Hmmm menurut saya ini pendapat yang aneh.
Kalo menurut saya sudah seharusnya partai-partai politik juga meluaskan
peranannya di masyarakat. Jangan cuma ngaku2 memperjuangkan nasib rakyat di
legislatif tapi tidak pernah memberikan aksi nyata di masyarakat, yah meski
contoh sederhana lewat Baksos atau program bantuan bencana alam.
Bagi saya itu adalah suatu kemajuan bagi perkembangan peranan partai politik
kita biar mereka lebih melek fakta di masyarakat dan sekaligus bisa menyerap
aspirasi masyarakat yang terkena bencana.
Mengenai membawa nama partai, bagi saya itu sah-sah saja. Siapa saja boleh
menunjukkan eksistensinya berperan dalam aksi sosial di masyarakat. Tapi ingat
bukan berarti harus riya atau menjadi Sok Sial (bukan sosial).
Apalagi di tengah zaman transparansi gini, semua sumber bantuan dan siapa
yang menolong harus jelas.
Kalo ada yang merasa lahan pekerjaan sosialnya di ambil, justru ini paradoks?
Tanya kenapa?
Apa menurut Anda masalah sosial bangsa ini hanya bisa diselesaikan dengan
satu orang, satu organisasi, satu lembaga, satu partai?
Bahkan untuk tsunami aja, bangsa Indonesia gak bisa egois dan terpaksa
menerima uluran bantuan negara lain. Apalagi satu orang, satu lembaga, satu
organisasi.
Menurut saya yang terpenting adalah bagaimana mensinergiskan gerakan2 sosial
ini, baik itu dari elemen masyarakat, LSM, partai politik menjadi suatu gerakan
bersama peduli bangsa dan tidak perlu saling menyalahkan, memfitnah dan menuduh
yang bukan-bukan.
Jika Anda bertanya kepada para korban banjir, bencana alam. Mereka sangat
menghargai bentuk bantuan yang mereka terima, apapun itu bentuknya, sekecil
apapun nilainya. Mereka tidak terlalu peduli siapa yang memberi, darimana
sumbernya, karena yang mereka tahu hanya berdoa bagi siapa pun yang membantu
meringankan beban mereka,.
Lalu apakah setiap yang membantu dan membawa nama bendera masing-masing
menjadi oportunis? Apakah LSM juga oportunis? Apakah PMI karena membawa namanya
menjadi oportunis? Apakah donatur atas nama Hamba Allah juga oportunis?
Apakah perbuatan menolong sesama keji?
Sejak kapan Tuhan berkehendak lain dalam menilai perbuatan menolong sesama
menjadi suatu hal yang keji.
Mari kita berpikir lebih jernis, lebih bijaksana, dan lebih dewasa.
Saya yakin dalam keadaan Anda kepepet ditimpa masalah dan bencana alam.
Anda tidak akan pernah bertanya dari mana sumber bantuan dan siapa yang
memberi?
Kecuali memang Anad belum pernah terkena masalah ataupun bencana
setan cabul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terlepas dari fakta bahwa darah itu sangat dibutuhkan
dan tindakan-tindakan semacam itu memang meningkatkan
jumlah darah yang terkumpul;
Begimana pun juga, kalo kata orang Belanda - yang
sangat strict soal prinsip - salah adalah salah dan
ngawur adalah ngawur.
Ada orang Indonesia yang sudah lama tinggal di sana
yang pernah berkata soal partai-partai yang sibuk
melakukan bakti sosial menolong para korban bencana,
dia berkata kurang lebih begini maksudnya:
Tugas partai bukan menyumbang, tugas dia adalah
legislatif, dan dia mesti kerjakan itu dan bukan malah
mengambil kerjaan pihak lain.
Partai yang melakukan hal semacam itu berarti
memancing di air keruh, mencari keuntungan dari
situasi. Dan saya tambahkan dengan kata-kata saya
sendiri adalah: OPORTUNIS yang KEJI.
Dan lebih jauh lagi dia berkata: Boleh saja kalau
orang-orang partai melakukan kegiatan-kegiatan sosial
atau amal, tapi gunakanlah nama masing-masing, nggak
perlu bawa-bawa nama partai, program, atau memasukkan
unsur kampanye di dalamnya (atau sebaliknya,
memasukkan donor darah dalam kampanye?).
setan
--- salkamal tan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hmm hello semua
>
> Memang sih sedikit berlebihan kalau memasang foto
> wajah sang Ketua. Tapi saya pikir tidak ada salahnya
> juga sih. Toh dengan begini kan kegiatan donor darah
> jadi makin marak. Jadi stok donor darah juga makin
> banyak. Mudah2an kegiatan2 tersebut tidak hanya
> sebatas wacana menjelang pilkada.
>
> Tapi saya justru lebih aneh lagi dengan banyaknya
> poster atau pamflet atas nama Fauzi Bowo tentang
> NARKOBA. Karena saya pikir para pemakai dan pengedar
> Narkoba gak akan berhenti dari aktivitasnya karena
> fotonya dia terpampang disitu. Lagian cuma pesan
> doank. Mendingan bikin kegiatan yang aksinya lebih
> nyata. Tul gak? Atau saya salah? Hehehe
__________________________________________________________
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396546091
Salkamal Tan
Phone: +62 21 9156152 Mobile: +62 812 895 1230
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.