saya setuju dgn apa yg dikatakan mas hendrik.
gak usah lah kita seperti orang yg kebakaran jenggot, protes sana-sini yang gak 
jelas tujuannya....
Wacana seperti ini terus muncul setiap kali kita merasa ada bagian budaya kita 
yang 'dicuri' mulai dari rasa sayange, angklung, reog, dan skrg tari pendet, 
entah nanti apalagi yang akan muncul.....

Sampai-sampai Kompas kemarin atau sabtu klo tidak salah membahas mengenai tari 
pendet, riwayat dan asal mulanya. 

Sebelumnya apa pernah kita berpikir bagaimana melestarikan budaya kita, kenapa 
setelah orang lain memasukan itu dlm iklan mereka, trus kita yang sewot...

Saya rasa turis-turis yang berkunjung ke malaysia, juga pernah berkunjung ke 
Indonesia, minimal ke bali... nah, mereka juga gak bodoh kok....., 
mereka juga tau klo tari2an dgn berbagai macam aksesori seperti itu sebenarnya 
adalah punya Indonesia.

Angklung - mereka juga tau klo angklung dari Indonesia....
Reog - saya yakin mereka yg nonton reog di KL pasti akan berpikir seribu kali 
dan bertanya-tanya : apa iya reog punya malaysia ?

Intinya :
biar saja mereka mau menggunakan produk2 / budaya kita untuk promosi mereka, 
toh travelers2 itu juga gak dampang dibodoh-bodohi kok....
So... tenang aja...
Daripada kita protes sana-sini, mendingan kita mewujudkannya dgn karya nyata :
mempelajari dan mengenalkan budaya kita ke orang luar dgn terus mempromosikan 
budaya Indonesia dimanapun kita berada ( btw, orang Indonesia sendiri banyak yg 
tidak / belum kenal kok dgn budayanya sendiri...

Have a Blessed Monday........

Regards,
Dessy


  ----- Original Message ----- 
  From: Hendra Saputra 
  To: [email protected] 
  Cc: [email protected] 
  Sent: Monday, August 24, 2009 06:27
  Subject: Re: [indobackpacker] Re: Malaysia Klaim Tari Pendet: Sikap Kita?


    Yup, bener juga sih klo melihatnya dari sudut pandang ini, tapi klo dari 
melihat kebiasaan Malaysia dari semua sisi, seperti nelayan2 kita yang sering 
ditakut-takuti angkatan laut diraja Malaysia ketika melaut meskipun mereka 
masih di perairan Indonesia, pulau Maratua (di Kal-Tim) yang pernah 
"dimasukkan" sebagai salah satu destination turis2 mereka, dan sederet hal-hal 
lainnya jadi hal yang wajar klo ada rasa tidak terima di dada rekan2 semua, ini 
lah bukti kita cinta Indonesia. Tapi hal yang perlu juga, apa tindakan kita 
selanjutnya? Sebagai backpacker, ada satu hal yang mudah bagi kita, kenali 
dengan baik budaya kita trus promosiin dimana saja kita pergi dan dengan siapa 
saja kita bertemu, bisa dengan ngobrol, membagikan sticker2 (misal: Angklung 
dari Indonesia, Tari Pendet punya kita Indonesia, dll), dan juga cara2 yang 
lain. Dan jangan sampai ketika kita ikut2an marah, padahal kita sendiri tidak 
paham atau mengerti apa itu Tari Pendet, dari mana, buat upacara apa, dll. 
Kesimpulannya, kita mulai dari diri sendiri dulu untuk mengenali, mengetahui 
dan mencintai budaya Indonesia.

  Merdeka,

  Hendra Saputra 

  ________________ Reply Header ________________
  Subject: [indobackpacker] Re: Malaysia Klaim Tari Pendet: Sikap Kita?
  Author: "Hendrik Rupang" <[email protected]>
  Date: 23rd August 2009 9.25 pm

  Saya kok jadi agak bingung?

  Sebenarnya kapan sih Malaysia mengklaim tari pendet itu milik malaysia?

  Yang saya tahu, malaysia membuat iklan pariwisata malaysia dan memasukkan
  tarian pendet di dalam iklan tersebut.

  Apakah itu sudah bisa di anggap sebagai mengklaim? Kalo saya anggap sih
  belom.

  Kenapa mereka memasukkan Tari Pendet di iklan mereka? Jawabnya gampang
  sekali.

  Karena kita memang bisa menjumpai tari pendet di malaysia. Lho kok bisa?

  Soalnya sudah banyak sekali orang bali yang hijrah ke malaysia dan beranak
  pinak di sana.

  Ternyata selain beranak pinak, mereka tetap melanjutkan budaya dan adat
  mereka.

  Jadilah Orang-orang bali dengan "KTP" Malaysia ada di sana.

  Apakah salah kalau orang2 Bali ini tetap membudayakan adat istiadat mereka?

  Apakah salah kalau pemerintah Malaysia memperhatikan mereka dan
  mempromosikannya dalam iklan?

  Kalau nonton iklannya penuh, di situ juga diperlihatkan adanya Barongsai.

  Tapi kok penduduk China ga' ada yang komplain ya?

  Karena mereka tahu, di masukkan di iklan manapun, seluruh dunia tau
  Barongsai itu milik China.

  Seperti juga tari pendet, dimasukkan iklan manapun, orang tau tari pendet
  itu dari Bali (kalo tau dari Indonesia saya belom yakin).

  So... keep show your traditional talent to the world biar seluruh dunia tau.

  Jadi kalo ada tarian indo masuk di iklan Brazil, Venezuela, Nepal, Arab
  Saudi, Italia, belanda, kita ga' perlu takut.

  Karena dunia tau bahwa tarian itu milik bangsa Indonesia.

  Saya justru bangga melihat sebagian adat kita dipakai negara lain untuk
  mempromosikan negaranya.

  Bukannya itu berarti anak bangsa kita telah memberikan pengaruh positif di
  negara itu.

  JAYALAH INDONESIA!!!

  @Tari: jangan takut anda diklaim pengarang malaysia, kayaknya itu tidak
  mungkin kalau kamu ga' tinggal di sana.



  
PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL TBK. DISCLAIMER:

This email and any files transmitted with it are confidential and
intended solely for the use of the individual or entity to whom they
are addressed. If you have received this email in error please notify
the system manager. This message contains confidential information
and is intended only for the individual named. If you are not the
named addressee you should not disseminate, distribute or copy this
e-mail. Please notify the sender immediately by e-mail if you have
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your
system. If you are not the intended recipient you are notified that
disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on
the contents of this information is strictly prohibited.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke