperlukan, jadi tinggalkan aja photocopy KTP kita atau id yang lain (seperti
SIM atau staff id), lalu naik ke lantai 22.
Tiba di lantai 22, keluar dari lift ke sebelah kiri, langsung keliahatan kok
kantornya. Sebelum masuk, dua security di depan pintu masuk akan melakukan body
search dengan detector (kalo cewek yang akan melakukan body search itu security
cewek juga) dan setelah itu mereka dengan ramahnya mempersilahkan saya masuk
dan mengingatkan agar mematikan telepon genggam alias henpon sebagai peraturan
yang berlaku disana.
Begitu masuk, saya ambil formulir dan mengisi semua pertanyaan dengan
sejujur2nya, bahwa saya mau liburan kesana dengan menumpang ditempat teman. (oh
ya, formulir sebaiknya diambil sebelumnya sehingga ketika sampai disana, udah
nggak buang2 waktu lagi ngisi formulir yang tebalnya beberapa halaman tersebut).
Ketika diminta untuk memilih jenis VISA yang di inginkan, saya agak ragu,
seharusnya saya mengisi dengan multiply entry (1 VISA untuk beberapa kali masuk
Australia), tapi saya malah mengisi dengan single entry (1 VISA hanya untuk 1
kali masuk, sehingga kalo kapan mau ke Australia lagi, harus bikin VISA baru).
Soalnya menurut beberapa teman, kalo blom pernah sama sekali ke Australia, kalo
kita langsung milihnya multiply entry, kemungkinan VISA di setujui rasanya agak
sulit. (Biarpun saya pernah tinggal di australia sekitar 15 tahun yang lalu,
tapi kan, pada saat itu semuanya diurusin sama pemerintah Indonesia dan kami
hanya tau beres, sedangkan sekarang urus sendiri. Lagipula, secanggih2nya
system disana, belum tentu data2 saya masih mereka simpan hingga sekarang),
jadi pada saat itu saya memutuskan, lebih baik saya milih jenis VISA yang
single entry tapi kemungkinan besar disetujui dari pada milih multiply entry
tapi kemungkinan ditolak sehingga duit hangus.
Step berikutnya adalah mengisi formulir. Beberapa pertanyaan standard seperti
nama, alamat, tujuan kepergian, etc etc saya isi, dan setelah mengisi formulir
lengkap, saya ambil nomor, dan tunggu dipanggil. Sambil tunggu panggilan, saya
melihat2 selebaran yang ditempel di dinding mengenai persyaratan VISA Australia
dan disana tidak ada satu statement pun yang menyatakan bahwa kalo mengajukan
VISA harus mempunyai uang sebanyak minimal 50 juta !
Karena saya datangnya jam 09.00 pagi, maka yang mengurus VISA jam segitu juga
blom banyak so saya hanya menunggu sekitar 5 menit untuk dipanggil petugasnya.
Dia meminta semua dokumen2 saya, dan saya juga bertanya kepada yang
bersangkutan, apakah benar bahwa untuk mengajukan VISA ke Australia harus
mempunyai uang minimal sebanyak 50 juta, dia bilang tidak benar beritanya. Dan
waktu saya tanya lagi, berapa banyak uang yang seharusnya dianggap cukup untuk
berkunjung ke Australia, mas petugasnya cuma senyum manis dan ngasih jawaban
standard bahwa “selama semua dokumen dan persyaratan nya lengkap, kemungkinan
besar VISA nya akan disetujui”. Titik.
Lalu ketika semua dokumen diperiksa, step ketiga adalah membayar harga resmi,
yaitu Rp 940,000 untuk biaya mengurus VISA Australia dan diminta untuk menunggu
dan kembali ke TKP (paling cepat) 5 hari lagi untuk mengambil semua dokumen dan
untuk mengetahui apakah VISA saya akan disetujui atau ditolak. Saya diberi
tanda bukti pembayaran dan keterangan jam kerja bagi kantor tersebut untuk
mengurus dan pengambilan VISA. Sebelum mengambil VISA kita di tempat yang sama,
kita bisa mengecek proses VISA kita melalui internet,
http://[email protected] untuk mengetahui apakah VISA kita sudah bisa
diambil di AVAC atau belum (tapi dari situ kita belum tahu apakah VISA kita
udah di approve atau di reject) karena AVAC akan memberi kita amplop tertutup.
Masa2 menunggu VISA adalah masa yang menyebalkan, harap2 cemas. jadinya tak ada
yang bisa saya lakukan selain menunggu dan menunggu.
Setelah hari ketiga, saya mulai mengecek status VISA saya, disitu masih
tertulis ”forwarded to Australian Embassy”, yang artinya, dokumen saya sudah
berada di kedutaan Australia untuk dinilai, layak atau tidaknya VISA saya
disetujui atau ditolak.
Lalu di hari kelima, saya check lagi statusnya di internet, sekarang statusnya
udah ganti “forwarded to AVAC”, yang artinya VISA saya udah bisa ambil dan saya
akan segera tau, gimana status VISA saya.
Secara kantor saya masih satu area dengan gedung Plaza Esia, langsung aja jam
09.00 pagi itu saya terbang kesana untuk ambil VISA dan you know what ???
counter untuk ngambil VISA hanya dibuka mulai jam 14.00 aja looohh, bodoh,
bodoh, bodoh !. (Lesson learn : lain kali kalo mau ambil VISA check dulu jam
bukanya, seperti yang sudah tertulis di kertas brosur yang mereka berikan ke
saya sebelumnya). Akhirnya saya pulang lagi ke kantor dan karena malu, siangnya
saya meminya OB saya untuk mengambil VISA dengan memberikan surat kuasa (tapi
ternyata kalo cuma ngambil VISA doang nggak perlu surat kuasa, yang penting ada
tanda bukti pembayaran asli yang di cap berwarna) dan begitu sang OB siang itu
kembali ke kantor membawa amplop tertutup, saya nggak berani buka. Beberapa jam
itu amplop masih saya diemin, takut menerima kenyataan bahwa VISA ditolak dan
duit sekitar Rp 1 juta melayang. Akhirnya pada sore harinya barulah saya berani
buka dan tadaaaaaaaaaa…VISA atau ijin masuk ke Australia tersebut disetujui
oleh pemerintah dan kedutaan Australia dan kertas VISA nya ditempel dengan mans
di passport saya. Rasanya, tiada yang lebih indah daripada melihat kata2
APPROVED di VISA tersebut. Surat cinta aja lewat, haha
Jadi kesimpulan nya, mengurus VISA Australia itu tidak se sulit dan menyeramkan
seperti yang banyak orang kira. Asal semua dokumen lengkap dan persyaratan nya
dipenuhi, rasanya akan lancar2 saja.
To be continued…
Australian Visa Application Centre (AVAC) - Jakarta
Plaza Asia Lantai 22, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan – 12960
(Seberang FX Plaza)
Telepon : (021) 5140 1590-91
Email : http://[email protected]
Jam Kerja : 8:30 sampai 16:00 – Senin sampai Jumat (kecuali ambil VISA mulai
jam 14.00 siang)
_________________________________________________________________
See all the ways you can stay connected to friends and family
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/default.aspx