Maaf saya mau nimbrung, ga apa2 yaa..

Rahmad..yang pertama deedee itu cewe...

menjawab pertanyaan rahmad...pada intinya dari kedutaan itu ingin kepastian 
bahwa anda punya dukungan dana saat anda di negara mereka, jadi saat nanti anda 
disana tidak terlunta-lunta. Jadi fotocopy tabungan 3 bulan itu harus ada, 
mungkin kalo surat sponsor bisa dari orangtua kalau fotocopy tabungannya milik 
mereka.

Invitation letter tidak perlu, bila dari dana anda di tabungan dianggap sudah 
cukup (50juta).

Kalau anda punya invitation letter dari temen di Australia, bisa juga disurat 
tersebut menyatakan bahwa mereka yang akan menanggung akomodasi dan biaya anda 
selama disana, tapi lebih baik anda juga tetap melampirkan fotocopy buka 
tabungan (walaupun seperti deedee tdk sampai 50jt, yang penting ada)..

Surat sponsor juga penting, karena itu menjamin bahwa anda akan pulang kembali 
ke Indonesia, (kecuali kalau tujuan anda/visanya untuk kerja).

Sebaiknya surat2 ini ada, sebab kalau visa anda ditolak karena syarat tidak 
dipenuhi kan sayang uang aplikasinya hangus.

good luck, Vinda

--- On Fri, 6/5/09, Rahmad Setiadi <[email protected]> wrote:

From: Rahmad Setiadi <[email protected]>
Subject: RE: [indobackpacker] Catatan Perjalanan Australia Trip 2009, part-1 : 
mengurus VISA Australia
To: "'deedee'" <[email protected]>, "'Indobackpacker'" 
<[email protected]>, [email protected]
Date: Friday, June 5, 2009, 2:27 PM











    
            
            


      
      Sharing info-nya sangat mencerahkan mas Didi, terimakasih. mau nanya, kalo

dokumen yang wajib untuk apply visa AUS apa aja ya? Dari beberapa dokumen

yang anda sebutkan tersebut, ada beberapa yang sepertinya saya tidak ada,

antara lain:

- Invitation letter 

- Photocopy passport teman yang memberikan invitation letter

- Tabungan 3 bulan terakhir 



Mungkinkan permohonan visa diAPPROVED tanpa dokumen tersebut diatas(hanya

ada dokumen dibawah ini) ?

- Passport asli + photocopy passport

- Photocopy kartu keluarga

- Photocopy akte kelahiran

- Photocopy KTP

- Formulir pendaftaran (single atau multiply entry)

- Photocopy bookingan ticket pesawat (return)

- Photo 4 x 6 dua buah, berwarna



Terimakasih

rahmad

____________ _________ _________ _________ _

From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. com]

On Behalf Of deedee

Sent: Friday, June 05, 2009 1:15 PM

To: Indobackpacker; flashpackerindonesi a...@yahoogroups. com

Subject: [indobackpacker] Catatan Perjalanan Australia Trip 2009, part-1 :

mengurus VISA Australia



Perjalanan ke Australia merupakan perjalanan latihan backpacking,

flashpacking dan couchsurfing saya menjelang persiapan keberangkatan ke

Eropa tahun depan (yang gagal dilaksanakan sebelumnya). Rencana mau ke

Australia sebenarnya udah lama saya dipikirkan, akan tetapi secara mengurus

VISA nya baru dilakukan menjelang detik-detik keberangkatan, alhasil,

perginya TIDAK begitu well prepared, apalagi untuk traveler kebanyakan gaya

seperti saya, haha.

 

Alhamdulillah perjalanan selama 12 hari ke Australia bisa terlaksana dengan

sukses, aman, nyaman, dan pulang pergi dalam keadaan sehat-sehat saja.

 

Owkay, di bagian ini saya mau sharing gimana caranya untuk mengurus sendiri

VISA ke Australia.

 

VISA

 

Untuk masuk ke negara lain (kecuali negara2 ASEAN), sebagai warga negara

Indonesia kita memerlukan VISA, atau ijin masuk di suatu negara. Persyaratan

masuk di satu negara sedikit berbeda dengan negara lain, jadi kita harus

mengenali dan mengetahui persayaratan permintaan VISA di setiap negara yang

akan kita kunjungi.

 

Awalnya saya malas sekali untuk urus VISA sendiri. Selain saya emang biasa

spoiled (shut up Don, hehe), selain itu kesibukan saya dikantor membuat saya

malas untuk mengurus VISA sendiri. Aplagi waktu saya tanya ke milis dan

beberapa teman, mereka bilang urus VISA ke Australi itu amat sangat sulit,

harus begini, harus begitu, petugas nya kaku, menyebalkan dan nggak

cooperative, kita mesti bolak balik ngurusnya - nggak bisa cuman sekali

datang, dll dsb, intinya : ribet suribet jaya deh pokoknya. 

 

Akhirnya saya memutuskan untuk memakai travel agent untuk mengurus VISA

saya.

