Saya kok jadi agak bingung?

 

Sebenarnya kapan sih Malaysia mengklaim tari pendet itu milik malaysia?

Yang saya tahu, malaysia membuat iklan pariwisata malaysia dan memasukkan
tarian pendet di dalam iklan tersebut.

Apakah itu sudah bisa di anggap sebagai mengklaim? Kalo saya anggap sih
belom.

 

Kenapa mereka memasukkan Tari Pendet di iklan mereka? Jawabnya gampang
sekali.

Karena kita memang bisa menjumpai tari pendet di malaysia. Lho kok bisa?

Soalnya sudah banyak sekali orang bali yang hijrah ke malaysia dan beranak
pinak di sana.

Ternyata selain beranak pinak, mereka tetap melanjutkan budaya dan adat
mereka.

Jadilah Orang-orang bali dengan "KTP" Malaysia ada di sana.

Apakah salah kalau orang2 Bali ini tetap membudayakan adat istiadat mereka?

Apakah salah kalau pemerintah Malaysia memperhatikan mereka dan
mempromosikannya dalam iklan?

 

Kalau nonton iklannya penuh, di situ juga diperlihatkan adanya Barongsai.

Tapi kok penduduk China ga' ada yang komplain ya?

Karena mereka tahu, di masukkan di iklan manapun, seluruh dunia tau
Barongsai itu milik China.

Seperti juga tari pendet, dimasukkan iklan manapun, orang tau tari pendet
itu dari Bali (kalo tau dari Indonesia saya belom yakin).

 

So... keep show your traditional talent to the world biar seluruh dunia tau.

Jadi kalo ada tarian indo masuk di iklan Brazil, Venezuela, Nepal, Arab
Saudi, Italia, belanda, kita ga' perlu takut.

Karena dunia tau bahwa tarian itu milik bangsa Indonesia.

 

Saya justru bangga melihat sebagian adat kita dipakai negara lain untuk
mempromosikan negaranya.

Bukannya itu berarti anak bangsa kita telah memberikan pengaruh positif di
negara itu.

 

JAYALAH INDONESIA!!!

 

@Tari: jangan takut anda diklaim pengarang malaysia, kayaknya itu tidak
mungkin kalau kamu ga' tinggal di sana.

 

 

 

 



 

 

HENDRIK RUPANG

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke