Hendry Risjawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  To: 
"Federasi-Mountaineering-Indonesia Moderator" <[EMAIL PROTECTED]>, 
 pramuka <[email protected]>, [EMAIL PROTECTED], 
 [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
 [EMAIL PROTECTED]
From: "Hendry Risjawan" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, 7 Feb 2007 16:10:00 +0700
Subject: [Federasi-Mountaineering-Indonesia] Awas! Bahaya Penyakit 
Leptospirosis Pascabanjir

                                                  

       Awas! Bahaya Penyakit Leptospirosis Pascabanjir
       Iqbal Fadil - detikcom


       Jakarta - Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta meminta warga
       yang terkena banjir berhati-hati ketika membersihkan bekas  
       banjir. Sebab Berbagai penyakit mengintai korban banjir. Salah
       satunya adalah leptospirosis alias kencing tikus.

       Penyakit ini disebabkan urine tikus yang masuk ke tubuh manusia
       melalui luka. Menurut Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta  
       Salimar Salim, penyakit ini menyebabkan demam tinggi dan nyeri
       sendi.

       "Kita imbau, jika membersihkan bekas banjir memakai sarung
       tangan dan sepatu karet," kata Salimar di Balaikota, Jalan Medan  
       Merdeka Selatan, Senin 5 Februari kemarin.

       Apa sebenarnya leptospirosis dan apa gejala serta akibatnya jika
       orang terkena penyakit ini. Berikut informasi seputar
       leptospirosis yang dihimpun detikcom, Selasa (6/2/2007) dari  
       berbagai sumber:

       Apa itu penyakit leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)?
       Penyakit ini disebabkan bakteri leptospira berbentuk spiral yang
       menyerang hewan dan manusia. Bakteri ini mempunyai ratusan  
       serotipe. Nama-nama serotipe ini sebagian diambil dari nama
       penderita atau tempat di Indonesia, seperti, serotipe harjo,
       mankarso, naam, sarmin, djasiman, sentot, rachmati, paijan,
       bangkinang, dan binjei.  

       Bagaimana penularannya pada manusia?
       Penularan penyakit ini bisa melalui tikus, babi, sapi, kambing,
       kuda, anjing, serangga, burung, landak, kelelawar dan tupai.
       Namun khusus yang terjadi di daerah banjir seperti Jakarta,  
       penularannya melalui air kencing tikus.

       Air kencing tikus terbawa banjir kemudian masuk ke dalam tubuh
       manusia melalui: permukaan kulit yang terluka, selaput lendir
       mata dan hidung (misalnya saat mencuci muka). Bisa juga melalui  
       makanan atau minuman yang terkontaminasi setitik urine tikus
       yang terinfeksi leptospira, kemudian dimakan dan diminum
       manusia.

       Urine tikus yang mengandung bibit penyakit leptospirosis dapat  
       mencemari air di kamar mandi atau makanan yang tidak disimpan
       pada tempat yang aman.

       Sejauh ini tikus merupakan reservoir (sumber) dan sekaligus
       penyebar utama penyebab leptospirosis. Beberapa jenis hewan lain  
       (sapi, kambing, domba, kuda, babi, anjing) dapat terserang
       leptospirosis, tetapi potensi hewan-hewan ini menularkan
       leptospirosis ke manusia tidak sehebat tikus. Leptospirosis
       tidak menular langsung dari pasien ke pasien.  

       Seperti apa gejala-gejala penyakitnya?
       Penyakit ini ditandai demam menggigil, pegal linu, nyeri kepala,
       nyeri tenggorokan, batuk kering, mual, muntah, sampai
       mencret-mencret.
  
       Orang sering mengira itu gejala masuk angin, flu, atau typhus,
       sehingga pengobatannya pun tradisional, biasa, seperti dikerok
       menggunakan uang logam, kemudian dibalur obat gosok dan minum
         obat sakit kepala.

       Bila semakin parah, gejala yang disebut di atas tidak mereda,
       justru muncul nyeri luar biasa pada sejumlah bagian badan,
       sehingga membuat penderita tidak sanggup duduk atau berdiri.  
       Jika pada tahapan ini tidak diobati gejala bertambah parah dan
       tampak lebih khas.

       Oleh karena penyakit ini menyerang hati, pada stadium lanjut
       muncul gejala penyakit kuning. Kulit dan putih mata menjadi  
       kekuningan, selain tampak pula mata merah layaknya sedang sakit
       mata. Demam, kuning dan mata merah, dianggap khas pada
       leptosprirosis . Adakalanya terjadi perdarahan. Bunyi para-paru
       abnormal, dan kemungkinan kulit meruam merah.  

