wah cerita nya bagus bgt. jd pengen cepet2 ke kaltim nih..tp mungkin tahun depan aja kekaltim nya. di majalan Jalan-jalan edisi Juli ini, ada liputan tentang kuliner di Balikpapan...9 lokasi wajib cicip.
salam http://kalimantanku.blogspot.com anas Pada 23 Juli 2009 07:11, lili lubis <[email protected]> menulis: > > > Long week end di bulan Juli diputuskan untuk wisata kuliner di Balikpapan. > Setelah menyiapkan itinerary dan budget (sudah pasti dong), perjalanan pun > dimulai. > > July 17, 2009. Perjalanan menuju Makassar di tempuh dengan jalan darat > selama 12 jam. > > July 18, 2009. Tiba di Makassar dengan selamat. Sambil menunggu penerbangan > ke Balikpapan via Palu, diputuskan untuk mengisi perut dulu di KFC Bandara > Hasanuddin. > Keberangkatan hanya tertunda 10 menit saja dengan Sriwijaya Air. Cuaca yang > cerah, membuat perjalanan berjalan mulus tanpa hambatan. Kami tiba di > Balikpapan jam 12 siang. Lebih cepat 5 menit dari ETA. Dengan naik angkot > no.7 jurusan Terminal Damai dengan ongkos Rp 2.500, kami pun langsung menuju > ke Dandito untuk menikmati kepiting. Menu yang kami pesan cukup 1 porsi > kepiting lada hitam (yang bertelur), 1 porsi kepiting saus tiram super dan 1 > porsi cah kangkung sea food,, 1 gelas es jeruk, 1 gelas teh manis panas dan > 1 gelas es teh manis. Hanya cukup menunggu 30 menit menunggu, semua hidangan > sudah tersaji di depan mata. Diabadikan dulu sebelum di santap habis. > Membutuhkan waktu sekitar 1 jam buat kami bertiga untuk menghabiskan semua > kepiting yang terhidang. Total semuanya Rp 275.000. > > Sore harinya, setelah beristirahat sejenak di Guest House Fortuna (depan > toko Susana), perjalanan di lanjutkan menuju ke penangkaran Buaya dengan > angkot no. 7 (arah ke airport) dari Terminal Damai dengan ongkos Rp > 5000/orang. Nah, kalau ingin ke lokasi ini, usahakan datang sebelum jam 6 > malam, karena lewat dari waktu tersebut, taksi (angkot) nya dah langka. HTM > untuk melihat buaya dari segala jenis ukuran Rp 10.000 / orang (dewasa). > Kebetulan sebelum masuk ke lokasi penangkaran, ada 2 gajah yang sedang > makan. Memasuki penangkaran buaya, kami di antar oleh petugas setempat > berkeliling area ini. Jumlah buaya di lokasi ini sekitar 1000 ekor. Kalau > ada budget lebih, bisa juga memberikan pakan kepada buaya-buaya ini, karena > pemberian pakan resminya hanya 2 kali dalam seminggu yaitu hari Senin dan > Kamis saja. Puas berkeliling penangkaran buaya, perjalanan di lanjutkan ke > Pantai Kumala untuk menikmati sunset. > > July 19, 2009. Hujan sudah membasahi kota Balikpapan. Perut pun sudah mulai > keroncongan minta diisi. Berdasarkan informasi, ada tempat makan yang > lumayan di depan gedung BRI. Dengan hanya berjalan kaki sekitar 3 menit, > kami masuk ke dalam Depot Aquaria dan memesan Soto Banjar dan segelas teh > manis panas. Sangat cocok dengan udara yang dingin menggigit. Rasa ya > lumayanlah.. yang penting bisa mengganjal perut. Setelah sarapan, kami > keliling sebentar dengan angkot no. 3. > > Pukul 8 pagi, kami menyewa taksi argo untuk mengantar kami menuju taman > wisata Bukit Bangkirai yang terkenal dengan jembatan gantungnya. Setelah > menempuh perjalanan sekitar 2 jam karena kondisi jalan yang bolong > sana-sini, sekitar 7 km sebelum Bukit Bangkirai, penjaga pos mengatakan > jalan menuju lokasi sangat licin. Dan hanya mobil 4 WD saja yang bisa > masuk... hufff sungguh kecewa. Akhirnya kami pun memutuskan untuk merubah > schedule perjalanan menuju Samarinda. Makan siang di Tahu Sumedang (jl. > poros balikpapan samarinda). Lumayan banyak orang yang makan di tempat ini. > Gak butuh lama untuk menunggu menu pesanan kami diantaranya Karedok, 3 porsi > tahu sumedang dan ayam gepuk. Soal rasa ya lumayan lah.. belum bisa > dikatakan maknyus :). Selesai makan, perjalanan menuju Samarinda pun > dilanjutkan dan tiba jam 1 siang. Foto-foto sebentar di jembatan Samarinda > yang baru saja di resmikan tanggal 15 Juli oleh pak SBY. Setelah itu lanjut > menyusuri Sungai Mahakam > dan Masjid Islamic Centre. Satu jam tak terasa, kami meninggalkan Samarinda > untuk kembali ke Balikpapan. Harga sewa taksi PP Balikpapan - Samarinda Rp > 450.000. Tiba di Balikpapan dilanjutkan dengan hunting Amplang di daerah > Gunung Sari. Banyak toko-toko yang menjual amplang, tapi kami memutuskan > untuk membeli di Toko Salsabila. > > July 20, 2009. Hari ini cerah. Sarapan pagi di lapangan 3 pertamina dengan > menu lontong sayur dan semangkuk bubur banjarmasin cukup mengenyangkan > perut. Nah kalo bubur banjarmasin ini patut dicoba. Rasanya maknyus. Harga > per porsi Rp 13.000 saja. Target selanjutnya hunting suvenir di kebun sayur > dan makan pepes patin di Haur Gading. Nah, kalo pepes patin nya ini > bener-bener maknyus... bumbunya sangat terasa dan ikan nya benar-benar > empuk. Apalagi di bagian lemaknya. Ditutup dengan teh botol, cukup meraih > kocek Rp 25.000. Wisata kuliner dan suvenir sudah selesai. Waktunya kembali > ke Makassar dan melanjutkan perjalanan darat menuju Sorowako dengan bus > malam. > > Salam, > > Lili NHL. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
