Dear,

Saya rasa, saya akan dapet "teguran" dari banyak IBPers mengenai hal ini, tapi 
Ya! Orang Indonesia sering kali lebih jorok daripada beberapa turis 
mancanegara! - apalagi tuk penggunaan toilet.

Dan demanding, berisik (sering ketawa dan ngobrol keras2 tanpa kenal waktu), 
tidak bisa antri, plus sering ngelunjak - dikasi free tea, bukan diminum 
secukupnya eh malah teh celupnya dikantongin sebagian.. Hehe

Tapi itu kan rata2 orang Indo yg saya temui. Saya yakin, rekan2 IBPers tidak 
seperti itu lah. Turis dari mancanegara juga sering berlaku seenaknya, terutama 
(maaf, bukan bermaksud rasis) yang dari India, Srilanka, Malaysia, dan beberapa 
daerah di China.

Mestinya kalo jalan2, ya tetap bijaksana ya.. Jaga kelakuan, hormati orang lain 
yang lagi jalan2 juga. Kan kelakuan kita, secara tidak langsung, mencerminkan 
kebudayaan negara kita juga..... :)

Happy travelling.. Be wise ya....



Diesty

-----Original Message-----
From: deedee <[email protected]>
Date: Sun, 27 Dec 2009 23:33:12 
To: <[email protected]>; =Anisa Alfadillah=<[email protected]>; 
<[email protected]>; Kang Giman<[email protected]>; 
<[email protected]>; Bonag Aditya<[email protected]>
Subject: Re: Bls: [indobackpacker]ganti Topik = Homestay

berbicara tentang homestay, sebel deh kalo ada homestay (seperti di Jogja 
kemaren), harganya rasonable Rp 70,000 per malam, tempat nya sederhana, bersih, 
nyaman, tapi hanya disewakan untuk bule! Ternyata ngak hanya di jogja, di 
berbagai daerah di Indonesia banyak sekali terdapat homestay alias rumah 
penduduk yang disulap penjadi penginapan nyaman dan murah, dan (lagi2) hanya 
bole disewa untuk bule. Rasanya pada saat itu juga saya pengen ke salon ngecet 
rambut jadi pirang dulu dan pura2 jadi turis Jepang yang ngomong kayak Cinta 
Laura supaya bisa nginep disana...

Tapi setelah ngobrol dengan pemilik nya, saya baru sedikit (sedikit doang, 
tetep sebel) mengerti, bahwa orang Indonesia itu (menurut mereka) lebih jorok, 
terlalu demanding, sering complaint hal2 yang ngak penting, sehingga mereka 
lebih suka menerima tamu asing dibandingkan wisatawan negerinya sendiri... 
sedih...

 

salam,
Deedee Caniago
*they don't care how much you know until they know how much you care*




________________________________
From: Aris <[email protected]>
To: =Anisa Alfadillah= <[email protected]>; [email protected]; 
Kang Giman <[email protected]>; [email protected]; Bonag 
Aditya <[email protected]>
Sent: Sun, December 27, 2009 1:13:40 PM
Subject: RE: Bls: [indobackpacker]ganti Topik = Homestay

  
Ikutan share.

Setiap kali saya di telp gara2x punya CC, apalagi di akhir tahun.. 50% hotels.. 
tentu hotelnya Hotel Bintang,
Saya sendiri nggak allergy sama Hotel, tapi saya sangat menyukai Homestay. 

Setiap makan Malam bersama, kalau di Sawarna.. saya seneng banget sama Homestay 
Pak Hudaya, karena di sini kita bisa berbagi cerita, tambah kawan dan.. juga 
bertukar cerita ttg budaya.  Dulu, sebelum Sawarna seramai sekarang, Pak Hudaya 
(alm) menjadi rekomendasi
Backpacker bule, dan Backpacker bule lah yang memulai ada nya Homestay di 
Sawarna, mungkin
Kedepan.. Mudah2xan saja... Investor kelas Kakap, nggak invest gede2xan, karena 
di beberapa tempat.. Homestay
Malah Mati, atau kehilangan karena perubahan..

Kalau ingat di jalan Jaksa, Homestay paling terkenal ya, wisma Delima.. 
sekarang masih ada.. dan disini tempat pertemuan dan perkawanan antar bangsa di 
Mulai. Tentu pasti aka nada cerita Panjang setiap selepas Makan Malam, tapi .. 
perubahan, Meja Makan Homestay
Yang umumnya si Tamu bisa memasak makanan mereka sendiri, pindah ke Café!....

