Tim JBP tadi malam melakukan operasi di wilayah desa Kamasan, Banjaran 
sampai pukul 02:00 dinihari dengan menurunkan 2 unit perahu karet 
situasi di Kamasan mulai terkendali dan pengelolaan selanjutnya di 
handle oleh SATLAK setempat yang juga didukung oleh Satuan Gegana Polda 
Jabar. Tadi pagi dilaporkan bahwa air sudah berangsur surut.

Selanjutnya dini hari tadi malam (28/4) tim bergerak ke desa Andir, 
Kecamatan Baleendah, disana tim kembali bekerja melakukan evakuasi warga 
yang kebanjiran. Yang menarik di desa Andir sudah ada perahu LCR yang 
dioperasikan warga, kemungkinan milik kabupaten/satkorlak. Dan operasi 
perahu ini dikomersialkan oleh warga, sehingga ketika tim JBP turun 
sempat terjadi suasana yang tidak enak. Akhirnya tim berinisiatif untuk 
bagi lapak dengan evakuator komersial ini dan memilih tempat lain. 
Selain melakukan evakuasi warga, tim juga melakukan pendukungan terhadap 
unit operasi PLN yang akan membuka gardu listrik.
Sayangnya 1 unit perahu (WANADRI) terpaksa ditarik mundur karena 
tersangkut pagar dan bocor. Sehingga perahu yang dioperasikan oleh tim 
JBP hanya satu, LCR milik SATKORLAK PB Prop. Jabar. Dukungan personil 
juga didapat dari rekan-rekan pecinta alam Ciparay yang siap membantu 
evakuasi.

Duklog JBP yang memang minus (kalo tidak bisa dibilang NOL) 
alhamdulillah mendapatkan pasokan baik dari sesama relawan (RAPI Lokal) 
maupun warga masyarakat.

Walaupun air sudah berangsur surut di semua lokasi banjir, namun sore 
ini JBP rencananya kembali akan menurunkan 1 Canoe dari Eiger Adventure, 
1 Landrover dari Mahawarman, 40 buah ban dalam dan beberapa personil 
lagi untuk memberikan dukungan dan standby di lokasi. Selain berencana 
membuka posko siaga di Taman Kota Bale Endah (tempat pengungsian 
kecamatan bale endah) rencananya juga akan digerakan 1 unit ambulans 
dari STIKES Dharma Husada yang membawa stok obat milik JBP dan WANADRI.

Untuk wilayah yang terkena dampak, info yang masuk dari RAPIDA Jabar 
adalah 11 RW di Kecamatan Banjaran, 3 Kecamatan di Majalaya dan di 
Bandung Selatan 4 Kecamatan (Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, 
Rancaekek). Diinfokan juga bahwa satu korban meninggal terseret arus 
sungai di Desa Cangkuang, nama korban Sansan usia 8 tahun (belum A1, 
konfirm dengan Polsek Banjaran belum ada)

Demikian sementara ini. Mohon maaf bila beritanya kurang detail.

Rgds,

.e
volunteer
Jawa Barat Peduli
http://jabar.peduli.org

Kirim email ke