---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ and click banner our sponsor ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk NASIB KORBAN BENTROKAN 18 DESEMBER JAKARTA (SiaR, 18/12/98), Nasib korban bentrokan mahasiswa-aparat Kamis (17/12) kemarin masih belum jelas. Beberapa mahasiswi anggota Famred masih hilang. Sejumlah sumber SiaR di kalangan mahasiswa yakin, para mahasiswa itu dibawa aparat militer. Seusai bentrokan Kamis malam kemarin, sekitar pk 22.00, 8 bus mahasiswa yang mengangkut rombongan mahasiswa dari Forum Kota melakukan Evakuasi dari Unika Atma Jaya menuju ke Universitas Kristen Indonesia (UKI) ditembaki tentara saat di daerah jembatan Ciliwung di Cawang Atas. Tiba tiba ban bus ditembaki dan meletus. Sepasukan tentara memberondongkan senapan kepada para mahasiswa dan mahasiswi yang berhamburan keluar dari bus. Beberapa saksi mata mahasiswa menceritakan bahwa mereka melihat tentara berseragam loreng hijau dengan beringas menginjak-injak mahasiswa yang tertangkap. Beberapa mahasiswa yang sempat menyelamatkan diri, lari memasuki perumahan. Mereka ditolong warga setempat dari kebuasan aparat. Seorang saksi mata lain yang ditemui SiaR juga menceritakan melihat Vera, seorang mahasiswi dari UKI dijambak dan dipukuli secara brutal sembari berteriak: "Katanya rakyat pasti menang. Ini menang teriak." Tak cuma itu, anggota militer itu lantas memukuli Vera hingga babak belur. Vera yang juga putri seorang perwira tinggi AD berpangkat brigadir jendral itu tidak berdaya saat 2 orang tentara menginjak-injak punggung hingga ke bagian tengkuk dan batok kepalanya secara sadis. Kini, Vera dikabarkan cedera berat. Sampai pk 07.00 pagi keadaan Vera berada pada kondisi paling kritis dari 7 korban kebuasan aparat tersebut. Tengkuk patah dan mengalami retak di tengkorak kepala, demikian menurut seorang dokter dari RS UKI. Beberapa korban lain ditembak di lambung dan 2 orang mengalami patah tulang tangan dan gegar otak. Menurut Adian dari Forum Kota, malam itu juga sekitar 200 mahasiswa Forkot yang stand-by di UKI keluar untuk mencari aparat yang melakukan sweeping pada mahasiswa yang tercerai berai di Cawang Atas. Sementara itu seorang mahasiswi Lembaga Pendidikan Kejuruan Akademi Sekretari Tarakanita bernama Niken dan 2 orang mahasiswi dari Interstudy Public Relations School juga dinyatakan lenyap oleh Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred). Hingga berita ini diturunkan belum didapat kejelasan nasib mereka. Melihat perlakuan yang diterima Vera, beberapa mahasiswa Famred mengatakan bertekad akan membalas kebrutalan itu karena menimpa rekan-rekan seperjuangannya para aktivis perempuan.*** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Dec 1998 jam 13:20:26 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
