Dear all,
Sangat setuju atas semua saran yang disampaikan oleh Adolf
Kalau semua warga negara seperti Adolf yang peduli dan ingin mengembangkan 
potensi pulau2 di Indonesia saya yakin keindahan dan kenyamanan pulau2 di 
Indonesia akan membuat iri bangsa lain. Terimakasih Adolf yg sudah sharing 
pengalaman dan pengetahuan nya, semoga membuka wawasan kita2 yg minim 
pengetahuan mengenai hal ini
Marilah kita jaga dan kita optimalkan aset pemberian Tuhan YME di tanah 
air kita.

Tks n rgds,
Enny Sudarmanto




"Adolf Izaak" <[email protected]> 
Sent by: [email protected]
11-Dec-2009 12:40
 
To
[email protected], "Indo backpacker" <[email protected]>, 
"ridwan malik" <[email protected]>, "Novianti, Ika" 
<[email protected]>
cc

Subject
Re: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan 
seribu-desember






 
Setuju...tuk P.Tidung tidak perlu segan-segan tuk belajar dari pulau-pulau 

lainnya. Prediksi saya pulau ini akan banyak diminati para wisatawan 
terutama yang mulai jenuh dengan crowded-nya P.Pramuka dan P.Untung Jawa. 
Guide perlu memahami bagaimana memberikan service yang memuaskan atau 
membuat tamu-tamu enjoy. Kalau boleh mencatat point-point perlu di miliki 
oleh para guide disana...

Pertama. Pengetahuan baik spot snorkling atau diving. Umumnya tamu-tamu 
mau 
snorkling. Tidak hanya tahu tapi guide sudah pernah datang dan mencoba di 
spot tersebut. Sehingga kalau di tanya spot mana yang bagus, mereka tidak 
gelagapan menjawabnya atau sekedar asal jawab aja.

Kedua. Keterampilan tuk snorkling termasuk juga membimbing para 
tamu-tamunya 
terutama yang belum pernah atau jarang snorkling. Ketrampilan disini 
termasuk juga handel savety.....

Ketiga. Pengetahuan dan pemahaman akan pulau-nya itu sendiri. Bisa 
menjelaskan apa-apa saja yang menarik di pulau tersebut. Termasuk sejarah 
dan lain-lain mengenai pulau.

Keempat. Kalau ke P.Tidung tidak lengkap kalau tidak bersepeda. Di 
hari-hari 
tertentu, misalnya weekend, kebutuhan sewa sepeda dengan yang tersedia 
terasa timpang. Rombongan kami pernah ngalami kekuarangan sepeda. 
Solusinya 
unik juga...sisa sepeda yang kami butuhkan kami cari sambil jalan. Lewat 
rumah penduduk begitu lihat sepeda nganggur kami tanyakan sama tuan rumah 
apakah bisa dan mau kami sewa. Jawabannya ada yang lantas bilang, oke 
silahkan pake....ada juga yang mengatakan sebaliknya. Akhirnya semua-nya 
dapat sepeda. Peranan guide bisa membantu mencarikan sepeda.

Kelima. Minimnya peralatan sewa snorkling. Pernah rombongan kami dan 
rombongan lain tidak bisa sewa alat snorkling karena tidak ada barang. 
Lagi-lagi peranan para guide bisa memberikan solusi bagi mereka yang 
kekurangan alat snorkling.

Keenam. Penginapan disana yang kami tahu hanya Lima Bersaudara, yang di 
kelola oleh Pak Haji Hamid. Berharap kalau memang belum ada investor yang 
mau buka usaha akomodasi, rumah-rumah penduduk bisa sebagai home stay. 
Minimal di setiap homestay ada kipas anginnya.

Ketujuh. Kesiapan sewa perahu. Perlu ada yang koordinator disana tuk sewa 
perahu. Yang penting adalah jangan mainkan harga. Misalnya harga normal 
200 
rb lalu di jual 400 rb, dan ketahuan lagi oleh tamu-tamu-nya kalau harga 
di 
up. Selain itu pengetahuan para tukang perahu menyangkut savety dan 
spot-spot snorkling yang nyaman. Tuk savety, minimal di setiap perahu ada 
tangga dan tali. May be kalau orang pulau tidak perlu tangga...tapi yang 
belum terbiasa setelah snorkling dan akan naik perahu sangat butuh tangga.

