Terima kasih infonya, lebih terima kasih lagi jika berkenan informasikan agak detail (lebih terinci dari pada yang tercantum di panduan teknis ) prosedur lintas terampil di tiap-tiap pos ( pos I s.d. IV ), model, bentuk, atau apalah...
________________________________ Dari: F Sidikah R <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Rabu, 15 Oktober, 2008 22:44:55 Topik: Komunitas PMI 3.000 Relawan Bertemu di Banten Pasca Operasi Kemanusiaan Bencana Tsunami di NAD dan Nias Press Release Wednesday, October 15, 2008 3.000 Relawan Bertemu di Banten Pasca Operasi Kemanusiaan Bencana Tsunami di NAD dan Nias Banten – Untuk pertama kalinya setelah operasi kemanusiaan terbesar bencana tsunami di NAD dan Nias 26 Desember 2004 silam, tidak kurang dari 3.000 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari anggota KSR (Korps Sukarela) dan TSR (Tenaga Sukarela) se Indonesia akan kembali bertemu. Tidak dalam tugas kemanusiaan, namun para relawan kali ini akan bertemu dalam sebuah perhelatan akbar bagi relawan yaitu Temu Karya Relawan PMI Nasional 2008 di Pantai Matahari Caritaria, Anyer, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. ”Sekitar 3.000 relawan akan hadir pada kegiatan ini. Temu Karya kali ini menjadi istimewa karena menjadi ajang pertemuan bagi para relawan untuk pertama kalinya setelah pertemuan terakhir mereka ketika bertugas dalam operasi kemanusiaan untuk bencana tsunami di NAD dan Nias empat tahun lalu,” jelas Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan Markas Pusat PMI, Dr. Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM. Temu karya yang dibuka resmi oleh Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chomsiah, pada Kamis (30/10) di arena perkemahan Temu Karya ini juga akan diikuti oleh 36 relawan dari perhimpunan palang merah dan bulan sabit merah enam negara sahabat. Bersama dengan para relawan PMI, mereka akan turut ambil bagian dalam kegiatan Temu Karya. Pengabdian PMI untuk masyarakat selama 63 tahun ini memang tidak lepas dari peran serta relawan. Tanpa mereka, pelayanan kemanusiaan PMI tidak akan bisa terlaksana. Relawan adalah tulang punggung organisasi PMI dan tanpa relawan, PMI tidak akan bisa berbuat apa-apa. Temu Karya merupakan ajang untuk menghormati para relawan yang telah berdedikasi di bidang kemanusiaan selain juga sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja mereka dalam melakukan pelayanan kemanusiaan secara maksimal. Selama Temu Karya para relawan akan mengikuti empat kegiatan besar, yaitu Temu, Karya, Persahabatan, dan Pengembangan Kapasitas. Temu merupakan kegiatan forum dimana para relawan akan berbagi pengalaman dalam bidang pelayanan. Di kegiatan Karya para relawan akan melakukan simulasi pelayanan yang akan melibatkan Banten – Untuk pertama kalinya setelah operasi kemanusiaan terbesar bencana tsunami di NAD dan Nias 26 Desember 2004 silam, tidak kurang dari 3.000 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dari anggota KSR (Korps Sukarela) dan TSR (Tenaga Sukarela) se Indonesia akan kembali bertemu. Tidak dalam tugas kemanusiaan, namun para relawan kali ini akan bertemu dalam sebuah perhelatan akbar bagi relawan yaitu Temu Karya Relawan PMI Nasional 2008 di Pantai Matahari Caritaria, Anyer, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. ”Sekitar 3.000 relawan akan hadir pada kegiatan ini. Temu Karya kali ini menjadi istimewa karena menjadi ajang pertemuan bagi para relawan untuk pertama kalinya setelah pertemuan terakhir mereka ketika bertugas dalam operasi kemanusiaan untuk bencana tsunami di NAD dan Nias empat tahun lalu,” jelas Ketua Bidang Penguatan Sumber Daya PMR dan Relawan Markas Pusat PMI, Dr. Hj. Ulla Nuchrawaty Usman, MM. Temu karya yang dibuka resmi oleh Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chomsiah, pada Kamis (30/10) di arena perkemahan Temu Karya ini juga akan diikuti oleh 36 relawan dari perhimpunan palang merah dan bulan sabit merah enam negara sahabat. Bersama dengan para relawan PMI, mereka akan turut ambil bagian dalam kegiatan Temu Karya. Pengabdian PMI untuk masyarakat selama 63 tahun ini memang tidak lepas dari peran serta relawan. Tanpa mereka, pelayanan kemanusiaan PMI tidak akan bisa terlaksana. Relawan adalah tulang punggung organisasi PMI dan tanpa relawan, PMI tidak akan bisa berbuat apa-apa. Temu Karya merupakan ajang untuk menghormati para relawan yang telah berdedikasi di bidang kemanusiaan selain juga sebagai strategi untuk meningkatkan kinerja mereka dalam melakukan pelayanan kemanusiaan secara maksimal. Selama Temu Karya para relawan akan mengikuti empat kegiatan besar, yaitu Temu, Karya, Persahabatan, dan Pengembangan Kapasitas. Temu merupakan kegiatan forum dimana para relawan akan berbagi pengalaman dalam bidang pelayanan. Di kegiatan Karya para relawan akan melakukan simulasi pelayanan yang akan melibatkan masyarakat secara langsung. Dalam Persahabatan, para relawan akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti pagelaran budaya yang tujuannya untuk meningkatkan keakraban di antara mereka. Sementara Pengembangan Kapasitas lebih sebagai ajang diskusi yang mengangkat persoalan manajemen pembinaan relawan dalam organisasi PMI. Temu Karya menjadi sebuah proses pembinaan dan penanganan relawan dengan baik sehingga mampu melahirkan relawan yang profesional serta cepat dan tanggap dalam menangani berbagai bencana yang terjadi di tanah air. Untukinformasi selanjutnya, dapat menghubungi: Kepala Divisi Komunikasi Markas Pusat PMI, Aswi Reksaningtyas, telp. 021-7992325 ext. 221, Kepala Divisi PMR dan Relawan, dr. Yuli Soesilo, telp. 021-7992325 ext. 205, Hubungan Media: Aulia Arriani, 021-7992325 ext. 201 ________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com. ___________________________________________________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

