priyo w <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Singkat aja kok Mas:
Kita (orang endonesia) masih meremehkan kesiagaan, dalam arti seluas2nya. Ngeremehin asuransi,
tabungan, mitigasi, perencanaan, dll deh pokoknya yg sifatnya siaga.Sebetulnya tidak juga karena,
Untuk membeli/membayar premi asuransi perlu Uang lebih, sedangkan mayoritas Gaji orang Indonesia Pas-2 an, untuk jalan-2 ke Ancol saja, kebanyakan masih mikir 2x.
Banyak perusahaan yg membayar klaimnya berbelit-belit, kecuali ada nilai promosinya di media, seperti kalau ada kecelakaan dalam tempo singkat Asuransi X membayar santunan (yg diliput oleh mass media), tapi kalau kecelakaan yg kecil-2 saja, utk urus klaimnya susah.
So, sebenernya pertanyaan Mas Ivan nih retoris banget (marah sama sapa nih Mas he he he...). Tapi
begimanapun harus ada orang yg mempertanyakan itu, supaya kita (orang endonesia) cepet2 sadar
bahwa yg namanya kedamaian & ketenangan bisa terenggut kapan saja, tanpa peringatan.
priyo
--- Agung Sarono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Mas Ivan:
> Kalau dikatakan orang Indonesia tidak peduli terhadap
> bencana, tidak tepat mas...
> Kemarin sewaktu saya meninggalkan Sibolga (2/4/05)
> masih banyak sukwan kita ke Nias kok...
> Yang menjadi masalah adalah republik ini tidak pernah
> mau belajar dalam membentuk sistem tanggap darurat.
> Kita sudah berkali-kali terkena bencana; Maumere
> (90-an), Nabire, Alor, Aceh dan terakhir Nias. Namun
> tidak ada pelajaran yang bisa dipetik; kita hanya
> terperangah dan 'gendadapan' saat ada bencana.
> Sewaktu bencana Nias terjadi, saya berada di Sibolga
> dan sempat berdiskusi dengan seorang safety dari NHN
> yang kebetulan pernah ikut latihan ERT di luar sono.
> Ia mengatakan sebaiknya Indonesia harus memiliki suatu
> sistem tanggap darurat yang berdasarkan pada kemampuan
> masing-masing daerah dalam penanganan kedaruratan.
> Di US misalnya (kata dia) masing-masing distrik
> memiliki tim ERT yang mobile dan siap digerakkan kapan
> saja jika ada distrik lain yang membutuhkan. ERT ini
> terdiri dari tim rescue dengan kemampuan penyelamatan
> di berbagai situasi dan kondisi ditambah dengan unit
> MFR dan EMT-Paramedic.
> Konsep mobile ERT ini sudah diadopsi oleh berbagai
> perusahaan besar di Indonesia semacam Freeport,
> Newmont, KPC dll. Hanya nampaknya PEMDA dan Jakarta
> (baca: pemerintah pusat) tidak memiliki hal ini.
> Nah masalahnya, bagaimana dengan Indonesia? Nggak ada
> mas... WOng aturan untuk pembentukan ERT di setiap
> propinsi atau distrik aja nggak ada...
> Kalaupun ada KSR itu seperti 'timun wungkuk jaga
> imbuh' yang tidak dipayungi oleh oleh suatu
> undang-undang sehingga susah untuk bergerak sehingga
> ya repot... Basarnas pun jumlah dan kemampuannya
> sangat tidak memadai beda dengan US Coast Guard,
> Pasukan Bomba Malaysia, ERT Australia, dll yang
> memiliki kemampuan dan peralatan yang sangat memadai
> (chopper, kapal, dll).
> AS
>
>
> (Anytime anywhere We are ready to help)
> Click: http://asarono.tripod.com
>
>
>
>
> __________________________________
> Yahoo! Mail Mobile
> Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.
> http://mobile.yahoo.com/learn/mail
>
>
>
>
>
>
> =================
> Kirimkan pesan anda melalui alamat
> Jangan lupa kunjungi http://indofirstaid.com
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Download the latest ringtones, games, and more!
http://sg.mobile.yahoo.com
=================
Kirimkan pesan anda melalui alamat
Jangan lupa kunjungi http://indofirstaid.com
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business - Try our new resources site!
=================
Kirimkan pesan anda melalui alamat
Jangan lupa kunjungi http://indofirstaid.com
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indofirstaid/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