       Gejala leptospirosis menjadi lebih berat jika tidak diobati atau
       obatnya salah alamat. Selain komplikasi ke hati menimbulkan
       gejala penyakit kuning, komplikasi ke selaput otak menimbulkan  
       gejala nyeri kepala, kejang-kejang, leher kaku, dan penurunan
       kesadaran. Komplikasi ke ginjal umumnya bersifat fatal. Angka
       kefatalan penyakit leptospirosis mencapai 5 persen, artinya 5
       dari setiap 100 kasus bisa tewas.  

       Siapa saja yang rentan tertular?
       Lazimnya penyakit ini terjadi di daerah pertanian dan menyerang
       kelompok orang tertentu (occupational disease), seperti petani
       yang bekerja di sawah, pekerja perkebunan, pekerja rumah potong  
       hewan, serta pekerja lain yang selalu kontak langsung dengan
       urine maupun jaringan hewan seperti dokter hewan, pekerja
       laboratorium, mantri hewan.

       Penularan leptospirosis pada petani dapat dimengerti karena  
       tikus sawah umumnya tinggal di pematang sawah sehingga urine
       tikus tersebut mencemari air sawah dan menulari petani lewat
       luka atau goresan kulit sewaktu mempersiapkan sawah untuk
       menanam padi.  

       Risiko kematian akibat penyakit ini?
       Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, mencapai
       2,5 sampai 16,45 persen atau rata-rata 7,1 persen. Bahkan pada
       penderita berusia di atas 50 tahun, risiko kematian lebih besar,  
       bisa mencapai 56 persen. Pada penderita yang sudah mengalami
       kerusakan hati yang ditandai selaput mata berwarna kuning,
       risiko kematian akibat leptospirosis lebih tinggi lagi.

       Pengobatannya?  
       Kalau Anda terserang leptospirosis, itu bukan berarti akhir dari
       segalanya. Leptospirosis bukan penyakit ganas. Obatnya mudah
       didapat dan murah. Hanya saja di awal-awal kasusnya mungkin
       luput didiagnosis.  

       Selain antibiotika golongan penicilline, kuman juga peka
       terhadap streptomycine, chloramphenicol dan erythromycine. Harga
       jenis antibiotika klasik ini tergolong tidak tinggi, selain
       mudah didapat, bahkan di Puskesmas sekali pun.  

       Jika diobati selagi masih dini, prognosis leptospirosis umumnya
       baik. Bisa lain nasib pasien jika terapi terlambat diberikan.
       Sudah disebut komplikasi leptospirosis paling jelek jika sudah  
       merusak ginjal, selain hati, dan otak.

       Langkah pencegahan yang bisa dilakukan?
       Antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan. Tempat-tempat
       yang kemungkinan bisa dijadikan tempat bersarangnya tikus,  
       segera dibersihkan agar tak ada tempat sedikitpun untuk
       berkembangbiaknya bakteri leptospira yang mematikan.

       Kuman leptospira ini mampu bertahan hidup bulanan di air dan
       tanah, dan mati oleh desinfektans seperti lisol. Maka upaya  
       "lisolisasi" seluruh permukaan lantai, dinding, dan bagian rumah
       yang diperkirakan tercemar air kotor banjir yang mungkin sudah
       berkuman leptospira, dianggap cara mudah dan murah mencegah  
       "mewabah"-nya leptospirosis.

       Selain sanitasi sekitar rumah dan lingkungan, higiene
       perorangannya dilakukan dengan menjaga tangan selalu bersih .
       Selain terkena air kotor , tangan tercemar kuman dari hewan  
       piaraan yang sudah terjangkit penyakit dari tikus atau hewan
       liar. Hindari berkontak dengan kencing hewan piaraan.

       Biasakan memakai pelindung, seperti sarung tangan karet sewaktu
       berkontak dengan air kotor, pakaian pelindung kulit, beralas  
       kaki, memakai sepatu bot, terutama jika kulit ada luka, borok,
       atau eksim. Biasakan membasuh tangan sehabis menangani hewan,
       ternak, atau membersihkan gudang, dapur, dan tempat-tempat
       kotor. (bal/bal)  





-- 
Life for Success
Regards,
HENDRY RISJAWAN - YC0LKJ
Mind Motivator & Trainer   
      
                                    

 
---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

Kirim email ke