Ikutan share.

Setiap kali saya di telp gara2x punya CC, apalagi di akhir tahun.. 50% hotels.. 
tentu hotelnya Hotel Bintang,
Saya sendiri nggak allergy sama Hotel, tapi saya sangat menyukai Homestay. 

Setiap makan Malam bersama, kalau di Sawarna.. saya seneng banget sama Homestay 
Pak Hudaya, karena di sini kita bisa berbagi cerita, tambah kawan dan.. juga 
bertukar cerita ttg budaya.  Dulu, sebelum Sawarna seramai sekarang, Pak Hudaya 
(alm) menjadi rekomendasi
Backpacker bule, dan Backpacker bule lah yang memulai ada nya Homestay di 
Sawarna, mungkin
Kedepan.. Mudah2xan saja... Investor kelas Kakap, nggak invest gede2xan, karena 
di beberapa tempat.. Homestay
Malah Mati, atau kehilangan karena perubahan..

Kalau ingat di jalan Jaksa, Homestay paling terkenal ya, wisma Delima.. 
sekarang masih ada.. dan disini tempat pertemuan dan perkawanan antar bangsa di 
Mulai. Tentu pasti aka nada cerita Panjang setiap selepas Makan Malam, tapi .. 
perubahan, Meja Makan Homestay
Yang umumnya si Tamu bisa memasak makanan mereka sendiri, pindah ke Café!....

Ada Homestay yg pernah saya inapi beberapa malam di Kupang, beberapa taon 
silam, pekerja sudah 30 tahun mengabdi. Komentarnya, dulu
Bule backpacker, mau tidur di ruang Tamu, mereka kami siapkan makan apa adanya, 
setiap malam ada diner sederhana yang selalu
Ramai.. sekarang, kami mulai Bangkrut! Kami kalah dengan Investor besar.. 
katanya!  Hanya backpacker yang sudah pernah kesini
Selalu datang kesini.

Homestay lainnya,  saya pernah yang keren, milik Pak Yose.. di Rote!  Sudah 
lebih 30 tahun, homestay ini ada, setidaknya di homestay ada Rack Buku 
peninggalan para Backpacker, jumlah.. wow!  Dan ada beberapa biji papan 
surfing, semua orang boleh pakai, dan tak perlu membayar..  setiap Makan Malam, 
kami kumpul.. ada yang pergi, ada yang datang.. selalu memberikan cerita baru 
setiap Makan Malam yang sederhana.. lautnya, Ikan + Kecap + saus!

Nah, kalau pernah nginep di Catimore Hometay, di blawan... Komentar tamu2x saya 
akan bilang " aris, kenapa pengelola tak Ganti nama?  Ini luxury homestay, 
terlalu mewah utk kelas Homestay.. ada swimming pool gitu!

Ada juga Homestay yang sangat quite, di pacitan.. pemiliknya orang Jerman...

Hampir semua Homestay di Indonesia, rata2x yang mengenalkan Backpacker asing, 
walaupun ada juga yang intiatif dari penduduk desa itu sendiri.  Yang aneh! 
Kalau anda ke pulau Pramuka atau daerah dekat2x Jakarta.. ada Homestay harganya 
diatas 250rb/ room..
Dan kebanyakan di pakai utk short time!  Duh.. Hometay, atau.....

Sekarang di Citalahab ada sekitar lebih dari 15 rumah sudah jadi Homestay... 

Punya share unik tentang Homestay?  Di beberapa tempat remote di flores, 
homestay nya lebih unik..dan lebih bersahabat.

Salam
ARIS 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of =Anisa Alfadillah=
Sent: Saturday, December 26, 2009 8:03 PM
To: [email protected]; Kang Giman; [email protected]; Bonag 
Aditya
Subject: Re: Bls: [indobackpacker] info penginapan murah d Ujung genteng atau 
sawarna

hola semuanya...

saya mau bagi pengalaman nih..
kebtulan saya dan teman2 baru saja kembali dari Sawarna, baruuuuu aja... ^_^   
(jangan2 tadi saya ktemua mba irine??)
Kami juga menginap di homestay Widi, yang punya namanya pak Ade (widi tuh nama 
anak bungsunya ternyata). Seperti yang dibilang Irine, biayanya perorang 75rb, 
itu udah termasuk makan 3x sehari, minum teh/kopi sepuasnya, & cemilan 
sepanjang waktu (makanannya uenak tenan lhoo..).

Kemarin kami menyusuri pantai sawarna, tujuannya ke goa lalay (goa kelelawar, 
di dalamnya memang banyak kelelawar). dalam perjalanan nanti kita bisa ngeliat 
tanjung layar (dua batu besar yang berbentuk seperti layar), karang putih, 
karang merah, naik gunung sedikit, lewat pematang sawah, dan akhirnya masuk ke 
goa lalay. GOanya memang licin banget karena sebagian dasarnya ditutupi tanah 
liat. bener banget kata irine, pake sendal/spatu, ujung2nya pasti dilepas 
juga... hehehe.. Kembali dari goa lalay, pak Ade dan keluarga udah nyiapin 
kelapa muda yang suegerr di depan rumahnya. Perjalanan ke goa lalay itu kami di 
guide oleh kedua putranya pak ade, untuk tanda terimakasih kami ngasih tips 
+-50rb.

Pantai di sawarna tuh luas n bersih... masih sepi pula, jadi bisa berenang/main 
ombak sepuas2nya.

Untuk tanjung genteng, menurut cerita pak ade... di sana tuh ada goa tempat 
jepang nyimpen senjata. saya lupa apa namanya (maap,,,).  mungkin nanti bisa 
tanya2 sama warga di sana.

saya setuju sama Kang Giman, tinggal di homestay emang lebih enak... jadi 
berasa di rumah sendiri & jadi nambah temen karena bukan kita aja yg tinggal di 
situ, banyak traveller lainnya juga. karena perjalanan ke Sawarna kali ini, 
saya jadi nambah temen 15 orang dan kami spakat mau bikin grup fesbuk 
bareng.... hehehhe

salam hangat,
Anisa







________________________________
From: "[email protected]" <[email protected]>

Kirim email ke