Benar sekali yang dikatakan oleh Adolf. Saya sendiri adalah orang asli Pulau 
Tidung yang tinggal di Depok dan terlibat dalam mengembangkan potensi wisata 
disana. Untuk sekarang Pulau Tidung memang masih baru mencoba mengembangkan 
potensi wisata. Jauh tertinggal dari Pulau Pramuka dan Pulau Untng Jawa 
yang sudah lebih dahulu dikembangkan oleh dinas wisata Pulau Seribu. Masukan 
dari Mas Izaak sangat membantu kami yang sedang berupaya memperkenalkan potensi 
wisata di Pulau Tidung. Dengan tulisan Mas Izaak kami tentu bisa belajar lebih 
baik lagi dalam menerima para turis dan memperbaiki berbagai kekurangan yang 
ada, baik dalam masalah guide, sarana maupun pengetahuan wisata lainnya yang 
kami yakin akan berguna sekali bagi pengembangan wisata bahari di Pulau Seribu 
ke depan.

Sekali lagi terimakasih atas masukan Mas izaak.

Hormat saya,
Ridwan
Penulis, penyuka jalan-jala
(081 2804 3941)

--- On Thu, 10/12/09, Adolf Izaak <[email protected]> wrote:


From: Adolf Izaak <[email protected]>
Subject: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan 
seribu-desember
To: [email protected], "Indo backpacker" <[email protected]>
Date: Thursday, 10 December, 2009, 6:10 PM


 



Awal november lalu dengan teman-teman sempatkan main-main kesana. Tuk saya
pribadi adalah yang kedua kalinya setelah pertama kali kesana tahun 2006.
Biasanya lebih sering ke P.Pramuka. IMHO, P.Tidung menarik. Boleh dibilang
SEDANG AKAN berkembang sebagai pulau wisata. Beda dengan P.Pramuka yang
SEDANG berkembang. Bandingkan dengan P.Untung Jawa yang menurut saya SUDAH
berkembang. Namanya juga sedang akan berkembang tentunya tuk sarana
akomodasi, pelayanan guide, masih lebih baik di P.Pramuka. Di P.Tidung kalau
mau tinggal di rumah penduduk, saya yakin banyak yang mau terima. Tapi tuk
penginapan masih terbatas.

Tuk nuansa...kalau ada mengatakan lebih bagus P.Tidung dibanding
P.Pramuka... .Bisa ya bisa juga tidak. Ya...karena masih banyak spot-spot di
P.Tidung masih belum di jamah dibanding di P.Pramuka. Spot snorkling di
dekat P.Tidung Kecil, very nice.

Untuk diving, katanya spotnya juga oke. Tapi...sayang belum ada dive center
disana. Saya rencana bulan Maret, setelah ombak tenang ingin diving disana.
Lagi berpikir kalau start dari P.Tidung akan sangat repot karena harus bawa
terutama tanki. Tuk 4 x dive berarti tuk satu orang perlu bawa 4 tanki dan
pemberat dan peralatan lain...hhhhmmm. ...repot. Setelah berunding kami
memutuskan start dari P.Pramuka saja sebagai home base. Tokh dari P.Pramuka
ke P.Tidung hanya sekitar sejam saja.

Satu hal sehingga saya merasa perlu mengatakan sedang akan berkembang adalah
dari kesiapan local guide tuk mengantar tamu-tamu keliling pulau dan tuk
snorkling. Tampaknya person yang terlatih melayani tamu masih terbatas. Pun
juga pengetahuan tentang spot-spot snorkling tampaknya juga masih terbatas.
Miris juga saat kami ditemani oleh guide disana yang rupanya belum familiar
dengan lokasi yang kami datangi. Malah kami mendapat informasi adanya spot
menarik itu bukan oleh guide tersebut tapi dari petugas perikanan. Kemudian,
saat menemani kami snorkling... .miris sekali. Guide kami tidak memakai fin,
hanya sandal dan banyak karang ter-injak-injak olehnya dan
patah....hhhhhhmmmm m....miris ya...Kami sempat membuatkan foto dokumentasi
yang tentunya tidak untuk di publikasikan. Selain itu pengetahuan tentang
alat-alat snorkling masih terbatas.

Sudah pasti tidak bisa di generalisir ya. Barangkali kebetulan saja kami
mendapat guide yang masih "baru". Kami berharap tuk kedepannya ada kesiapan
dari teman-teman di P.Tidung tuk menerima tamu-tamu yang ingin ber-wisata.
P.Pramuka hampir setiap minggu selalu crowded. Kapal menuju Pramuka selalu
penuh. Tidak menutup kemungkinan suatu saat P.Pramuka akan sampai titik
jenuh. Yang kemudian beralih ke P.Tidung.

Apakah siap P.Tidung menjadi pulau wisata yang murah meriah...? jawaban
kembali kami serahkan kepada rekan-rekan disana.

salam
Adolf

Kirim email ke