Kedelapan. Warga disana perlu menjadi kontrol wisatawan menyangkut moral 
dan 
perilaku. Jangan sampai mereka yang berbusana minim, meski tujuannya tuk 
snorkling, dibiarkan begitu saja. Bebas boleh saja...tapi bebasnya jangan 
kebablasan. Warga perlu saling kontrol...

Kesembilan. Masing-masing guide boleh-boleh saja bersaing...tapi jangan 
sampai saling menjatuhkan. Misalnya guide A mengatakan, wah jangan pake 
guide si B dech...Dia payah...ngga tahu apa-apa, ngga bisa 
snorkling...bla..bla... Nah yang kayak begitu jangan sampai terjadi.

Kesepuluh...Tampaknya tuk kembali ke Jakarta dari P.Tidung perlu ada kapal 

yang siang. Selama ini yang ada hanya Minggu pagi jam 8 saja. Berarti 
hanya 
hari Sabtu saja yang full activity. Kecuali kalau mau carter. Pun carter 
tentunya harga akan lebih mahal.

Tulisan di atas hanya saran aja sebagai kepedulian dengan P.Tidung. Bukan 
bermaksud sok pintar ya. Please jangan ada prasangka demikian. Bagi saya 
pribadi P.Tidung ibarat emas yang masih perlu di percantik lagi supaya 
tambah memikat.

Adolf

----- Original Message ----- 
From: "Novianti, Ika" <[email protected]>
To: <[email protected]>; "Indo backpacker" 
<[email protected]>; "Adolf Izaak" <[email protected]>; 

"ridwan malik" <[email protected]>
Sent: Friday, December 11, 2009 9:09 AM
Subject: Re: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan 
seribu-desember

Mas Ridwan yang sedang mengembangkan P. Tidung, salut buat anda dan good 
luck yah.. harapan saya agar masalah Guide lebih difokuskan terutama 
bagian 
safety dan caring. guide adalah basic dari berkembangnya pariwisata. Guide 

harus bisa mencontohkan bagaimana bermain di laut dengan aman, dan 
memiliki 
kepedulian yang tinggi terhadap biota laut terutama terumbu karangnya.. 
jangan sampai malah rusak sebelum sempat P. Tidung berkembang.

dan untuk rekan2, kalau menjumpai guide yang seperti itu, harus di 
beritahu.. untuk kepentingan kita bersama :-)

Kepulauan seribu itu Indah.. masih Indah!
itu yang saya tau dan saya lihat dari bbrp pulau.. masih ada rays, moray 
eel, nudi, clams, dan terumbu karang yang besar2 dan hidup.. duh 
senangnya!
Sekedar info, P. Seribu kita msh lebih bagus dari TARP (P. Seribu-nya 
Malaysia) di Kinabalu :-) ayo di jaga yaa.

Novi

--- On Thu, 12/10/09, ridwan malik <[email protected]> wrote:

From: ridwan malik <[email protected]>
Subject: Re: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan 
seribu-desember
To: [email protected], "Indo backpacker" 
<[email protected]>, "Adolf Izaak" <[email protected]>
Date: Thursday, December 10, 2009, 6:46 AM

Benar sekali yang dikatakan oleh Adolf. Saya sendiri adalah orang asli 
Pulau Tidung yang tinggal di Depok dan terlibat dalam mengembangkan 
potensi 
wisata disana. Untuk sekarang Pulau Tidung memang masih baru mencoba 
mengembangkan potensi wisata. Jauh tertinggal dari Pulau Pramuka dan Pulau 

Untng Jawa yang sudah lebih dahulu dikembangkan oleh dinas wisata Pulau 
Seribu. Masukan dari Mas Izaak sangat membantu kami yang sedang berupaya 
memperkenalkan potensi wisata di Pulau Tidung. Dengan tulisan Mas Izaak 
kami 
tentu bisa belajar lebih baik lagi dalam menerima para turis dan 
memperbaiki 
berbagai kekurangan yang ada, baik dalam masalah guide, sarana maupun 
pengetahuan wisata lainnya yang kami yakin akan berguna sekali bagi 
pengembangan wisata bahari di Pulau Seribu ke depan.

Sekali lagi terimakasih atas masukan Mas izaak.

Hormat saya,

Ridwan

Penulis, penyuka jalan-jala

(081 2804 3941)

--- On Thu, 10/12/09, Adolf Izaak <adolf-izaak@ dnet.net. id> wrote:

From: Adolf Izaak <adolf-izaak@ dnet.net. id>

Subject: Pulau Tidung ya....Re: [indobackpacker] gelombang kepulauan 
seribu-desember

To: cokelatbiru@ gmail.com, "Indo backpacker" <indobackpacker@ 
yahoogroups. 
com>

Date: Thursday, 10 December, 2009, 6:10 PM

Awal november lalu dengan teman-teman sempatkan main-main kesana. Tuk saya

pribadi adalah yang kedua kalinya setelah pertama kali kesana tahun 2006.

Biasanya lebih sering ke P.Pramuka. IMHO, P.Tidung menarik. Boleh dibilang

SEDANG AKAN berkembang sebagai pulau wisata. Beda dengan P.Pramuka yang

SEDANG berkembang. Bandingkan dengan P.Untung Jawa yang menurut saya SUDAH

berkembang. Namanya juga sedang akan berkembang tentunya tuk sarana

akomodasi, pelayanan guide, masih lebih baik di P.Pramuka. Di P.Tidung 
kalau

mau tinggal di rumah penduduk, saya yakin banyak yang mau terima. Tapi tuk

penginapan masih terbatas.

Tuk nuansa...kalau ada mengatakan lebih bagus P.Tidung dibanding

P.Pramuka... .Bisa ya bisa juga tidak. Ya...karena masih banyak spot-spot 
di

P.Tidung masih belum di jamah dibanding di P.Pramuka. Spot snorkling di

dekat P.Tidung Kecil, very nice.

Untuk diving, katanya spotnya juga oke. Tapi...sayang belum ada dive 
center

disana. Saya rencana bulan Maret, setelah ombak tenang ingin diving 
disana.

Lagi berpikir kalau start dari P.Tidung akan sangat repot karena harus 
bawa

terutama tanki. Tuk 4 x dive berarti tuk satu orang perlu bawa 4 tanki dan

pemberat dan peralatan lain...hhhhmmm. ...repot. Setelah berunding kami

memutuskan start dari P.Pramuka saja sebagai home base. Tokh dari 
P.Pramuka

ke P.Tidung hanya sekitar sejam saja.

Satu hal sehingga saya merasa perlu mengatakan sedang akan berkembang 
adalah

dari kesiapan local guide tuk mengantar tamu-tamu keliling pulau dan tuk

snorkling. Tampaknya person yang terlatih melayani tamu masih terbatas. 
Pun

juga pengetahuan tentang spot-spot snorkling tampaknya juga masih 
terbatas.

Miris juga saat kami ditemani oleh guide disana yang rupanya belum 
familiar

dengan lokasi yang kami datangi. Malah kami mendapat informasi adanya spot

menarik itu bukan oleh guide tersebut tapi dari petugas perikanan. 
Kemudian,

saat menemani kami snorkling... .miris sekali. Guide kami tidak memakai 
fin,

hanya sandal dan banyak karang ter-injak-injak olehnya dan

patah....hhhhhhmmmm m....miris ya...Kami sempat membuatkan foto 
dokumentasi

yang tentunya tidak untuk di publikasikan. Selain itu pengetahuan tentang

alat-alat snorkling masih terbatas.

Sudah pasti tidak bisa di generalisir ya. Barangkali kebetulan saja kami

mendapat guide yang masih "baru". Kami berharap tuk kedepannya ada 
kesiapan

dari teman-teman di P.Tidung tuk menerima tamu-tamu yang ingin ber-wisata.

P.Pramuka hampir setiap minggu selalu crowded. Kapal menuju Pramuka selalu

penuh. Tidak menutup kemungkinan suatu saat P.Pramuka akan sampai titik

jenuh. Yang kemudian beralih ke P.Tidung.

Apakah siap P.Tidung menjadi pulau wisata yang murah meriah...? jawaban

kembali kami serahkan kepada rekan-rekan disana.

salam

Adolf

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/

Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ 
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari JUMAT.

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip 
bagian yang perlu saja.

Milis Indobackpacker menerima ATTACHMENT baik gambar ataupun photo, tetapi 

mohon indahkan tentang hak cipta dan ukuran file.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

Mengirim email ke grup : [email protected] (moderasi penuh)
Mengirim email kepada para Moderator/Owner: 
[email protected]
Satu email perhari: [email protected]
No-email/web only: [email protected]
Berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
Bergabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]

Yahoo! Groups Links

__________ NOD32 4675 (20091210) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke