Kamis, 26/02/2009 23:17 WIB
Korban Banjir di Bojonegoro Mulai Terserang Penyakit
Raisya Ayu - detikSurabaya
Bojonegoro
- Korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Kamis
(26/2/2009) mulai mengeluhkan rasa sakit badan akibat lingkungannya
terendam air berwarna coklat keruh yang dipenuhi berbagai limbah
sampah. Kondisi itu terjadi di puluhan desa yang tersebar dalam 12
kecamatan.
Dari pantauan di lokasi banjir, sebagian besar korban banjir
mengeluhkan sakit dikarenakan setiap waktu berhubungan genangan banjir.
Selain itu air bersih untuk minum dan mandi tidak lagi dapat dirasakan
oleh korban banjir. Semua sumur tanah maupun dasar sumur pompa sudah
tercampur oleh genangan banjir. Ditambah lagi, situasi yang mencekam
pada malam hari karena jaringan listrik padam selama banjir.
Seperti yang dituturkan Ngadiran (65), warga Dusun Tloko, Desa
Mulyoagung, Kecamatan Balen saat mengikuti pelayanan kesehatan peduli
korban banjir dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Cab Bojonegoro.
"Punggung
saya terasa sakit sekali, ditambah juga dengan mata yang berkunang
kunang, ini terjadi sejak banjir menggenangi dusun di sini," kata
Ngadiran dalam Bahasa Jawa.
Aksi pengobatan gratis itu diikuti oleh 250 warga dusun yang
rata-rata rumahnya masih berdinding bambu yakni, keluarga dari RT 11,
12, 13 dan 14. Keempatnya di RW I yang dusunnya bersebelahan dengan
Sungai Bengawan Solo. "Dusun kami ini selama turun menurun dan bergonta
ganti presiden selalu dilanda banjir," ujar Kasdan (40), salah satu
Ketua RT di sana.
Dia dipercaya BSMI, untuk mencatat warga yang berobat dan rumahnya
paling tinggi diantara rumah lainnya, sekaligus dipergunakan untuk
melakukan aksi kemanusiaan. Kasdan menyebutkan bahwa keluhan sakit yang
diderita warga dalam banjir yang sedang terjadi, diantaranya pegel
linu, sakit perut, gatal gatal di bagian kaki, mual dan sakit kepala.
"Seingat kami, bantuan gratis dalam masa banjir terjadi dua kalinya
di dusun ini, dulu saat zamannya Pak Harto dan kedua, ya malam ini,"
jelas Kasdan.
Secara terpisah dr Arif mengatakan, pihaknya
prihatin terhadap musibah banjir yang membuat warga bertempat tinggal
di bantaran sungai. "Kami semampunya membantu pengobatan ini demi
peduli antar sesama," papar dr Arif.
Sedangkan dalam sehari, seorang bocah meninggal akibat terseret
arus sungai dan seorang bocah lainnya selamat di TKP yang berbeda.
Korban meninggal adalah Didik (15), warga Jalan Aspol Sukorejo
Kecamatan Kota Bojonegoro. Sebelum tenggelam korban bersama tiga
temannya memancing di anak Sungai Bengawan Solo di Desa Sukorejo, saat
memancing kondisi sungai sedang meluap. Tiba tiba korban terpeleset dan
diketahui tidak bernyawa.
Korban selamat, Rian Aji Pratama (8), warga Desa Tulungrejo,
Kecamatan Trucuk. Menurut Wakalpolres Bojonegoro Kompol Heru Purnomo,
Rian berhasil ditolong ibunya sendiri. Saat itu korban bersama ibunya
menyusuri sawah yang tergenang luapan banjir untuk membeli minyak tanah.
"Saat ditolong korban sudah pingsan, langsung dibawa ke rumah
sakit. Korban berhasil diselamatkan setelah mendapat perawatan intensif
di RS Bhayangkari," kata Wakapolres.(bdh/bdh)
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/