setuju bangeet mas indra! setuju.. kita sebagai first aider memang tak sepatutnya membeda - bedakan organisasi yang penting tujuan kita jelas... betul....
--- indra bencana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salam kemanusiaan, > Memang betul, dalam satu negara hanya ada 1 (satu) > National Society, terserah mau Palang Merah atau > Bulan Sabit Merah atau Kristal Merah sekalipun. > Pemerintah yang mengatur dengan merujuk pada > undang-undang. Namun, pada saat ini di negara > Republik Indonesia hanya hanya PMI-lah (dengan > lambang palang merah) yang diakui Komite Palang > Merah Internasional (ICRC) dan Federasi > Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan > Sabit Merah, sehingga hanya PMI-lah yang mempunyai > hak mewakili Indonesia pada Konferensi Internasional > Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Dengan > demikian, semua gerak kerja dari PMI telah diakui > secara formal dan dilindungi oleh Konvensi Jenewa > pada saat damai maupun perang/konflik. > > Hubungan antara PMI dan BSMI, saya pikir tak > masalah, siapapun atau organisasi apapun boleh > melakukan kegiatan yang bersifat kemanusiaan. Namun > adakalanya terpecik, walau entah siapa, keinginan > untuk mengganti/menyinggung lambang dengan > dihubungan kepada agama. Saya kira, semua orang yang > benar-benar mengerti mengenai standar pemberian > bantuan yang dilakukan oleh organisasi, INGO, NGO, > dan lain-lain pasti mengedepankan prioritas > kemanusian dengan martabatnya, bukan karena agamanya > (lihat Sphere). Dan BSMI tahu itu (saya yakin!). > Jadi lambang apapun (yang diakui) yang digunakan tak > masalah. Namun memang, masalah muncul ketika lambang > tersebut digunakan sebagai lambang perlindungan, > kita tidak bisa langsung memakai dan terlibat > memberikan bantuan pada saat perang, ada prosedur > yang harus dijalankan (lihat HHI, konvensi jenewa > 1949). > > Saya sebagai relawan merasa bahwa "apapun > makanannya, minumnya teh botol sosro".. hehe, > artinya jangan memandang organisasinya yang penting > kebersihan hati kita dalam menolong sesama tanpa > diembel-embeli dengan niat yang lain. > > Salam, > > Indrabencana / yuki > > > > > > rino praditya <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > maaf baru jawab, > gini mbak setahu aku sih, palang merah gak apa ada 2 > yang penting punya legalitas, pengakuan dan hukum. > jadi setahu saya palang merah dibentuk atas orang - > orang netral yang dibentuk di swiss, sedangkan bsm > adalah palang merah tapi yang membentuk adalah > negara > - negara islam pada awalnya. toh prinsip juga tidak > berbeda sama - sama menolongnya. tapi kalo di > indonesia ini saya melihat PMI dan BSMI ini uadah > jadi > satu. terlihat waktu bencana di jogja kemarin. yang > membedakan hanya birokrasi dan sistem nya aja. > mungkin > seperti itu dulu. ada komentar? lanjuuut.... > > --- Siska Riyanti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Dear All, > > Cuma mau nanya, setau gue dalam satu negara hanya > > boleh ada satu lembaga palang merah. Nah di > Indonesa > > ini kalo gak salah ada juga bulan sabit merah, > > hubungannya sama PMI gimana tuh? Thanks buat yang > > mau > > kasih jawaban :) > > > > Regards, > > Siska > > > > > > > > > __________________________________________________________ > > No need to miss a message. Get email on-the-go > > with Yahoo! Mail for Mobile. Get started. > > http://mobile.yahoo.com/mail > > > > > ________________________________________________________ > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > http://id.yahoo.com/ > > > > > > --------------------------------- > We won't tell. Get more on shows you hate to love > (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list. ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/

