PENUTUPAN KEBUN RAYA CIBODAS UNTUK UMUM Oleh : Didik Widyatmoko (UPT BKTKR Cibodas) Rabu, 24 Oktober 2007 (11:25 WIB)
Terima kasih atas semua tanggapan dari bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Ada sejumlah hal yang perlu kami jelaskan berkaitan dengan akan ditutupnya Kebun Raya Cibodas - LIPI untuk kunjungan umum dari tanggal 1 November 2007 sampai dengan waktu yang belum ditentukan. 1. Permasalahan pintu masuk KRC melalui lahan Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas (di bawah pembinaan Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur) ini sebenarnya telah ada cukup lama. 2. Dalam usaha mencari penyelesaian terbaik, pihak KRC LIPI telah melakukan berbagai pertemuan dengan pihak Pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur dan Pemda Cianjur (Muspida, Dispenda, dan Dishubpar). Pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak yang berkaitan juga dilakukan KRC, termasuk dengan para pimpinan Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, dan masyarakat pedagang di Pasar Cibodas. 3. Dalam salah satu pertemuan lanjutan pada tanggal 2 Desember 2006 antara LIPI dengan Pemda Cianjur (momen sangat penting untuk menyelesaikan masalah), LIPI telah mengundang Bupati Cianjur beserta jajarannya ke KRC untuk menyelesaikan masalah pintu masuk KRC tersebut, namun perwakilan Pemda Cianjur yang hadir ternyata tidak pada kapasitas untuk membuat keputusan. Dalam pertemuan tersebut disepakati langkah selanjutnya adalah pihak Pemda Cianjur yang akan mengundang LIPI. Sampai saat ini LIPI menunggu undangan dari Pemda Cianjur untuk menyelesaikan masalah yang ada. 4. Atas desakan-desakan Kwarcab Pramuka Cianjur (Surat Bernomor 140/0903-A tertanggal 29 Agustus 2007) agar KRC-LIPI segera memindahkan pintu masuk ke KRC melalui Jl Singabarong (justru hal ini akan menimbulkan masalah-masalah baru), menuntut KRC menyediakan lahan parkir tersendiri yang tentunya sangat luas di dalam areal KRC (dan hal ini juga tidak mungkin KRC lakukan mengingat tupoksi KRC adalah sebagai lembaga konservasi dan penelitian, dan sudah semestinya Pemdalah yang mengadakan/mengelola), serta menutup kembali pintu masuk melalui areal Perkemahan Mandala Kitri dan mengembalikan lagi areal tersebut kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Cianjur (padahal antara KRC dan Pengurus lama Pramuka telah ada kesepakatan-kesepakatan tentang pemanfaatan lahan tersebut dan KRC telah memberikan kompensasi-kompensasi, termasuk ganti rugi kepada para pedagang bunga/sayuran dan pembangun kios-kios di lahan Pramuka tersebut, dan juga membangunkan untuk Gerakan Pramuka sejumlah sarana (dengan bantuan Departemen PU), termasuk aula, MCK, pos, dan gapura. Tidak mungkin terjadi penataan-penataan jalan masuk di depan pintu gerbang KRC tersebut (milik Pramuka) kalau dulu tidak ada kesepakatan antara KRC dan Pramuka. Untuk itu, KRC sangat menyesalkan jika Kwarcab Pramuka Cianjur terus menerus mengungkit-ungkit masalah ini (tanggapan dari pak Martin C. Fatah dari BUP dan pak Budi Suharto dari BOK nampaknya sangat berkaitan dengan hal ini). Dari desakan-desakan tadi, nampaknya Pramuka tidak menganggap penting proses dan kesepakatan yang pernah terjadi antara kedua belah pihak di masa lalu mengenai penataan/pengelolaan pintu masuk ke KRC tersebut. 5. Kondisi areal pintu masuk ke KRC (yang diklaim lagi oleh Pramuka tersebut) saat ini sebenarnya telah cukup tertata dan lebih rapi (walaupun belum semuanya tentunya), karena KRC melalui kerjasama dengan Departemen PU telah menata dan membangun area penerima dan pertamanan tematik disana, sehingga cukup layak sebagai area penerima pengunjung dan areal berputar mobil umum maupun pengunjung (yang cukup luas dan nyaman). 6. Sebelum penutupan pintu masuk Kebun Raya Cibodas dimulai, KRC telah dan terus melakukan berbagai sosialisasi, baik di media cetak nasional maupun lokal, elektronik, televisi, maupun spanduk-spanduk di berbagai tempat yang strategis, termasuk di jalan tol keluar Ciawi. 7. Sementara ditutup untuk umum, sambil menunggu respons serius dari Pemda Cianjur, khususnya dari Kwarcab Gerakan Pramuka Cianjur, KRC dapat memfokuskan program dan kegiatan peningkatan mutu koleksi (secara umum), peningkatan scientific dan conservation valuenya, serta kegiatan-kegiatan ilmiah dan pendidikan konservasi lainnya, baik untuk para murid sekolah, mahasiswa, maupun peneliti pada umumnya. Momen ini juga bisa dijadikan kesempatan untuk melakukan semacam moratorium dan bernafas bagi koleksi KRC setelah selama ini cukup mendapat tekanan dari para pengunjung, khususnya setelah lebaran kemarin. 8. Pada prinsipnya KRC-LIPI menginginkan masalah ini segera tuntas, dan tuntasnya masalah hanya dapat dilakukan jika akar masalah dapat diselesaikan (termasuk pungutan tiket Pemda di depan loket KRC yang menyebabkan pengunjung KRC merasa dipungut tiket ganda). Dalam jangka pendek, KRC sangat menyadari dampak dari penutupan ini terhadap berbagai kalangan (termasuk pedagang, pengusaha restauran/warung makan, penginapan/hotel, sopir angkot, dan biro-biro wisata), namun dalam jangka panjang, jika masalah segera diselesaikan, KRC percaya bahwa semua pihak akan menjadi nyaman dan tidak selalu direpotkan oleh permasalahan yang sama, dari tahun ke tahun. Terima kasih. Didik Widyatmoko Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas, LIPI Salam, ~Vie http://virgina.multiply.com http://blog.360.yahoo.com/virghien http://kksmelati.multiply.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com