Ada Homestay yg pernah saya inapi beberapa malam di Kupang, beberapa taon 
silam, pekerja sudah 30 tahun mengabdi. Komentarnya, dulu
Bule backpacker, mau tidur di ruang Tamu, mereka kami siapkan makan apa adanya, 
setiap malam ada diner sederhana yang selalu
Ramai.. sekarang, kami mulai Bangkrut! Kami kalah dengan Investor besar.. 
katanya!  Hanya backpacker yang sudah pernah kesini
Selalu datang kesini.

Homestay lainnya,  saya pernah yang keren, milik Pak Yose.. di Rote!  Sudah 
lebih 30 tahun, homestay ini ada, setidaknya di homestay ada Rack Buku 
peninggalan para Backpacker, jumlah.. wow!  Dan ada beberapa biji papan 
surfing, semua orang boleh pakai, dan tak perlu membayar..  setiap Makan Malam, 
kami kumpul.. ada yang pergi, ada yang datang.. selalu memberikan cerita baru 
setiap Makan Malam yang sederhana.. lautnya, Ikan + Kecap + saus!

Nah, kalau pernah nginep di Catimore Hometay, di blawan... Komentar tamu2x saya 
akan bilang " aris, kenapa pengelola tak Ganti nama?  Ini luxury homestay, 
terlalu mewah utk kelas Homestay.. ada swimming pool gitu!

Ada juga Homestay yang sangat quite, di pacitan.. pemiliknya orang Jerman...

Hampir semua Homestay di Indonesia, rata2x yang mengenalkan Backpacker asing, 
walaupun ada juga yang intiatif dari penduduk desa itu sendiri.  Yang aneh! 
Kalau anda ke pulau Pramuka atau daerah dekat2x Jakarta.. ada Homestay harganya 
diatas 250rb/ room..
Dan kebanyakan di pakai utk short time!  Duh.. Hometay, atau.....

Sekarang di Citalahab ada sekitar lebih dari 15 rumah sudah jadi Homestay... 

Punya share unik tentang Homestay?  Di beberapa tempat remote di flores, 
homestay nya lebih unik..dan lebih bersahabat.

Salam
ARIS 

-----Original Message-----
From: indobackpacker@ yahoogroups. com [mailto:indobackpacker@ yahoogroups. 
com] On Behalf Of =Anisa Alfadillah=
Sent: Saturday, December 26, 2009 8:03 PM
To: irinchan_82@ yahoo.com; Kang Giman; indobackpacker@ yahoogroups. com; Bonag 
Aditya
Subject: Re: Bls: [indobackpacker] info penginapan murah d Ujung genteng atau 
sawarna

hola semuanya...

saya mau bagi pengalaman nih..
kebtulan saya dan teman2 baru saja kembali dari Sawarna, baruuuuu aja... ^_^   
(jangan2 tadi saya ktemua mba irine??)
Kami juga menginap di homestay Widi, yang punya namanya pak Ade (widi tuh nama 
anak bungsunya ternyata). Seperti yang dibilang Irine, biayanya perorang 75rb, 
itu udah termasuk makan 3x sehari, minum teh/kopi sepuasnya, & cemilan 
sepanjang waktu (makanannya uenak tenan lhoo..).

Kemarin kami menyusuri pantai sawarna, tujuannya ke goa lalay (goa kelelawar, 
di dalamnya memang banyak kelelawar). dalam perjalanan nanti kita bisa ngeliat 
tanjung layar (dua batu besar yang berbentuk seperti layar), karang putih, 
karang merah, naik gunung sedikit, lewat pematang sawah, dan akhirnya masuk ke 
goa lalay. GOanya memang licin banget karena sebagian dasarnya ditutupi tanah 
liat. bener banget kata irine, pake sendal/spatu, ujung2nya pasti dilepas 
juga... hehehe.. Kembali dari goa lalay, pak Ade dan keluarga udah nyiapin 
kelapa muda yang suegerr di depan rumahnya. Perjalanan ke goa lalay itu kami di 
guide oleh kedua putranya pak ade, untuk tanda terimakasih kami ngasih tips 
+-50rb.

Pantai di sawarna tuh luas n bersih... masih sepi pula, jadi bisa berenang/main 
ombak sepuas2nya.

Untuk tanjung genteng, menurut cerita pak ade... di sana tuh ada goa tempat 
jepang nyimpen senjata. saya lupa apa namanya (maap,,,).  mungkin nanti bisa 
tanya2 sama warga di sana.

saya setuju sama Kang Giman, tinggal di homestay emang lebih enak... jadi 
berasa di rumah sendiri & jadi nambah temen karena bukan kita aja yg tinggal di 
situ, banyak traveller lainnya juga. karena perjalanan ke Sawarna kali ini, 
saya jadi nambah temen 15 orang dan kami spakat mau bikin grup fesbuk 
bareng.... hehehhe

salam hangat,
Anisa

________________________________
From: "irinchan_82@ yahoo.com" <irinchan_82@ yahoo.com>


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke