Iseng-iseng bantu analisa asik juga, paling tidak untuk mengasah otak
dan intuisi.

Di rumah saya coba-coba utak-atik koordinat peta pakai MapSource. Saya
coba tarik garis penerbangan Adam Air yang naas tersebut. Berdasarkan
pengalaman terbang saya sendiri (numpang pesawat tapi duduk di cockpit
hehehe...), setelah check-point Hasanuddin/Makassar ATC, maka
seharusnya Adam Air melakukan check point lagi di Palu ATC sebelum
approaching Manado.

Kalau tidak salah Adam Air ini terbang di Airway 35, artinya dia
harusnya terbang di 35ribu kaki menuju utara Hasanuddin, menyusur
garis pantai barat Sulawesi di atas teluk Mandar, sebelum belok kanan
sedikit menuju beacon ATC Palu. Di 35ribu feet memang harusnya
penerbangan cukup tenang, artinya tidak terlalu terpengaruh awan dan
angin. CN ceilingnya saat itu di 30ribu feet. Dengan dibantu radar di
pesawat serta direction finder menuju ATC berikutnya, pilot pesawat
boleh dikatakan 99% akurat mengarah ke tujuan.

Artinya, dalam kondisi seluruhnya normal (walaupun cuaca buruk),
AdamAir tersebut harusnya tidak mengalami hambatan berarti dengan
cuaca buruk yang terjadi di bawahnya. Nanti problem akan muncul pada
saat akan landing di Manado, karena dia harus menembus gugusan awan
tebal dengan petir dan es disertai angin kencang.

Most probably, terjadi trouble pada mesin atau instrumen cockpit.
Trouble pada mesin jelas akan mengganggu, namun inipun masih
memungkinkan pilot melakukan komunikasi lebih lanjut ke ATC terdekat
menggunakan distress frequency. Tapi dalam kasus ini kan komunikasi
antara pesawat dengan ATC terputus mendadak. Apakah sirkuit komunikasi
(kelistrikan) pesawat rusak? Bisa jadi. Yang jelas, meskipun jet,
Boeing 737 memiliki kemampuan gliding yang baik dan memberikan
kesempatan kepada pilot untuk bermanuver dan berkomunikasi ke darat
sebelum akhirnya mendarat darurat atau jatuh.

Beberapa kejadian berkaitan dengan instrumen pesawat yang saya baca di
beberapa jurnal penerbangan dan paling memungkinkan pilot disoriented
adalah kegagalan monitoring kecepatan (IAS) dan ketinggian
(altimeter). Masalah2 pada instrumen2 penting tersebut sering2 konyol
karena human error, yaitu lupa membuka pitot (semacam sensor) pada
saat pesawat akan takeoff. Ini tugas ground personnel yang diawasi
pilot. Di darat biasanya pitot ditutup dengan choke penutup yang ada
tag nya "Remove Before Flight". Kalau sudah terbang, otomatis choke
ini gak bisa dibuka, kecuali ada orang yang mau akrobat keluar dari
cabin untuk membuka choke tersebut.

Kalau altimeter readingnya ngaco, maka otomatis pilot akan kehilangan
orientasi ketinggian. Tapi pilot yang handal biasanya bisa merasakan
kejanggalan ini, karena semakin rendah pesawat itu terbang, semakin
besar power yang dibutuhkan untuk dapat tetap melayang. Demikian pula
dengan cuaca, jika terbang di bawah 30ribu feet dalam kondisi cuaca
buruk, maka pilot secara naluriah akan tahu bahwa dia terbang terlalu
rendah.

Anyway, pastinya nanti akan ketahuan kalau blackbox sudah ketemu. Yang
saya sedang sangat curious justru mungkin pesawat tidak jatuh,
melainkan jalan-jalan ke tempat lain dan tidak lapor. Nah, kalau ini
yang terjadi baru seru. Bisa karena dibajak, bisa karena murni
kesasar, atau bisa dengan sengaja dibelokkan ke suatu tempat yang
tidak ingin diketahui.

Kalau dia jatuh, saya cenderung mencarinya di laut, di sekitar teluk
mandar. Nggak di darat.

Wah, iseng-iseng analisa panjang juga ya, udah dulu ah, mari berdoa
untuk seluruh penumpang dan awak AdamAir tersebut, semoga cepat
diketemukan dalam keadaan apapun yang terbaik. Semoga.

Salam,
Rendra Hertiadhi
IOF Peduli - HQ



--- In [email protected], "MS Paramedic" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Banyak Faktor yg yg mengakibatkan Pesawat mengalami kecelakaan.
> Misalnya: Human error, gangguan pd pesawat itu sendiri,  kondisi Cuaca
> yg lagi buruk, over load/kelebihan berat, dll .  Dan untuk mengetahui
> penyebab sebenarnya sehingga  Pesawat tsb celaka/jatuh butuh waktu dan
> Investigasi dari org2 yg ahli dibidangnya.. salah satunya mungkin dengan
> ditemukan Kotak hitam dari pesawat tsb akan sangat membantu dlm
> Investigasi kecelakaan Pesawat.. 
> 
>  
> 
> Regards,
> 
> Dana
> 


Kirim email ke