wah setuju banget ide mas Yudhis untuk pake GIS
kayaknya efektif banget deh....
saya boleh tanya gak... kok menarik sekali ya soal ambulan ini
toek mas yudhis....
1. apa sih yang dimaksud dengan pos satelit ambulans dan ambulance based hospital ???
2. pembayaran EMS dan SPGDT itu apa sih...
3. emang ada ya dokter yang khusus untuk ambulans itu seperti di luar negeri ??
kayak film E R gitchu... emang benar mereka gak pernah di ekspos di media ??
apa yang menarik dari mereka sih... sapa tahu saya bisa membisiki wartawan untuk
menulis tentang kehidupan mereka itchu...kan bosen baca politik mulu.. korupsi mulu...
toek mas Probokator ...
1. jurusan teknik planologi itu sama artinya dengan yang mengurusi tata kota ???
2. apakah TA anda itu bermaksud untuk membangun suatu pos ambulan yang banyak di satu kota/kab atau provinsi ??? apakah tidak akan membebankan kepada negara untuk biaya operasional maupun non operasionalnya?? apakah tidak akan menimbulkan inflasi dari banyak quasi yang dibentuk dan membebankan pengeluaran negara ?? dan itu berarti pajak yg harus dibayar oleh kita ???
3. bukankah lebih baik menggunakan sistem terpadu baik untuk ambulans seperti AGDT 118 dan penggunaan radar jalan yang akan dilalui kan bisa tuh.. jadi dengan optimalisasi cara tersebut dapat meminimalkan pasien yang 'meninggal di jalan' dan memaksimalkan efektifitas dan efisiensi ambulans dan pos ambulans terpadu tersebut.
4. tanah kosong semakin jarang dijumpai bukankah lebih baik bila ada tanah kosong digunakan untuk tempat bermain umum atau semacam taman kota ?? Tanah kosong sekarang oleh Pemda banyak digunakan untuk mendirikan hypermarket dengan "membumihanguskan" pasar tradisional ??
5. jadi menurut saya penentuan lokasi optimum untuk pendirian pos ambulans itu tidak perlu. dirikan saja satu pos yang terpadu di satu KOTA bukan Kabupaten dengan bantuan radar jalan tadi. Karena saat ini di satu kabupaten pasti ada satu rumah sakit (walaupun kecil). karena pada intinya (menurut saya) ambulans itu menangani P3K dan P3B, jadi apabila memang gawat dan tidak bisa ditangani di rumah sakit kecil ya ... yang penting sudah ditangani pertolongan pertamanya. dan apabila ada kejadian luarbiasa yang menyangkut nyawa manusia dalam jumlah banyak dan ambulans diikutsertakan bukankah sudah diatasi terlebih dahulu dengan triage di TKP ???
6. mohon maaf bila ada kata yang menyinggung dan tidak masuk akal.
7. Semoga sukses dengan TA-nya.
salam ika
yudhis97 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Penelitian pake GIS bagus tuh, paling nggak supaya ambulan nggak
nyasar kalau dipake di jakarta bagus tuh. Kan sudah ada datanya banyak
yang ngaplikasin (secara online) buat kemacetan, alamat, info jalur
kereta/bus (pengalaman kemarin memakai layanan cybermapnya CBN di
jakarta nggak bakal nyasar).
Saya setuju dengan bpk Agung soalnya di jakarta kan banyak pos satelit
ambulan tidak hanyak ambulance based hospital seperti daerah lain
Coba deh hubungi atau kunjungi mereka semoga mereka berkenan:
1.Ambulans Gawat Darurat Jakarta
Jl.Sunter Permai Raya
No.1 Podomoro
Jakarta Utara
Tlp : (021) 65303118
Tlp : (021) 64717089
Fax : (021) 64715652
Situsnya nggak tahu kenapa sekarang nggak bisa diakses
2. Subdinas Kesehatan Gawat Darurat dan Bencana Dinas Kesehatan
Jalan Kesehatan 10 Jakarta 10610
Telp 34835118
http://www.kesgadar-dki.or.id (lebih lanjut lihat disini)
Mungkin kalau jalan2x di Jakrta sering lihat AGDT-118 (T =Terpadu)
sendiri merupakan gabungan ambulans AGD-118 (inti) dengan ambulans
lain seperti PMI, Damkar, Disdokkes Polda, Kesdam, RSUD, RSU Vertikal,
RSU Swasta, LSM, Puskesmas. Bahkan mereka memiliki kapal ambulance
yang gambarnya ada di situs.
Tapi saran mulai di semarang dulu coba ditanyakan di RS Karyadi pada
Instalasi Gawat Daruratnya bisanya di rumah sakit pendidikan ada
"dokter gila ambulan" (istlah dosen saya, gila disini konotasi positif
ya) biasanya dokter bedah terkait dengan IKABI dan AGD 118. Paling
tidak bisa menanyakan ke dokter muda personal Brigade siaga bencana
atau perawat paramedis AGD 118 di RS Karyadi.
Di Indonesia masalah ambulance kurang maju adalah masalah pembiayaan
akibat kurang pekanya (mungkin perlu undang2x utk ini) perusahaan
asuransi jiwa publik dan tiadanya sistem penjaminan kesehatan nasional
(di amrik kalau nggak salah namanya social security) "yang memadai"
(kalaupun ada cuma di daerah tertentu).
Di luar negeri ambulan based hospital, atau private kan pembiayaan
dari situ kalau tidak ada beban itu akhirnya ditanggung rumah sakit
atau bahkan pasien harusnya nggak begitu la wong orang kena musibah
kok dikasih bon ambulan kayak restoran saja.
Kalau ada 2 sistem pembiayaan itu saya jamin mau pake sistem EMS atau
SPGDT atau sitem lain nggak masalah. Terutama buat perusahaan
asuransi jangan cuma mbagi ambulan saja tapi ngurus klaim kecelakan
plus pembiayaan ambulan susah. kan buat opersioanl ambulan juga perlu
tuh kalau mereka cerdas atau cerdas tapi culas penengen untungnya
(he..he .. maap cuma satire saja kok).
Dari sini muncul "dokter gila ambulan" di berbagai daerah yang
mendedikasi karier, waktu bahkan nggak digaji cuma ini nggak pernah
diekspos media yang isinya berita miring tentang kesehatan melulu
Mereka misalnya dr Pusponegoro (jkt), dr Adam (ygy), dr Idrus (mks)
dan masih banyak di berbagai daerah, mungkin hanya sebagian komunitas
medis dan relawan yang tahu.
Ayo kita membangun dunia kegawatdaruratan di indonesia, jangan
pesimislah. Pasti kalau ada usahanya (konstruktif jangan destruktif)
dan ada doanya semuanya akan lebih baik walaupun tidak akan pernah
sampai pada kesempurnaan, karena kesempurnaan adalah milikNya.
Sori nglantur....
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
25 Juni 2005: 2 Tahun IndoFirstAid.com
=======================================
Donatur IndoFirstAid melalui
Bank BNI cab UGM Yogya 0038436942 A/n. Yudhistira O.
Kirimkan pesan melalui [email protected]
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "indofirstaid" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