 

Saya pun melengkapi semua persyaratan untuk VISA Australia:

-          Passport asli + photocopy passport

-          Photocopy kartu keluarga

-          Photocopy akte kelahiran

-          Photocopy KTP

-          Invitation letter (dari teman/saudara yang akan menanggung kita

selama disana)

-          Sponsorship letter (dari perusahaan tempat kita bekerja yang

menjamin bahwa kita akan kembali lagi ke tanah air)

-          Tabungan 3 bulan terakhir 

-          Formulir pendaftaran (single atau multiply entry)

-          Photocopy bookingan ticket pesawat (return)

-          Photocopy passport teman yang memberikan invitation letter atau

konfirmasi bookingan hotel (bila tidak menginap dirumah teman/saudara selama

di Australia)

-          Photo 4 x 6 dua buah, berwarna

 

Okeh, setelah saya melengkapi semuanya, saya serahkan semua berkas kepada

travel agent, lalu dia minta bayaran Rp 1,100,000, dengan catatan, di

approve atau tidak VISA nya, saya tetap harus bayar segitu. Dan saya setuju.

 

Akan tetapi, dua hari kemudian, saya mendapat kabar, bahwa saldo di rekening

bank saya katanya kurang, dia bilang, MINIMAL saldo di rekening saya HARUS

berjumlah Rp 50,000,000, kalo tidak, kemungkinan besar VISA saya akan

ditoalk karena saya dianggap ngak punya cukup uang untuk biaya selama

berlibur dan berkunjung ke Australia.

 

Damn ! Pada saat itu uang di rekening saya cuma setengahnya aja, karena

menurut saya, kenapa kita harus punya account sebanyak itu ? kan selama di

Australia, saya nginepnya dirumah temen2 yang artinya, saya tidak perlu

punya budget yang berlebihan untuk berada disana. So saya hanya perlu uang

pegangan untuk makan dan transportasi plus sedikit belanja2 aja bukaaaann

??? jadi, masa’ Rp. 25 juta dianggep nggak cukup untuk 2 minggu ? Please

deh. 

 

Akhirnya saya memutuskan untuk menarik semua dokumen2 saya dari travel agent

dan nekat untuk mengurus sendiri VISA Australia ini, dan ternyata saudara2

setanah air, ngurus VISA sendiri itu GAMPANG banget !!!

 

Pertama2, kita membawa seluruh dokumen2 yang diminta ke Australia VISA

Application Centre (AVAC). AVAC berkerjasama dengan Kedutaan Besar Australia

Bagian Imigrasi, menerima permohonan visa atas nama Kedutaan Besar

Australia. Kantor-kantor AVAC terdapat di Jakarta dan Bali. Untuk yang

cabang Jakarta, AVAC terletak di Plaza Asia - Sudirman (seberangnya FX

Plaza). Jam Kerja : 8:30 sampai 16:00 – Senin sampai Jumat 

 

Ketika masuk gedungnya, di lobby kita akan diminta untuk ninggalin KTP, tapi

bilang sama receptionistnya bahwa kita akan mengurus VISA dan KTP akan

diperlukan, jadi tinggalkan aja photocopy KTP kita atau id yang lain

(seperti SIM atau staff id), lalu naik ke lantai 22.

 

Tiba di lantai 22, keluar dari lift ke sebelah kiri, langsung keliahatan kok

kantornya. Sebelum masuk, dua security di depan pintu masuk akan melakukan

body search dengan detector (kalo cewek yang akan melakukan body search itu

security cewek juga) dan setelah itu mereka dengan ramahnya mempersilahkan

saya masuk dan mengingatkan agar mematikan telepon genggam alias henpon

sebagai peraturan yang berlaku disana. 

 

Begitu masuk, saya ambil formulir dan mengisi semua pertanyaan dengan

sejujur2nya, bahwa saya mau liburan kesana dengan menumpang ditempat teman.

(oh ya, formulir sebaiknya diambil sebelumnya sehingga ketika sampai disana,

udah nggak buang2 waktu lagi ngisi formulir yang tebalnya beberapa halaman

tersebut).

 

Ketika diminta untuk memilih jenis VISA yang di inginkan, saya agak ragu,

seharusnya saya mengisi dengan multiply entry (1 VISA untuk beberapa kali

masuk Australia), tapi saya malah mengisi dengan single entry (1 VISA hanya

untuk 1 kali masuk, sehingga kalo kapan mau ke Australia lagi, harus bikin

VISA baru). 

 

Soalnya menurut beberapa teman, kalo blom pernah sama sekali ke Australia,

kalo kita langsung milihnya multiply entry, kemungkinan VISA di setujui

rasanya agak sulit. (Biarpun saya pernah tinggal di australia sekitar 15

tahun yang lalu, tapi kan, pada saat itu semuanya diurusin sama pemerintah

Indonesia dan kami hanya tau beres, sedangkan sekarang urus sendiri.

Lagipula, secanggih2nya system disana, belum tentu data2 saya masih mereka

simpan hingga sekarang), jadi pada saat itu saya memutuskan, lebih baik saya

milih jenis VISA yang single entry tapi kemungkinan besar disetujui dari

pada milih multiply entry tapi kemungkinan ditolak sehingga duit hangus. 

 

Step berikutnya adalah mengisi formulir. Beberapa pertanyaan standard

seperti nama, alamat, tujuan kepergian, etc etc saya isi, dan setelah

mengisi formulir lengkap, saya ambil nomor, dan tunggu dipanggil. Sambil

tunggu panggilan, saya melihat2 selebaran yang ditempel di dinding mengenai

persyaratan VISA Australia dan disana tidak ada satu statement pun yang

menyatakan bahwa kalo mengajukan VISA harus mempunyai uang sebanyak minimal

50 juta !

 

Karena saya datangnya jam 09.00 pagi, maka yang mengurus VISA jam segitu

juga blom banyak so saya hanya menunggu sekitar 5 menit untuk dipanggil

petugasnya. Dia meminta semua dokumen2 saya, dan saya juga bertanya kepada

yang bersangkutan, apakah benar bahwa untuk mengajukan VISA ke Australia

harus mempunyai uang minimal sebanyak 50 juta, dia bilang tidak benar

beritanya. Dan waktu saya tanya lagi, berapa banyak uang yang seharusnya

dianggap cukup untuk berkunjung ke Australia, mas petugasnya cuma senyum

manis dan ngasih jawaban standard bahwa “selama semua dokumen dan

persyaratan nya lengkap, kemungkinan besar VISA nya akan disetujui”. Titik.

 

Lalu ketika semua dokumen diperiksa, step ketiga adalah membayar harga

resmi, yaitu Rp 940,000 untuk biaya mengurus VISA Australia dan diminta

untuk menunggu dan kembali ke TKP (paling cepat) 5 hari lagi untuk mengambil

semua dokumen dan untuk mengetahui apakah VISA saya akan disetujui atau

ditolak. Saya diberi tanda bukti pembayaran dan keterangan jam kerja bagi

kantor tersebut untuk mengurus dan pengambilan VISA. Sebelum mengambil VISA

kita di tempat yang sama, kita bisa mengecek proses VISA kita melalui

internet, http://www.info@ vfs-au-id. com untuk mengetahui apakah VISA kita

sudah bisa diambil di AVAC atau belum (tapi dari situ kita belum tahu apakah

VISA kita udah di approve atau di reject) karena AVAC akan memberi kita

amplop tertutup.

 

Masa2 menunggu VISA adalah masa yang menyebalkan, harap2 cemas. jadinya tak

ada yang bisa saya lakukan selain menunggu dan menunggu.

 

Setelah hari ketiga, saya mulai mengecek status VISA saya, disitu masih

tertulis ”forwarded to Australian Embassy”, yang artinya, dokumen saya sudah

berada di kedutaan Australia untuk dinilai, layak atau tidaknya VISA saya

disetujui atau ditolak. 

 

Lalu di hari kelima, saya check lagi statusnya di internet, sekarang

statusnya udah ganti “forwarded to AVAC”, yang artinya VISA saya udah bisa

ambil dan saya akan segera tau, gimana status VISA saya. 

 

Secara kantor saya masih satu area dengan gedung Plaza Esia, langsung aja

jam 09.00 pagi itu saya terbang kesana untuk ambil VISA dan you know what

??? counter untuk ngambil VISA hanya dibuka mulai jam 14.00 aja looohh,

bodoh, bodoh, bodoh !. (Lesson learn : lain kali kalo mau ambil VISA check

dulu jam bukanya, seperti yang sudah tertulis di kertas brosur yang mereka

berikan ke saya sebelumnya). Akhirnya saya pulang lagi ke kantor dan karena

malu, siangnya saya meminya OB saya untuk mengambil  VISA dengan memberikan

surat kuasa (tapi ternyata kalo cuma ngambil VISA doang nggak perlu surat

kuasa, yang penting ada tanda bukti pembayaran asli yang di cap berwarna)

dan begitu sang OB siang itu kembali ke kantor membawa amplop tertutup, saya

nggak berani buka. Beberapa jam itu amplop masih saya diemin, takut menerima

kenyataan bahwa VISA ditolak dan duit sekitar Rp 1 juta melayang. Akhirnya

pada sore harinya barulah saya berani buka dan tadaaaaaaaaaa… VISA atau ijin

masuk ke Australia tersebut disetujui oleh pemerintah dan kedutaan Australia

dan kertas VISA nya ditempel dengan mans di passport saya. Rasanya, tiada

yang lebih indah daripada melihat kata2 APPROVED di VISA tersebut. Surat

cinta aja lewat, haha

 

Jadi kesimpulan nya, mengurus VISA Australia itu tidak se sulit dan

menyeramkan seperti yang banyak orang kira. Asal semua dokumen lengkap dan

persyaratan nya dipenuhi, rasanya akan lancar2 saja. 

 

 

To be continued…

 

Australian Visa Application Centre (AVAC) - Jakarta

Plaza Asia Lantai 22, Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan – 12960

(Seberang FX Plaza)

Telepon : (021) 5140 1590-91

                                                                    

Email : http://www.info@ vfs-au-id. com  

Jam Kerja : 8:30 sampai 16:00 – Senin sampai Jumat (kecuali ambil VISA mulai

jam 14.00 siang)

 

 




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke