Dear All, Adalah suatu hal yang tidak pada tempatnya menjadikan Tuhan sebagai 'kambing hitam' dengan mengatakan sebagai kecelakaan adalah 'takdir'. Dalam dunia K3, hampir setiap incident / accident is preventable. Dari kajian yang dilakukan oleh ahli-ahli K3, nampak anatomi penyebab dasar suatu incident dan accident adalah 98% adalah unsafe act / substandard condition sedangkan 2% adalah act of God. Ini berarti bahwa hanya accident / incident yang terkait dengan 'force majeur' alam adalah karena 'takdir', namun dengan kemampuan teknologi aplikasi yang semakin maju, maka efek accident / incident dapat ditekan (Ingat matriks Haddon Injury Prevention Program). Jadi kembali ke masalah Adam Air, kalo faktor alam kecil kemungkinan menjadikan hal tersebut terjadi, maka pertanyaannya? Is there anything else?
AS "baduy amazone" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 01/03/2007 01:40 PM Please respond to [email protected] To [email protected] cc Subject Re: [indofirstaid.com]: bantu-bantu analisa yah..ini mungkin sudah takdir dari yang maha kuasa... sudah saatnya kita kembali ke jalan yang benar.... On 03/01/07, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pertanyaannya adalah mengapa pesawat yang memiliki ketinggian jelajah 33000 feet jatuh yang katanya oleh cuaca buruk? Karena bila terjadi cuaca buruk (angin plus awan tebal / CN) maka ketinggian rata-rata angin plus awan tebal ini sekitar 10000 - 15000 feet, jadi kalau dia terbang di atas wilayah bahaya ini kok jatuh? Agung SARONO --------------------------------------------------------------------------------- "SALUS POPULI LEX SUPREMA" Komplek Harmoni Mas Jl. Jembatan Dua Blok A No.7-9 Jakarta 14450 Tel. +62 21 6613636ext.326 Fac. +62 21 6618917 Mobile. +62 81 380 709 844 / +62 85 219 071 539
gifZcEs3aP7r4.gif
Description: GIF image

